Share

Viral Tendang Sesajen Semeru, Wamenag Ajak Saling Toleransi agar Terhindar Penyakit Hati

Novie Fauziah, Jurnalis · Jum'at 14 Januari 2022 08:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 01 14 614 2531984 viral-tendang-sesajen-semeru-wamenag-ajak-saling-toleransi-agar-terhindar-penyakit-hati-ncQxtR4GZe.jpg Wamenag Zainut Tauhid Saadi. (Foto: Arif Julianto/Okezone)

PRIA berinisial HF yang diduga sebagai penendang sesajen di kaki Gunung Semeru telah diamankan petugas kepolisian. Ia diamankan Tim Polda Jawa Timur pada Kamis 13 Januari 2022 malam dari Gang Dorowati, Pringgolayan, banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta.

Terkait insiden penendangan sesajen di Gunung Semeru ini, Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa'adi pun turut memberi pandangan. Ia menyesalkan tindakan oknum tersebut, sebab menunjukkan rendahnya rasa kesadaran keberagamaan dalam masyarakat yang majemuk.

Baca juga: Breaking News: Pria Penendang Sesajen di Gunung Semeru Ditangkap! 

Menurut Zainut, Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku, adat istiadat, budaya, dan agama. Hal ini pun menuntut adanya sikap toleransi. Toleransi merupakan sikap yang menunjukkan keterbukaan untuk menerima, mendengar, dan menghormati orang lain yang berbeda pandangan dan keyakinan.

"Kita harus bisa saling menghormati perbedaan yang ada. Kita tidak bisa memaksakan semua orang memiliki pemahaman dan keyakinan yang sama," ungkap Zainut dalam keterangan resmi yang diterima MNC Portal, Kamis 13 Januari 2022.

Lebih lanjut ia mengatakan, Islam melarang umatnya mencela apalagi menistakan agama lain, termasuk melakukan tindakan-tindakan yang menjurus terhadap penghinaan terhadap agama lain.

Sementara itu, dikutip dari 'Buku Pintar Sains dalam Alquran Mengerti Mukjizat Ilmiah Firman Allah' karya Dr Nadiah Thayyarah, menjaga toleransi dan saling memaafkan dapat mencegah penyakit hati.

Baca juga: Abu Nawas Porak-porandakan Rumah Hakim Gara-Gara Mimpi, Kok Malah Dipuji Raja? 

Dalam Alquran terdapat banyak ayat yang menyeru manusia agar bersikap toleransi dan memaafkan kesalahan orang-orang yang berbuat salah.

Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْنَا ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَآ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَإِنَّ ٱلسَّاعَةَ لَءَاتِيَةٌ ۖ فَٱصْفَحِ ٱلصَّفْحَ ٱلْجَمِيلَ

Artinya: "Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik." (QS Al Hijr: 85)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian dalam ayat lainnya, Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى ٱلسَّرَّآءِ وَٱلضَّرَّآءِ وَٱلْكَٰظِمِينَ ٱلْغَيْظَ وَٱلْعَافِينَ عَنِ ٱلنَّاسِ ۗ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُحْسِنِينَ

Artinya: "(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan." (QS Al Imran: 134)

Baca juga: 8 Sunah di Hari Jumat Berkah yang Sayang jika Dilewatkan, Berpahala Sangat Besar 

Kemudian Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman dalam Surat Al Furqan:

وَعِبَادُ ٱلرَّحْمَٰنِ ٱلَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى ٱلْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ ٱلْجَٰهِلُونَ قَالُوا۟ سَلَٰمًا

Artinya: "Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan." (QS Furqan: 63)

Demikian pula dalam sunah Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, banyak hadis yang menganjurkan untuk memaafkan kesalahan orang lain dan menyingkirkan kedengkian dalam hati.

Baca juga: 2 Waktu Terkabulnya Doa di Hari Jumat, Kapan Saja? 

Ibnu An-Najjar meriwayatkan Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda: "Sambunglah silaturahmi dengan orang yang memutusnya dan berbuat baiklah kepada orang yang telah bersikap buruk kepadamu. Katakan yang benar walaupun terhadap dirimu sendiri."

Dalam hadis lain, beliau bersabda: "Tidak ada takaran yang Iebih besar pahalanya di sisi Allah dari takaran amarah yang ditahan seseorang demi menghamp ridho Allah." (HR Ibnu Majah)

Sikap pemaaf dapat membuat manusia yang dianiaya atau dizalimi oleh orang lain mampu hidup dengan tenang dan damai. Sebab, sikap ini menjauhkannya dari kegelisahan atau tekanan emosi serta akibatnya yang dapat merugikan kesehatan.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Jumat 14 Januari 2022M/11 Jumadil Akhir 1443H 

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Jumat 14 Januari 2022M/11 Jumadil Akhir 1443H 

Memaafkan orang yang bersalah tidak berarti harus terus melanjutkan hubungan dengannya atau tetap menjaga perasaan terhadapnya, akan tetapi melupakan sikap buruknya dan menjauhkannya dari ingatan. Dengan demikian, akan hilang pula apa yang terpendam dalam hati.

Maksud menahan amarah dan memaafkan dalam hadis tersebut adalah memberi maaf saat mampu. Para perawi meriwayatkan dari Nabi dengan isnad yang baik, bahwa beliau bersabda: "Siapa yang menahan amarahnya padahal ia mampu mengeluarkannya, maka Allah akan memanggilnya sebagai pemuka seluruh makhluk, memberinya pilihan berupa bidadari-bidadari cantik. Ia boleh menikahi siapa saja di antara mereka yang diinginkannya."

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini