Share

Ini Cara Allah Ta'ala Hancurkan Pasukan Gajah Abrahah yang Hendak Menyerang Kakbah

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis · Rabu 02 Februari 2022 19:39 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 02 614 2541457 ini-cara-allah-ta-ala-hancurkan-pasukan-gajah-abrahah-yang-hendak-menyerang-kakbah-qVdqU3LuZX.jpg Ilustrasi hancurnya pasukan gajah Abrahah yang hendak menyerang Kakbah. (Foto: Istimewa/Wikipedia/nu.or.id)

PASUKAN gajah menjadi salah satu peristiwa bersejarah bagi umat Islam dengan diabadikan di dalam Alquran Surat Al Fil. Diceritakan alasan Abrahah menghancurkan Kakbah adalah perasaan iri dengki terhadap penduduk Kota Makkah.

Dikutip dari nu.or.id, perasaan itu dilandaskan karena Kakbah senantiasa dikunjungi oleh banyak orang dari segala penjuru Arab, baik untuk berhaji maupun sekadar berziarah.

Baca juga: Alasan Muhammadiyah Bolehkan Dorce Gamalama Dimakamkan Layaknya Perempuan, Ini Penjelasannya 

Pasukan Abrahah sendiri berasal dari Negeri Yaman yang berada dalam kekuasaan Abessinia (sekarang Ethiopia). Abrahah dan para pemimpin Abessinia menginginkan tempat ziarah itu berada di Yaman, bukan di Makkah.

Sehingga, mereka membangun gereja megah di Sana'a yang diberi nama Al Qalis. Harapannya dapat menjadi tempat ibadah haji terbesar di seluruh Arab, menyaingi Makkah.

Usaha yang telah diperjuangkannya pun sia-sia lantaran magnet Kakbah yang sangat besar terus menarik para pelancong untuk datang. Hal itu membuat api kedengkian pun kian menyulut hingga tidak terbendungkan lagi.

Dengan dipimpin langsung oleh Abrahah, pasukan besar dari Yaman dengan sebagian besar mengendarai gajah berbaris untuk menyerbu Kota Makkah sekaligus menghancurkan Kakbah.

Baca juga: Abu Nawas Lolos dari Pukulan Istrinya, tapi Malah Maling yang Bonyok, Kok Bisa? 

Sebelum tiba di Makkah, di daerah Mughammas, Abrahah mengutus seorang mendatangi Abdul Muthalib selaku pemimpin kota suci itu untuk memberitahukan bahwa mereka akan menghancurkan Kakbah.

Mengetahui hal itu, Abdul Muthalib dan rakyatnya tidak bisa berbuat banyak karena pasukan Abrahah sangat kuat. Dengan perasaan sedih bercampur takut, satu per satu penduduk Makkah meninggalkan tanah kelahirannya menuju bukit-bukit yang mengelilingi kota tua itu untuk bersembunyi.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Abdul Muthalib sendiri sebelum pergi menyempatkan untuk "pamit" terlebih dahulu ke Baitullah seraya berdoa kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

"Wahai Tuhanku, tidak ada yang kuharapkan selain dari-Mu. Wahai Tuhanku, selamatkan rumah-Mu dari serangan mereka. Sesungguhnya mereka yang akan merusak bait-Mu, adalah musuh-Mu."

Baca juga: Sejarah dan Keistimewaan Bulan Rajab, dari Isra Mikraj hingga Pecahnya Perang Yarmuk 

Doa Abdul Muthalib yang tulus dan amat bersungguh-sungguh itu kiranya dikabulkan oleh Allah Subhanahu wa ta'ala.

Sebelum menjamah Kakbah, tentara Abrahah telah disambut oleh gerombolan burung ababil yang melemparkan bebatuan. Mereka pun binasa bagaikan dedaunan yang dimakan ulat.

Di tengah peristiwa penyerangan yang dilakukan oleh pasukan gajah tersebut, lahir seorang anak laki-laki dari pasangan Abdullah bin Abdul Muthalib dan Aminah binti Wahab.

Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim Dianugerahi Anak Usai Menjamu Tamu dengan Sangat Mulia 

Setelah lahir di tahun gajah tersebut, Abdul Muthalib yang mendengar kabar ini sangat gembira, mengangkatnya, dan membawanya ke Kakbah. Ia memberi nama Muhammad untuk sang cucu, bukan nama umum di kalangan Arab saat itu.

Demikianlah cara Allah Subhanahu wa ta'ala menghancurkan pasukan bergajah yang hendak menghancurkan Kakbah. Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini