Share

4 Ulama Rusia yang Gigih Syiarkan Islam, Ada Penghafal Ratusan Hadis

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 10 Maret 2022 08:41 WIB
https: img.okezone.com content 2022 03 10 614 2559228 4-ulama-rusia-yang-gigih-syiarkan-islam-ada-penghafal-ratusan-hadis-Z287uf17Il.jpg Ilustrasi deretan ulama di Rusia yang gigih syiarkan Islam. (Foto: Shutterstock)

DERETAN ulama Rusia berikut ini memiliki peran penting dalam syiar agama Islam. Rusia memang tengah menjadi sorotan setelah melakukan operasi militer ke negara tetangganya Ukraina. Tetapi di luar dari peristiwa itu ternyata ada sejarah menarik tentang syiar Islam.

Ada banyak ulama Rusia yang melakukan syiar ajaran agama Islam di negara pecahan Uni Soviet tersebut. Siapa sajakah mereka? Simak ulasannya berikut ini, seperti telah MNC Portal himpun.

Baca juga: Perkasa! Istri Abu Nawas Pukuli Maling Sampai Bonyok, Ini Penyebabnya 

1. Ahmad Afandi Abdulaev

Ahmad Afandi Abdulaev adalah seorang ulama dan Mufti Dagestan. Ia menjabat sebagai Ketua Administrasi Spiritual Muslim Dagestan, Syekh Tarekat Naqsyabandiyah dan Syazaliyah, salah satu pemimpin spiritual Muslim Dagestan.

Ahmad Afandi lahir pada 15 September 1959 di Republik Sosialis Soviet Otonom Dagestan, di Desa Inkho, Daerah Gumbetovsky. Ia adalah cucu Syekh sufi terkenal Naqshbandiyah dan Shazaliyah, Abdulhamid Afandi.

Namanya mulai dikenal masyarakat luas setelah menjadi imam di sebuah masjid di daerah Kizilyurt pada 1991. Kemudian pada 1992, Ahmad Afandi mulai mengajar di Institut Agama Islam di Kizilyurt. Ia menjabat sebagai rektor saat itu.

Pada 1998 di Dewan Ulama Dagestan, Ahmad Afandi dengan suara bulat terpilih sebagai Mufti dan Ketua Administrasi Spiritual Muslim Dagestan.

Kemudian pada 2010, Ahmad Afandi menerima ijazah Mentor Spiritual dari Syekh Said Afandi al Chirkawi, tetapi ia tidak mengajar murid. Setelah Said Afandi wafat, penggantinya Syekh Abduljalil Afandi membuat perintah kepada Ahmad Afandi untuk mengajarkan para murid.

Lalu pada 2013, Mufti menerima status kehormatan sebagai Penjaga Relik atau peninggalan suci Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam, dan juga relik itu sendiri, termasuk rambut Nabi dan peningalan lain yang diberkahi.

Baca juga: Bacaan Zikir Pagi Hari Ini, Kamis 10 Maret 2022M/7 Syaban 1443H 

2. Talgat Safich Tadzhuddin

Talgat Safich Tadzhuddin adalah seorang Syekh al Islam Rusia, ketua Mufti Rusia dan kepala Direktorat Spiritual Muslim Pusat Rusia, dari 1992 hingga akhir 2015. Talgat lahir di Kazan, Uni Soviet, pada 12 Oktober 1948, dari keluarga Tatar. Ayahnya adalah seorang sopir truk dan ibunya bekerja di sebuah pabrik.

Pada 1973, Talgat terpilih sebagai imam khatib kedua dari Masjid Marcani yang bersejarah di Kazan. Lalu pada 1978, ia terpilih sebagai imam pertama masjid tersebut. Lanjut pada 19 Juni 1980, Talgat terpilih sebagai mufti dan ketua Direktorat Spiritual Muslim Bagian Eropa Uni Soviet dan Siberia (DUMES), satu dari empat direktorat di Uni Soviet saat itu.

Kemudian pada Mei 1990, konferensi kepala Direktorat Spiritual Muslim Uni Soviet memilihnya sebagai ketua direktorat hubungan internasional organisasi Muslim Uni Soviet, lalu asosiasi hubungan eksternal organisasi Muslim, yang masih dipimpinnya. Pada Desember 2015, Talgat akhirnya melepaskan jabatan administratifnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

3. Imam Syamil

Imam Syamil adalah seorang ulama dan imam dari Keimaman Kaukasus dan tokoh tarekat Naqsyabandiyah di Dagestan. Imam Syamil berasal dari Suku Avar, salah satu suku Muslim yang bermukim di Kaukasus. Imam Syamil lahir di Desa Gimry sekira 1797 (menurut sumber lain sekitar tahun 1799).

Imam Syamil merupakan tokoh penting dalam perang Kaukasus yang melawan pendudukan Rusia atas kampung halamannya dan merupakan pahlawan nasional rakyat Kaukasus Utara. Ia juga pemimpin yang terkenal dan pemersatu dataran tinggi Dagestan dan Chechnya.

Imam Syamil sudah memiliki bakat dengan kemampuan alami yang brilian sejak kecil. Ulama Qazi Mullah atau Ghazi Muhammad pun tertarik dan menggaet Shamil sebagai murid pertamanya. Mendampingi gurunya dalam berkampanye, Shamil sempat dikepung oleh pasukan Rusia di bawah komando Baron Rosen di desa asalnya Gimry pada 1832.

Beruntungnya, Shamil berhasil melarikan diri, meskipun terluka parah. Namun sayang, Qazi Mullah meninggal dunia saat itu. Setelah kematian sang guru, Gamzat-bek menjadi penerus dan imamnya. Shamil kemudian menjadi asisten utamanya, mengumpulkan pasukan, memperoleh sumber daya material, dan memimpin ekspedisi melawan Rusia dan musuh imam.

Pada 1834, Gamzat-bek dibunuh. Kemudian Shamil diproklamasikan sebagai imam. Selama 25 tahun, Shamil telah memerintah dataran tinggi Dagestan dan Chechnya. Dengan bakat militer serta keterampilan organisasi yang hebat, ia berhasil berperang melawan kekuatan besar Rusia kala itu.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Kamis 10 Maret 2022M/7 Syaban 1443H 

Baca juga: Mengenal Ulama Rusia Syeikh Jamalludin yang Gigih Syiarkan Islam di Nusantara 

4. Ghazi Muhammad

Qazi Mullah atau Ghazi Muhammad adalah seorang ulama dan pertapa Islam, yang merupakan Imam pertama Imamah Kaukasia. Ia adalah sekutu setia sekaligus sahabat Imam Shamil selama masa kecilnya di Dagestan. Keduanya belajar Alquran dan tasawuf bersama di Yaraghal.

Qazi Mullah menjadi salah satu pendakwah Islam terkemuka di Kaukasus. Ia telah menghafal lebih dari 400 hadis, memungkinkannya untuk memenangkan banyak perdebatan melawan pengkhotbah saingan di daerah tersebut. Pada 1829, Mullah diangkat menjadi imam di Ghimry, di mana ia secara resmi menyerukan perang suci.

Pada 1832, Mullah berhasil mengancam Vladikavkaz, namun Rusia memukul mundur serangan Mullah. Lalu ketika mereka menginvasi Ghimry, menurut legenda, Qazi Mullah meninggal dunia dalam keadaan duduk, kakinya terlipat di atas sajadah, satu tangan di janggutnya, dan yang lainnya menunjuk ke langit.

Wallahu a'lam bishawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini