Dampak Covid-19 Sangat Dirasakan Umat, MUI Ajak Alim Ulama Ikut Menangani

Tim Okezone, Jurnalis · Selasa 03 Agustus 2021 10:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 03 330 2450014 dampak-covid-19-sangat-dirasakan-umat-mui-ajak-alim-ulama-ikut-menangani-pGXhCqVx7e.jpg Ilustrasi umat Islam beribadah di tengah situasi pandemi covid-19. (Foto: Heru Haryono/Okezone)

GERAKAN Nasional Penanggulangan Covid-19 Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengundang para alim ulama bersama-sama menyamakan langkah dalam menghadapi pandemi covid-19. Ketua Gernas MUI KH Dr Lukmanul Hakim mengatakan upaya ini mungkin tidaklah cukup, karena ternyata pandemi berkepanjangan dan dampaknya sudah disaksikan bersama, banyak ulama yang wafat.

Kiai Lukman mengatakan kadang-kadang di tengah masyarakat ada hal yang perlu diluruskan terkait pandemi covid-19. Khususnya di bidang dakwah, semua agar bisa meluruskan paham di masyarakat. Sebagaimana disampaikan juga oleh Wakil Presiden Profesor KH Ma'ruf Amin tentang masih banyak para ulama, siapa pun dai di dalam berdakwahnya itu belum bisa membedakan maqam di mana dia berada, maqam asbab atau maqam tajrid.

Baca juga: Gus Baha Ungkap Allah Ta'ala Sangat Dekat dengan Hamba-Nya 

"Ini juga barangkali harus kita sampaikan secara baik. Karena banyak sekali penolakan-penolakan masyarakat terhadap upaya-upaya protokol kesehatan, termasuk vaksinasi," ujar Kiai Lukman, seperti dikutip dari laman resmi MUI, Selasa (3/8/2021).

Tujuan Gernas MUI, menurut Kiai Lukman, adalah bagaimana caranya melindungi umat dari serangan covid-19. Tentu yang akan dilakukan adalah vaksinasi dan penegakan protokol kesehatan, termasuk di tempat-tempat ibadah.

Ilustrasi pandemi covid-19. (Foto: Okezone)

Ia menyebutkan masalah selanjutnya yaitu pemulihan ekonomi. Sebab, menurut Kiai Lukman, sekarang makan menjadi barang yang mahal. Satu piring nasi menjadi barang yang mahal bagi masyarakat yang terkena dampak covid-19, khususnya di bidang ekonomi.

Kiai Lukman mengatakan ini adalah musibah. Selain berdampak terhadap kesehatan, juga memengaruhi ekonomi. Bisa dilihat dari peningkatan kemiskinan. Meskipun Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tambahan yang hanya sekira 2,7 juta orang, mungkin data riilnya bisa lebih jauh dari itu.

Baca juga: Menjadi Salih Hak atau Kewajiban? Ini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat 

"Karena memang kita suda melihat sekarang, di sekeliling kita, tetangga kita, saudara kita, banyak sekali yang kalau meminjam bahasanya Pak Kiai Ma’ruf itu istilahnya misbar (miskin baru). Tetapi saya sampaikan sekarang ada juga istilah jabar (janda baru). Ini mungkin juga menjadi tanggung jawab para dai bagaimana kita juga menanggulangi jabar ini, dan juga para yatim yang mendadak, itu kita saksikan," ujar ketua Gernas MUI sekaligus ketua bidang ekonomi MUI itu.

"Dengan mengumpulkan potensi umat, kita bisa sama-sama bangkit dan sama-sama mengahadapi dampak dari covid-19," tuntasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(han)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya