Selain memanjatkan doa tersebut, bisa juga membaca Muawwidzatain, yakni terdiri dari surat-surat dalam kitab suci Alquran, yakni Surat Al Ikhlas, An-Nas, dan Al Falaq. Ketiganya merupakan surat yang memiliki kedudukan tinggi.
Lafaz Muawwidzatain yaitu:
أَنَّ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ فِى الْمَرَضِ الَّذِى مَاتَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ ، فَلَمَّا ثَقُلَ كُنْتُ أَنْفِثُ عَلَيْهِ بِهِنَّ ، وَأَمْسَحُ بِيَدِ نَفْسِهِ لِبَرَكَتِهَا
"Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam meniupkan kepada dirinya (bacaan) mu’awwidzatain (yaitu Surat Al Falaq dan An-Naas) ketika sakit yang menyebabkan beliau meninggal dunia. Ketika beliau sudah lemah, maka saya meniupkan (bacaan) mu’awwidzatain untuknya dan saya mengusap dengan menggunakan tangan beliau, karena mengharapkan berkahnya." (HR Bukhari)
Allahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)