Share

Gara-Gara Dengar Azan, Pemuka Agama di Amerika Ini Ketuk Pintu Masjid dan Ucap Syahadat

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 25 Mei 2022 15:35 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 25 621 2600106 gara-gara-dengar-azan-pemuka-agama-di-amerika-ini-ketuk-pintu-masjid-dan-ucap-syahadat-VRU1QXl56L.jpg Kisah mualaf pemuka agama Amerika Serikat Samuel Shropshire. (Foto: YouTube Penduduk Langit)

HIDAYAH Islam bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah yang dialami oleh seorang pemuka agama asal Amerika Serikat. Dia mantap menjadi mualaf setelah bekerja di Arab Saudi sebagai penerjemah Alquran dan mendangar syahdunya suara azan.

Pemuka agama tersebut bernama Samuel Earle Shropshire. Sebelumnya ia memiliki pandangan buruk tentang Islam. Tidak terbesit sedikit pun pemikiran untuk mempelajari ajaran Islam, apalagi menjadi seorang Muslim.

Shropshire kemudian pergi ke Arab Saudi atas undangan koleganya, Safi Kaskas, yang saat itu sedang mengerjakan sebuah proyek. Kaskas dikenal sebagai penulis terjemahan Alquran dengan bahasa Amerika yang mudah dibaca oleh generasi muda.

Namun Shropshire ketika itu tidak menerjemahkan Alquran, karena dia tidak bisa berbahasa Arab. Kaskas mengajak Shropshire untuk memeriksa tata bahasa Inggris agar mudah dipahami oleh para pembacanya.

Baca juga: Takjub Bisa Doa Minta Langsung kepada Allah, Mantan Penyanyi Ini Putuskan Jadi Mualaf 

Pekerjaan itu tentu mengharuskannya membaca Alquran berulang-ulang. Saat itulah Shropshire terkejut karena menemukan nama Isa Almasih di dalamnya.

"Seperti yang bisa dibayangkan, karena tidak memiliki pengetahuan Islam, saya memiliki ratusan pertanyaan. Saya terkejut, saat membaca, kemudian menemukan Yesus (Isa Almasih) banyak disebutkan dalam Alquran," kata Shropshire, dikutip dari kanal YouTube Penduduk Langit, Rabu (25/5/2022).

Kisah mualaf pemuka agama Amerika Serikat Samuel Shropshire. (Foto: YouTube Penduduk Langit)

Isa Almasih dikisahkan sebagai salah satu nabi besar dalam Alquran. Bahkan, kisah tentang kelahiran Maryam pun diceritakan. Banyak mukjizat Isa dijelaskan dalam Alquran. Beberapa di antaranya tidak ditemukan dalam Alkitab. Hal itu makin membuatnya penasaran, bagaimana mungkin Isa lebih banyak diceritakan dalam Alquran?

Setiap malam Shropshire banyak melalui waktu sendirian di kamar tidur. Dia selalu berdiri di balkon kantor untuk melihat apa yang terjadi di luar. Jalan raya yang ramai dan sebuah masjid menjadi pemandangan rutinnya.

Baca juga: Masya Allah! Perampok Kejam Ini Masuk Islam Setelah Bertemu Seorang Muslim di Penjara 

Menurut dia, menara masjid terlihat seperti gereja khas di Amerika. Tetapi anehnya, dia sangat merindukan masjid dan terdorong untuk pergi ke sana. Tidak hanya pemandangannya, dia juga selalu mendengar azan berkumandang.

Beberapa bulan kemudian, Shropshire memberanikan diri menyusuri jalan dan mengetuk pintu Masjid Taqwa. Padahal biasanya orang tidak harus mengetuk pintu masjid, karena setelah membuka pintu jamaah langsung masuk.

Namun, karena Shropshire ragu kehadirannya akan diterima di masjid, dia memilih untuk mengetuk pintu terlebih dahulu sampai ada yang menyapanya.

Hingga akhirnya seseorang bernama Syafi'i menghampirinya. Shropshire pun mengatakan nama dan asalnya, kemudian meminta izin masuk ke masjid. Tanpa pikir panjang, Syafi'i yang merupakan muazin masjid tersebut langsung mengulurkan tangan dan memeluknya, mempersilakan Shropshire untuk masuk.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Kemudian Shropshire duduk di belakang shaf jamaah yang sedang sholat. Namun, dia tidak mengerti ibadah yang mereka lakukan. Dia hanya melihat pria berdiri, membungkuk, dan bersujud di lantai dan ada satu orang yang memimpin mereka.

"Saya hanya sedikit mengerti apa yang terjadi, tetapi saya merasa ada kehadiran Allah di masjid," ujarnya.

Baca juga: Kisah Bule Inggris Jadi Mualaf Gara-Gara Pergi ke Toko Ponsel, Temukan Kebenaran Islam 

Selama berada di masjid, Shropshire merasa nyaman karena orang-orang Muslim sangat ramah dengannya. Setelah tiga hari berada di masjid, Shropshire bertanya kepada Syafi'i tentang surat pertama Alquran, Al Fatihah. Dia pun meminta Syafi'i mengajarkannya karena bacaan itu sangat penting ketika sholat lima waktu.

Shropshire bisa menghafalkan surat tersebut, tetapi tidak mengerti artinya. Merasa penasaran, dia pun mulai membaca terjemahan dan menyadari bahwa dalam Surat Al Fatihah juga diajarkan dalam agama sebelumnya.

Shropshire mengaku tersentuh dengan ayat pertama Surat Al Fatihah yang berbunyi "Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang." "Hatiku tersentuh dengan kata-kata dalam Alquran dan cinta yang diberikan jamaah masjid," katanya.

Baca juga: Cerita Wanita Amerika Jadi Mualaf Setelah Lihat Tetangga Muslim di Seberang Jalan 

Shropshire kemudian diarahkan untuk mendatangi Yayasan Pendidikan Islam Al Hamra Jeddah. Di sana dia melihat anak-anak tampak bersemangat mempelajari Islam. Tidak ada satu pun ajaran radikal atau pun doktrin terorisme yang diajarkan di sana.

Hal itu makin membuatnya takjub, sehingga dia mantap untuk menjadi mualaf dan mengucapkan syahadat di tempat tersebut. Setelah memeluk agama Islam, kini dia terus-menerus memperdalam dan menyebarkan ajaran agama Islam kepada masyarakat.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini