Sejarah Puasa Daud, Amalan Pertobatan yang Patut Diteladani

Ahmad Haidir, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 15:55 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 614 2462156 sejarah-puasa-daud-amalan-pertobatan-yang-patut-diteladani-8MX9ZtLKNz.jpg Ilustrasi sejarah puasa Daud. (Foto: Shutterstock)

DI antara sosok 25 nabi dan rasul Allah Subhanahu wa ta'ala yang wajib diketahui dan diimani oleh setiap Muslim, ada sosok Nabi Daud Alaihissallam. Kisah Nabi Daud adalah salah satu yang perlu diketahui dan banyak mengandung nilai-nilai positif terkait iman serta Islam.

Dikutip dari kanal YouTube Firanda Andirja, Jumat (27/8/2021), dikisahkan bahwa Nabi Daud Alaihissallam adalah sosok raja cerdas nan perkasa. Sekaligus menerima mukjizat dari Allah Subhanahu wa ta'ala berupa Kitab Zabur yang mempertegas status kerasulannya.

Baca juga: Kisah Nabi Daud, Sosok Cerdas dan Perkasa Pemilik Kerajaan Terkuat di Dunia 

"Adapun sebagai seorang Nabiyullah atau nabi Allah Subhanahu wa ta'ala, Nabi Daud Alaihissallam adalah salah satu sosok yang sangat taat kepada Allah Azza wa jalla," ungkap Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA dalam tausiyahnya.

Ilustrasi tanah Arab. (Foto: Baztab)

Ibadah Nabi Daud Alaihissallam bahkan menjadi salah satu yang terbaik dan patut dijadikan contoh serta diamalkan bagi kaum muslimin/muslimah. Hal ini sebagaimana sebuah hadis sahih. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda yang artinya:

"Sholat yang paling dicintai Allah adalah sholat Nabi Daud dan puasa yang paling dicintai Allah adalah puasa Nabi Daud, ia tidur separuh malam kemudian sholat di sepertiganya dan tidur lagi di seperenamnya, ia puasa sehari serta berbuka sehari." (HR Bukhari)

Baca juga: Pewarna Ungu Peninggalan Nabi Daud Ditemukan di Yerusalem 

Sejarah Puasa Daud

Puasa Nabi Daud Alaihissallam dengan pola dua hari sekali yang kini juga dikenal dengan sebutan puasa Daud itu merupakan salah satu ikhtiar terbaik untuk memohon ampun dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

Namun tahukah asal-usul dari puasa yang dilakukan Nabi Daud Alaihissallam tersebut terjadi usai beliau menerima teguran akibat kekhilafan yang dilakukan.

Sebagai seorang manusia, Nabi Daud Alaihissallam juga tidak luput dari hawa nafsu dan godaan. Dikisahkan bahwa pada suatu hari Nabi Daud sebagai seorang memberangkatkan panglima perangnya yang bernama Aria dalam sebuah peperangan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Diam-diam terbersit di benak Nabi Daud Alaihissallam untuk memiliki istri Aria yang sangat cantik jelita. Padahal, Nabi Daud telah memiliki 99 orang istri.

Syariat di zaman Nabi Daud Alaihissallam memang tidak ada larangan beristri banyak, karena jumlah antara laki-laki dengan perempuan tak sebanding pasca-pembantaian bayi laki-laki oleh Raja Firaun di Mesir pada zaman Nabi Musa Alaihissallam.

Baca juga: Keteladanan Nabi Daud Diutus untuk Bani Israil Soal Makanan Terbaik 

"Singkat cerita sang Panglima perang terbunuh saat menjalankan tugas tersebut dan Daud pun benar-benar menikahi istri panglima tersebut," cerita Ustadz Firanda.

Lalu pada satu waktu, Allah Subhanahu wa ta'ala menegurnya dengan mengirimkan dua malaikat yang menyamar sebagai manusia yang berhasil masuk ke biliknya. Betapa terkejutnya Nabi Daud Alaihissallam karena di masa kekuasaannya, tidak pernah ada seorang pun yang berhasil masuk ke ruangan pribadinya tanpa seizin dan sepengetahuan dirinya.

Secara simbolis, dua orang tadi berperkara tentang kepemilikan domba, yang seorang memiliki 99 domba, sedangkan yang seorang lagi hanya 1 ekor saja. Lantaran kalah dalam berargumentasi, orang yang memiliki 1 ekor domba harus menyerahkan domba miliknya kepada temannya.

Menyadari bahwa ia mendapatkan teguran keras dari Allah Subhanahu wa ta'ala, Nabi Daud Alaihissallam pun segera menyungkur mengakui kekhilafan dan kesalahannya. Maka, ia bertobat dengan menjalani puasa yang dikenal sampai sekarang yaitu puasa Daud sepanjang hidupnya.

Baca juga: Kisah Heroik Nabi Daud Taklukkan Raja Jalut dengan Ketapel 

Berdasarkan kisah Nabi Daud Alaihissallam yang juga melatari lahirnya amalan puasa Daud tersebut, dapat diambil hikmah bahwasanya kita sebagai manusia tentu tidak akan pernah luput dari yang namanya kesalahan dan hawa nafsu.

Namun sebaik-baiknya manusia adalah yang menyadari perbuatannya lantas bersungguh-sungguh dalam mencari ridho dan ampunan Allah Subhanahu wa ta'ala.

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya