Mukernas MUI Ingatkan Pemerintah Soal Penulisan Buku Sejarah

Hasan Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 09:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 330 2461903 mukernas-mui-ingatkan-pemerintah-soal-penulisan-buku-sejarah-qrgPY9tDHx.jpg Majelis Ulama Indonesia (MUI) ingatkan pemerintah soal penulisan sejarah. (Foto: Dok)

JAKARTA - Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) ke-1 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tahun 2021 mengingatkan  pemerintah agar lebih berhati-hati lagi di dalam menuliskan buku sejarah Indonesia modern.

Menurut Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, penulisan sejarah harus sesuai dengan fakta dan data. Jangan didasarkan kepada kepentingan politik golongan dan pertimbangan yang menguntungkan kelompok tertentu.

Baca Juga: Masjid Istiqlal Gunakan Panel Surya, Hemat Biaya Listrik dan Ramah Lingkungan

"Dalam soal penulisan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, Pemerintah khusunya Kemendikbud RI hendaknya berhati-hati dalam menulis buku sejarah," katanya di Jakarta, Kamis (26/8/2021).

Dijelaskan dia, usaha pembelokan sejarah akan mengaburkan fakta-fakta sejarah dan menggantinya dengan cerita fiktif. Hal ini sangat membahayakan masa depan anak bangsa, terutama dalam pengetahuannya tentang sejarah.

Baca Juga: 5 Cara Sukses Nabi Muhammad SAW Berbisnis

"Satu contoh, dalam penulisan buku kamus sejarah perjuangan Indonesia, terjadi penghilangan nama tokoh-tokoh nasional dari kalangan umat Islam yang notabene mereka adalah para pendiri negeri ini," ungkapnya.

Beberapa nama penting yang tidak masuk dalam buku kamus sejarah perjuangan Indonesia itu adalah KH Hasyim Asyari, Ahmad Saekhu (Pendiri NU), KH Ahmad Dahlan (Pendiri Muhammadiyah), Abdul Halim dan Ahmad Sanusi (Pendiri PUI).

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(Vitri)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya