Gelar Al Amin Rasulullah SAW Diraih Berkat Amanah dan Kejujurannya

Hantoro, Jurnalis · Minggu 27 Juni 2021 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2021 06 27 330 2431556 gelar-al-amin-rasulullah-saw-diraih-berkat-amanah-dan-kejujurannya-KV5E8TJxTf.jpg Ilustrasi gelar Al Amin Rasulullah SAW. (Foto: Shutterstock)

GELAR Al Amin Rasulullah SAW sudah cukup dikenal kaum Muslimin. Al Amin merupakan gelar yang ditujukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Gelar Al Amin bagi Rasulullah disandangkan oleh penduduk Makkah karena dikenalnya sebagai seorang laki-laki yang penuh amanah, jujur, dan dapat dipercaya.

Berkat fakta gelar Al Amin ini, amanah dan jujur, menarik hati seorang perempuan bernama Khadijah yang kemudian berharap dapat menikahinya. Ia melihat dengan mata kepala sendiri saat Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dipekerjakan di usaha dagang yang digelutinya.

Baca juga: Kisah Rasulullah Sangat Amanah, Bahkan ke Orang yang Hendak Membunuhnya 

Amanah atau dapat dipercaya menjadi salah satu karakter unggulan yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, sebagaimana dicontohkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang memiliki sifat terpuji tersebut.

Ilustrasi gelar Al Amin Rasulullah SAW. (Foto: Unsplash)

Amanah yang diberikan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam dilaksanakan dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada seluruh umat serta Allah Subhanahu wa ta'ala. Hal ini yang akhirnya membuat sosok Rasulullah mendapat gelar Al Amin, atau orang yang dapat dipercaya. Tidak hanya dipercaya oleh kaum Muslimin, melainkan juga meliputi orang-orang kafir.

Baca juga: Rukun Hibah dalam Islam 

Di zamannya, kisah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang begitu amanah tergambar dalam suatu peristiwa di mana Beliau dipercayai sebagai orang yang mampu menjaga barang titipan atau harta berharga bagi siapa pun yang menitipkan kepadanya, termasuk orang-orang kafir, yang diketahui begitu membenci.

"Orang-orang kafir di Makkah menentang Rasulullah, mengingkari Beliau, hingga sepakat untuk membunuh Beliau. Namun ketika mereka memiliki harta berharga, mereka tidak mendapatkan tempat yang mereka percaya untuk menitipkan harta mereka sebagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Mereka percayai Rasulullah dalam menjaga harta berharga milik mereka, dan tidak dikhianati oleh Rasulullah," ungkap Habib Ahmad bin Novel dalam ceramahnya, dikutip dari kanal Youtube Muezza.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sejatinya jika seseorang ingin menitipkan suatu hal berharga seperti harta, tentu akan memberikannya kepada orang-orang terdekat, bukan orang yang dibencinya atau yang dianggap musuh. Hal ini juga dibarengi dengan sikap yang lebih baik dan santun agar orang yang diberi amanah dalam menjaga harta tersebut tak berniat buruk seperti membawa kabur harta atau menyembunyikannya.

"Tapi lihat, mereka titipkan harta berharga mereka ke Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam dan di saat bersamaan dengan nyaman mereka menganggu, menganiaya, hingga sepakat membunuh Rasulullah. Tidakkah mereka takut harta mereka dibawa pergi Rasulullah? Jawabannya tidak. Karena mereka sadar betul, sekalipun mereka mengganggu Rasulullah, Beliau tak akan mengkhianati mereka," tambahnya.

Baca juga: Merdunya Al Mulk Dibacakan Hafidz, Putra Ustadz Yusuf Mansur 

Inilah yang disebut dengan kemuliaan yang sesungguhnya, yakni kemuliaan yang diakui oleh musuh sekalipun. Maka ketika mendengar huru hara bahwa para orang kafir tersebut berniat untuk membunuhnya akan datang ke depan rumah beliau dengan pedang di tangannya yang siap menebas, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam langsung melancarkan niatnya untuk berhijrah pergi dari Kota Makkah. Namun di saat itu beliau juga perintahkan Ali bin Abi Thalib untuk mengembalikan harta titipan tersebut kepada mereka, orang-orang kafir, pemilik harta tersebut yang ingin membunuh Rasulullah.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya