Hari Anak Nasional, Yuk Orangtua Mencontoh Sikap Kasih Sayang Rasulullah Ini

Wilda Fajriah, Jurnalis · Jum'at 23 Juli 2021 14:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 23 616 2444901 hari-anak-nasional-yuk-orangtua-mencontoh-sikap-kasih-sayang-rasulullah-ini-CdvxkWmwYN.jpg Ilustrasi kasih sayang Rasulullah kepada anak-anak. (Foto: Freepik)

DI momen Hari Anak Nasional ini, kaum Muslimin bisa mencontoh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam yang ternyata sangat menyayangi anak-anak. Rasulullah tidak hanya dikenal sebagai pemimpin yang tegas dan disegani, tapi juga sosok yang sangat lembut dan penyayang terhadap anak-anak.

Hal tersebut sebagaimana disampaikan Ustadz Khalid Basalamah dalam ceramahnya. Ia memberikan kisah yang menarik dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam untuk diteladani para orangtua.

Baca juga: Hari Anak Nasional, Ini 7 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Islami Bermakna Penuh Kebaikan 

"Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam pernah kedatangan cucunya. Kemudian Nabi pegang tangannya, dan kedua kakinya Hasan menginjak telapak kaki Nabi (seperti mau menggendong)," kata Ustadz Khalid, seperti dikutip dari video di kanal YouTube Ht Z, Jumat (23/7/2021).

"Kemudian Nabi berkata 'manjatlah' maka Hasan pun naik ke betis Nabi, ke paha Nabi, sampai ke dada Nabi. Nah, ini menandakan bentuk kasih sayang Beliau kepada anak kecil," lanjutnya.

Anak salih. (Foto: Freepik)

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam adalah sosok ayah yang penyayang dan memberi kehangatan cinta kasih kepada anak-anaknya. Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam kerap mencium cucunya Hasan.

Baca juga: Hari Anak Nasional, Bagaimana Cara Mendidik Buah Hati Sesuai Ajaran Islam? 

Ketika hal itu disaksikan oleh Al-Aqra' bin Haabis At-Tamimy, dia langsung berkomentar, "Aku memiliki 10 anak. Tak satu pun yang pernah kucium."

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lantas mengalihkan pandangannya kepada Aqra', lalu berkata, "Orang yang tidak mengasihi tidak dikasihi." (HR Bukhari)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Mengajak bermain atau bercanda dengan anak-anak tidak akan mengurangi wibawa sebagai orangtua. Bahkan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam tidak merasa malu saat dia melakukan hal demikian di depan orang banyak.

"Ternyata dengan cara seperti ini bisa mengambil hati anak-anak. Apa pun yang ingin kita sampaikan kepada mereka harus dengan cara bermain," ungkap Ustadz Khalid.

Baca juga: Fakta-Fakta Ibadah Haji 2021 di Tengah Pandemi, Salah Satunya Tidak Ada Kasus Terinfeksi 

Hal tersebut biasanya berlaku untuk anak berusia 7 tahun ke bawah. Namun ketika menginjak remaja seperti 10 tahun ke atas, orangtua harus memperlakukannya seperti teman. Jika sudah dewasa, orangtua bisa menasihatinya, namun tetap dalam cara beradab.

"Memahami pola pendidikan ini penting. Perlakukan anak sesuai usianya. Jika salah, kita boleh menasihati, tetapi semuanya dengan ketegasan, bukan kekerasan, karena kekerasan merusak," tukas Ustadz Khalid Basalamah.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya