Alquran dan Sains Jelaskan Keterkaitan Fenomena Petir dan Malaikat

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 00:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 17 614 2456977 alquran-dan-sains-jelaskan-keterkaitan-fenomena-petir-dan-malaikat-C8CEgJRteY.jpg Alquran dan sains mengungkap keterkaitan fenomena petir dengan malaikat. (Foto: Freepik)

ALQURAN dan sains turut mengungkap keterkaitan fenomena alam petir dan malaikat. Pada dasarnya alam semesta masih menyimpan berbagai fenomena yang sulit dijelaskan secara nalar maupun ilmu pengetahuan.

Kemudian seiring makin berkembangnya teknologi, fenomena alam tersebut mulai dapat diungkap oleh ilmuan yang menelitinya selama berabad-abad lamanya.

Baca juga: Ini Penjelasan Alquran dan Sains terkait Puasa Membuang Racun di Tubuh 

Perlu diketahui, ternyata penjelasan tentang terjadinya fenomena alam itu sudah dijelaskan terlebih dahulu di dalam kitab suci Alquran, bahkan jauh sebelum berkembangnya teknologi dan ilmu pengetahuan.

Salah satunya dalam Alquran Surah Al Kahfi Ayat 86 yang menjelaskan tentang terbenamnya matahari:

حَتَّىٰ إِذَا بَلَغَ مَغْرِبَ الشَّمْسِ وَجَدَهَا تَغْرُبُ فِي عَيْنٍ حَمِئَةٍ وَوَجَدَ عِنْدَهَا قَوْمًا ۗ قُلْنَا يَا ذَا الْقَرْنَيْنِ إِمَّا أَنْ تُعَذِّبَ وَإِمَّا أَنْ تَتَّخِذَ فِيهِمْ حُسْنًا

Artinya: "Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: 'Hai Zulkarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka'." (QS Al Kahfi: 86)

Sebagaimana dilaporkan laman About Islam, ayat tersebut menjelaskan bahwa matahari terbenam di tempat "Zulkarnain menemukannya terbenam" yaitu di "laut yang berlumpur hitam (keruh)".

Hal ini bukan berarti tempat sebenarnya di mana matahari terbenam, tetapi tempat di mana matahari terlihat masuk di ujung barat samudera yang terlihat keruh dan seperti lumpur hitam.

Baca juga: Benarkah Ada Api Menyala di Dasar Lautan? Ini Penjelasan Alquran dan Sains 

Saat itu Zulkarnain dalam ekspedisinya sampai di suatu tempat saat matahari tampak tenggelam di sebelah barat. Lalu kita juga mengetahui bahwa saat senja di pesisir laut ataupun danau di sebelah barat, orang-orang dapat melihat matahari terlihat terbenam masuk ke dalam air.

Begitu juga dengan terjadinya fenomena guruh atau petir. Dalam ilmu sains, guruh adalah gelombang kejut suara yang dihasilkan akibat terjadinya pemanasan dan pemuaian udara yang sangat cepat ketika dilewati oleh sambaran petir.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Berbeda dengan penjelasan ilmiah tersebut, ternyata umat Islam meyakini guruh dimaknai bukan sekadar fenomena alam semata. Guruh diabadikan menjadi salah satu nama surat dalam Alquran yaitu Surat Ar-Ra'd.

Semua cendekiawan Islam, baik kuno maupun modern, setuju bahwa guruh adalah peran dari malaikat yang sedang melaksanakan perintah-perintah Allah Subhanahu wa ta'ala di alam semesta. Malaikat juga dipercaya ada untuk mengatur kekuatan alam.

Baca juga: Alquran dan Sains: Lubang Hitam Menarik Cahaya dan Benda-Benda di Langit 

Misalnya malaikat Jibril yang menjalankan perintah dari Allah Azza wa jalla untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi dapat muncul sebagai orang yang mampu berbicara yang sesuai dengan tugasnya. Demikian pula dengan banyak malaikat lain yang melaksanakan perintah dari Allah Ta'ala.

Hal tersebut tidak mengesampingkan kemungkinan keberadaan malaikat sebagai hamba Allah Subhanahu wa ta'ala yang taat melaksanakan perintah-perintah-Nya atau bekerja di belakang apa yang disebut fenomena alam.

Baca juga: Benarkah Matahari Akan Padam? Ini Jawaban Alquran dan Sains 

Salah satu ayat mengenai penjelasan guruh ini terdapat dalam Alquran Surah Ar-Ra'd Ayat 13:

وَيُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ وَيُرْسِلُ الصَّوَاعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَنْ يَشَاءُ وَهُمْ يُجَادِلُونَ فِي اللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ

Artinya: "Dan guruh itu bertasbih dengan memuji Allah, (demikian pula) para malaikat karena takut kepada-Nya, dan Allah melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dialah Tuhan Yang Maha Keras Siksa-Nya." (QS Ar-Ra'd: 13)

Dalam hadisnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam menyebut guruh sebagai suara para malaikat. "Ar-Ra'du (guruh) adalah malaikat yang diberi tugas mengurus awan dan bersamanya pengoyak dari api yang memindahkan awan sesuai dengan kehendak Allah." (HR Tirmizi)

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya