Share

Kisah Tukang Kayu Nekat Temani Jenazah 40 Hari di Dalam Kubur, Terjadi Hal Mengerikan Ini

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 03 November 2021 10:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 614 2495922 kisah-tukang-kayu-nekat-temani-jenazah-40-hari-di-dalam-kubur-terjadi-hal-mengerikan-ini-foIO5JB3HI.jpg Ilustrasi kisah tukang kayu nekat temani jenazah di dalam kubur. (Foto: Dok Okezone)

ALKISAH ada seorang konglomerat yang menulis wasiat, barang siapa yang mau menemani jenazahnya selama 40 hari di dalam kubur setelah meninggal dunia, maka akan diberi separuh hartanya. Lalu ia bertanya kepada anak-anaknya, apakah sanggup menemaninya di alam kubur nanti?

Kemudian anak-anaknya menjawab, "Mana mungkin kami sanggup menjaga ayah, karena pada saat itu ayah sudah menjadi jenazah."

Baca juga: Tokoh Muslim Dunia: Al Kindi sang Ilmuwan dan Filsuf Pertama dari Arab 

Keesokan harinya dipanggil adik-adiknya dan bertanya hal serupa yakni menemaninya selama 40 hari di dalam kubur setelah dirinya meninggal dunia. Imbalannya sama, diberikan hadiah separuh harta sepeninggalannya.

"Apakah engkau sudah gila? Mana mungkin ada orang yang sanggup bersama mayat selama itu di dalam tanah," terangnya, seperti dikutip dari akun Facebook Hayati.

Ilustrasi kuburan.

Dengan sedih konglomerat itu memanggil ajudannya dan meminta mengumumkan kepada penduduk setempat. Apakah ada yang berani menerima tantangannya.

Hingga suatu hari konglomerat itu meninggal dunia. Makamnya dihias dengan mewah dan tidak terkesan menyeramkan.

Baca juga: Adu Gaya Hijab Duo Besan Cantik Mama Amy dan Mama Rieta, Mana Favoritmu? 

Kemudian di waktu yang hampir bersamaan, ada tukang kayu yang sangat miskin. Ia mendengar tantangan yang diberikan pelatihan konglomerat itu. Kemudian ia menyanggupinya demi imbalan yang tidak sedikit, yaitu setengah harta peninggalan konglomerat tersebut.

Tukang kayu itu pun ikut masuk ke dalam kubur. Semua orang tidak percaya jika akan ada yang mampu dan sanggup bertahan selama 40 hari di dalam kubur menemani orang yang sudah tidak bernyawa.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lalu datanglah Malaikat Munkar dan Nakir. Mereka akan melakukan tugasnya yaitu bertanya kepada si mayit, dan meminta mempertanggungjawabkan perbuatannya selat hidup di dunia.

Kemudian si tukang kayu menyadari siapa yang datang. Ia pun perlahan mundur untuk menghindari kedua malaikat tersebut.

Baca juga: Kisah Mualaf Nathalie Holscher Istri Komedian Sule, Dapat Hidayah Usai Dengar Azan 

Namun hal lain malah berbalik, Munkar dan Nakir malah mendatangi si tukang kayu itu dan bertanya kepadanya, apa yang sedang dilakukan tukang kayu itu.

Kemudian si tukang kayu itu menjawab, ia sedang menemani konglomerat itu selama 40 hari untuk nantinya mendapatkan imbalan setengah dari harta yang ditinggalkannya.

Tidak sampai di situ, Munkar dan Nakir bertanya kembali harta apa yang kini dimiliki oleh tukang kayu itu. "Hartaku hanya kapak ini saja untuk mencari rezeki," kata si tukang kayu.

Setelah itu di hari kedua Munkar dan Nakir kembali lagi dan bertanya, kayu mana yang ia tebang dan milik siapa. Tukang kayu itu menjelaskan, pohon yang ditebangnya berada di tengah hutan serta tidak ada pemiliknya.

Baca juga: 10 Inspirasi Nama Anak Perempuan Islami Bermakna Mulia hingga Sempurna 

Di hari ketiga Munkar dan Nakir bertanya lagi, untuk apa pohon-pohon itu ditebangnya. Setelah menjadi kayu akan dikemanakan.

Tukang kayu menjawab, nantinya kayu-kayu itu akan dijual sebagai bahan bakar. Kemudian uang hasil penjualannya itu akan digunakan untuk kehidupan sehari-harinya.

Malaikat Munkar dan Nakir terus datang setiap hari dan bertanya kepada tukang kayu itu, yakni seputar kapak yang dimilikinya sampai hari ke-39.

Kemudian sampailah di hari ke-40, tukang kayu itu langsung lari dan keluar dari dalam kubur dan berteriak. Selain itu orang-orang di luar juga menunggunya, karena penasaran apakah tukang kayu tersebut berhasil.

Baca juga: Doa Bangun Tidur Lengkap dengan Bacaan Latin dan Artinya 

Sambil merasakan ketakutan dan berteriak, tukang kayu itu mengatakan ia tidak jadi menerima imbalan yang telah dijanjikan. Sebab, harta yang ia miliki saat ini untuk bertahan hidup adalah kapak.

Sementara semua harta tidak akan dibawa mati, terkecuali ibadah dan amal salih. Hal ini ia sadari setelah bertemu Malaikat Munkar dan Nakir, tukang kayu itu makin sadar akan pentingnya bekal untuk di akhirat nanti.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Istigfar Bisa Obati Komplikasi Kejiwaan Manusia? Ini Penjelasan Alquran dan Sains 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini