Kisah Nabi Muhammad Menerima Wahyu Pertama di Gua Hira: Bacalah!

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 12 614 2485364 kisah-nabi-muhammad-menerima-wahyu-pertama-di-gua-hira-bacalah-agnQ0fx7dH.jpg Gua Hira tempat Nabi Muhammad mendapat wahyu pertama. (Foto: Shutterstock)

GUA Hira merupakan tempat yang sangat bersejarah bagi Umat Islam, karena di tempat inilah wahyu pertama turun kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Tapi tahukah Anda, bagaimana kisah Rasulullah saat mendapatkan wahyu pertama?

Dikutip dari laman NU Online, Rabu (13/10/2021), kejadian itu bermula ketika Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam sangat prihatin akan keruntuhan moral yang sangat mengkhawatirkan di Kota Makkah.

Baca juga: Kisah Rasulullah Perintahkan Ali Makan Gandum Dibanding Anggur, Ini Alasannya 

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam adalah seorang pria yang sering merenung dan berpikir, kontemplasi (olah spiritual), memikirkan fenomena alam dan lingkungan sekitarnya di tempat yang jauh dari keramaian.

Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala agar menemukan sesuatu yang mencerahkan dirinya dan kaumnya. Sikap itu terus dilakukannya dan dibarengi dengan memberikan sedekah serta makanan kepada fakir miskin.

Hingga pada suatu malam di bulan Ramadhan tahun 610 Masehi, di sudut Gua Hira, Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dikejutkan oleh turunnya wahyu yang pertama dari Allah Subhanahu wa ta'ala, sebagaimana hadis berikut ini.

"Dari Aisyah Ummul Mukminin radliyallahu ‘anha, ia berkata: 'Permulaan wahyu yang diterima oleh Rasulullah adalah ar-ru’ya ash-shalihah (mimpi yang baik) dalam tidur. Biasanya mimpi yang dilihatnya itu jelas laksana cuaca pagi. Kemudian beliau jadi senang menyendiri; lalu menyendiri di gua Hira untuk bertahannuts.

Baca juga: Kisah Nabi Daud, Sosok Cerdas dan Perkasa Pemilik Kerajaan Terkuat di Dunia 

Muhammad bertahannuts, yaitu beribadah di sana beberapa malam, dan tidak pulang ke rumah istrinya. Dan untuk itu beliau membawa bekal. Kemudian beliau pulang kepada Khadijah, dan di bawanya pula perbekalan untuk keperluan itu, sehingga datang kepada beliau Al-Haqq (kebenaran, wahyu) pada waktu beliau berada di Gua Hira.

Maka datanglah kepada beliau malaikat dan berkata, 'Bacalah!' Jawab beliau, 'Aku tidak bisa membaca.' Nabi bercerita, 'Lalu malaikat itu menarikku dan memelukku erat-erat sehingga aku kepayahan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian ia melepaskanku dan berkata lagi, 'Bacalah!' Dan aku menjawab, 'Aku tidak bisa membaca.' Aku lalu ditarik dan dipeluknya kembali kuat-kuat hingga habislah tenagaku. Seraya melepaskanku, ia berkata lagi, 'Bacalah!' Aku kembali menjawab, 'Aku tidak bisa membaca.' Kemudian untuk ketiga kalinya ia menarik dan memelukku sekuat-kuatnya, lalu seraya melepaskanku ia berkata:

(1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan; (2) Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah; (3) Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha pemurah; (4) Yang mengajar (manusia) dengan perantaran qalam (pena); (5) Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya." (QS Al Alaq (96): 1–5)"

Baca juga: Kisah Kesabaran Nabi Ayub: Kehilangan Harta, Anak, hingga Menderita Penyakit Kulit 

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam pulang ke rumah istrinya Khadijah binti Khuwailid dengan hati gemetar ketakutan. Ia memohon kepada Khadijah untuk menyelimuti dirinya. Khadijah menyelimuti Muhammad hingga hilanglah ketakutannya.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bercerita kepada Khadijah. Setelah menceritakan apa yang baru dialaminya, Nabi berkata, "Sesungguhnya aku mencemaskan diriku."

Khadijah berkata, "Sama sekali tidak. Demi Allah, Allah selamanya tidak akan menghinakan engkau. Sesungguhnya engkaulah orang yang selalu menyambung tali persaudaraan, selalu menanggung orang yang kesusahan, selalu mengusahakan apa yang diperlukan, selalu menghormati tamu dan membantu derita orang yang membela kebenaran."

Setelah itu, Khadijah pergi membawa Muhammad menemui Waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul Uzza, anak paman Khadijah. Waraqah adalah seorang Arab pemeluk agama Nasrani di zaman jahiliyah. Ia pandai menulis kitab dalam bahasa Ibrani dan ia pun menulis Injil dengan bahasa Ibrani. Ia seorang tua yang buta.

Baca juga: Kisah Perang Thaif, Bukti Kesabaran Rasulullah Mendakwahkan Islam 

Khadijah berkata kepada Waraqah, "Wahai anak pamanku, dengarkanlah cerita anak saudaramu ini."

Waraqah bertanya kepada Nabi, "Wahai anak saudaraku, apakah yang kau lihat?"

Lalu Nabi menceritakan apa yang beliau lihat dan alami di Gua Hira. Kemudian Waraqah berkata lagi kepada Muhammad, "Itulah Namus (Jibril) yang pernah diutus Allah kepada Musa. Mudah-mudahan aku masih hidup di saat engkau diusir kaummu."

Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam lalu bertanya, "Apakah mereka akan mengusirku?"

Baca juga: Kisah Kesabaran Nabi Dzulkifli Saat Digoda Setan Berwujud Orang Tua Tanpa Sanak Saudara 

Waraqah menjawab, "Ya, sebab setiap orang yang membawa seperti apa yang engkau bawa pasti dimusuhi orang. Jadi kelak engkau mengalami masa-masa seperti itu, dan jika aku masih hidup, aku pasti akan menolongmu sekuat tenagaku."

Namun, tidak lama kemudian, Waraqah meninggal dunia. Ia pergi untuk selamanya meninggalkan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Saat itulah Rasulullah menerima wahyu pertama yang terus diturunkan secara berkelanjutan serta menandai akan dimulainya peradaban Islam.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Ada Nabi Bisa Berbicara dengan Matahari, Begini Kisahnya 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya