Share

Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh Tidak Berurutan?

Hantoro, Jurnalis · Jum'at 12 Agustus 2022 19:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 12 330 2646812 bolehkah-puasa-ayyamul-bidh-tidak-berurutan-VoFk8pDGWC.jpg Ilustrasi puasa Ayyamul Bidh. (Foto: Shutterstock)

BOLEHKAH puasa Ayyamul Bidh tidak berurutan? Hal ini ternyata ditanyakan banyak orang. Terutama mengenai hukumnya menurut syariat Islam.

Dikutip dari laman Almanhaj, dianjurkan berpuasa tiga hari pada setiap bulan. Lebih utama hal ini adalah pada hari-hari putih atau Ayyamul Bidh yaitu hari ke-13, 14, dan 15 setiap bulan hijriah.

Baca juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2022 Dibarengi Puasa Senin Kamis Beserta Keutamaannyaย 

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu anhu berkata:

ุฃูŽูˆู’ุตูŽุงู†ููŠ ุฎูŽู„ููŠู„ููŠ ุจูุซูŽู„ุงูŽุซู ู„ุงูŽ ุฃูŽุฏูŽุนูู‡ูู†ู‘ูŽ ุญูŽุชู‘ูŽู‰ ุฃูŽู…ููˆุชูŽ ุตูŽูˆู’ู…ู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉู ุฃูŽูŠู‘ูŽุงู…ู ู…ูู†ู’ ูƒูู„ู‘ู ุดูŽู‡ู’ุฑูุŒ ูˆูŽุตูŽู„ุงูŽุฉู ุงู„ุถู‘ูุญูŽู‰ุŒ ูˆูŽู†ูŽูˆู’ู…ู ุนูŽู„ูŽู‰ ูˆูุชู’ุฑู

"Kekasihku memberikan wasiat kepadaku dengan tiga hal tidak akan aku tinggalkan sampai aku meninggal dunia, puasa tiga hari pada setiap bulan, sholat dhuha, dan tidur dalam kondisi sudah sholat witir." (HR Bukhari nomor 1124 dan Muslim: 721)

Dari Abdullah bin Amr bin Ash Radhiyallahu anhuma, Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku:

ูˆูŽุฅูู†ูŽู‘ ุจูุญูŽุณู’ุจููƒูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุตููˆู…ูŽ ูƒูู„ูŽู‘ ุดูŽู‡ู’ุฑู ุซูŽู„ุงูŽุซูŽุฉูŽ ุฃูŽูŠูŽู‘ุงู…ูุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ู„ูŽูƒูŽ ุจููƒูู„ูู‘ ุญูŽุณูŽู†ูŽุฉู ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุฃูŽู…ู’ุซูŽุงู„ูู‡ูŽุงุŒ ููŽุฅูู†ูŽู‘ ุฐูŽู„ููƒูŽ ุตููŠูŽุงู…ู ุงู„ุฏูŽู‘ู‡ู’ุฑู ูƒูู„ูู‘ู‡ู

"Cukup bagi kamu agar berpuasa tiga hari setiap bulan. Maka bagi kamu setiap kebaikan (dilipatgandakan) sepuluh kali. Maka itu adalah puasa dahr (setahun) penuh." [HR Bukhari nomor 1874 dan Muslim: 1159)

Baca juga: Bacaan Doa Buka Puasa Ayyamul Bidh Sekaligus Senin Kamis, Yuk Diamalkan!ย 

Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu berkata: "Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berkata kepadaku,

ุฅูุฐุง ุตูู…ู’ุชูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุดูŽู‘ู‡ู’ุฑู ุซูŽู„ุงุซู‹ุงุŒ ููŽุตูู…ู’ ุซูŽู„ุงุซูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ูˆูŽุฃูŽุฑู’ุจุนูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽุŒ ูˆุฎูŽู…ู’ุณูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽุฉูŽ

"Kalau kamu berpuasa dalam sebulan, maka berpuasalah pada hari ke-13, 14, dan 15." (HR Tirmizi nomor 761 dan An-Nasa'i: 2424. Dinyatakan hasan oleh Tirmizi dan disetujui Syekh Al Albany dalam kitab โ€˜Irwaโ€™ Al-Golil: 947)

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Syekh Muhammad Sholeh Al-Utsaimin rahimahullah ditanya, "Terdapat dalam hadis bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam memberikan wasiat kepada Abu Hurarah Radhiyallahu anhu agar berpuasa tiga hari untuk setiap bulan, kapan berpuasa hari-hari ini? Apakah secara berurutan?

Beliau menjawab, "Puasa tiga hari ini dibolehkan berpuasa secara berturut-turut atau terpisah. Boleh pada awal bulan atau di tengah atau di akhirnya. Masalah ini luas alhamdulillah. Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam tidak menentukan. Aisyah Radhiallahu anha ditanya, 'Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam berpuasa pada setiap bulan tiga hari? Beliau menjawab, 'Ya.' Dikatakan, 'Pada hari apa dalam satu bulan beliau berpuasa?' (Aisyah Radhiyallahu anha) berkata, 'Tidak memedulikan hari apa dalam satu bulan berpuasa.' (HR Muslim nomor 1160) akan tetapi pada hari ke-13, 14, dan 15 itu yang lebih utama. Karena ia termasuk Ayyamul Bidh." (Majmu Fatawa Syekh Ibnu Utsaimin, 20/soal nomor 376)

Baca juga: Luar Biasa! Ini Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh, Sangat Sayang jika Dilewatkanย 

Baca juga: Hukum Menggabungkan Puasa Syawal, Ayyamul Bidh, dan Senin Kamisย 

Dinukil dari Muslimah.or.id, dijelaskan bahwa puasa Ayyamul Bidh tidak harus tanggal 13, 14, 15 hijriah setiap bulannya. Syekh Abdul Aziz bin Baz menjelaskan:

ูŠุตูˆู… ุงู„ู…ุคู…ู† ุงู„ุซู„ุงุซุฉ ููŠ ุฃูŠ ูˆู‚ุช ู…ู† ุงู„ุดู‡ุฑุŒ ุงู„ุฑุณูˆู„ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุฃูˆุตู‰ ุจุตูŠุงู… ุซู„ุงุซุฉ ุฃูŠุงู… ู…ู† ูƒู„ ุดู‡ุฑุŒ ุณูˆุงุก ูƒุงู† ููŠ ุฃูˆู„ู‡ุŒ ุฃูˆ ููŠ ูˆุณุทู‡ุŒ ุฃูˆ ุขุฎุฑู‡ุŒ ุงู„ุฃู…ุฑ ูˆุงุณุน ุจุญู…ุฏ ุงู„ู„ู‡ุŒ ูˆุฅู† ุชูŠุณุฑ ุตูŠุงู… ุงู„ุจูŠุถ ุงู„ุซุงู„ุซ ูˆุงู„ุฑุงุจุน ุนุดุฑ ูˆุงู„ุฎุงู…ุณ ุนุดุฑ ู…ุชูˆุงู„ูŠุฉ ูู‡ูˆ ุฃูุถู„ุŒ ูˆุฅู„ุง ูุงู„ุฃู…ุฑ ูˆุงุณุนุŒ ูŠุตูˆู… ุงู„ุฅู†ุณุงู† ุงู„ุจูŠุถ ููŠ ุฃูŠ ูˆู‚ุช ู…ู† ุงู„ุดู‡ุฑ ู…ูุฑู‚ุฉุŒ ุฃูˆ ู…ุชูˆุงู„ูŠุฉ

"Seorang mukmin hendaknya puasa tiga hari dalam satu bulan di hari apa saja. Rasulullah Shallallahuโ€™alaihi Wasallam mewasiatkan untuk puasa tiga hari dalam setiap bulan, baik di awal, di tengah, maupun di akhir. Perkaranya longgar walhamdulillah. Jika bisa untuk puasa Ayyamul Bidh tanggal 13, 14, 15 secara berurutan, ini lebih utama. Jika tidak demikian, maka perkaranya longgar. Boleh seseorang puasa Ayyamul Bidh dalam hari yang terpisah-pisah dalam satu bulan, boleh juga berurutan."

Demikian penjelasan mengenai hukum puasa Ayyamul Bidh tidak berurutan. Semoga jelas dan bermanfaat. Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini