Share

Sudah Benarkah Sholat Kita? Ini Cara Mengoreksinya

Hantoro, Jurnalis · Kamis 18 Agustus 2022 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 18 330 2650018 sudah-benarkah-sholat-kita-ini-cara-mengoreksinya-ag6RrsGISm.jpg Ilustrasi sholat berjamaah. (Foto: Dok Okezone/Hantoro)

SUDAH benarkah sholat kita? Tentunya harus dilakukan koreksi terlebih dahulu agar mengetahui apakah sholat yang ditunaikan sudah benar sepenuhnya atau masih ada kekurangan.

Anggota Majelis Tabligh Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Ustadz Syakir Jamaluddin mengatakan sholat adalah ibadah yang salah satu fungsinya adalah untuk mengingat Allah Subhanahu wa ta'ala, dan sangat dahsyat pengaruhnya.

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini Kamis 18 Agustus 2022M/20 Muharram 1444H 

"Ibadah pertama yang akan dihisab adalah sholat, jika sholat tersebut baik, maka seluruh amalnya akan baik. Tetapi jika sholatnya tidak baik, maka begitu pula ibadah yang lainnya," tutur Ustadz Syakir dalam pengajian di Masjid Baiturrahman, Banjarnegara, Jawa Tengah, Ahad 7 Agustus 2022, dikutip dari Muhammadiyah.or.id.

Dia menerangkan, sholat dapat melindungi diri kaum Muslimin dari perbuatan keji sebagaimana terdapat dalam Surat Al Ankabut Ayat 45 yang memiliki makna, "Dan dirikanlah sholat, sesungguhnya sholat mampu mencegah perbuatan keji dan munkar."

Tetapi juga banyak ditemukan perbuatan yang keji dilakukan oleh orang yang menjalankan sholat. Lalu di manakah masalahnya? Yaitu, manusia tidak pernah menghadirkan Allah Subhanahu wa ta'ala dalam sholat yang dikerjakan. Jika manusia menghadirkan Allah Ta'ala dalam setiap sholat maka sholat tersebut akan bermakna besar.

Baca juga: Apa Itu Tajdid atau Pemurnian dalam Akidah dan Ibadah? 

Ustadz Syakir melanjutkan hadis Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam yang menyebutkan bahwa ketika umat beribadah seakan-akan melihat Allah Subhanahu wa ta'ala. Umat memang tidak melihat Allah Ta'ala, tetapi Allah selalu mengetahui hamba-Nya.

"Terutama sholat adalah media khusus yang diciptakan oleh Allah sebagai syariat bagi umat manusia, sehingga sudah sepantasnya kita mendatangkan Allah pada sholat kita agar sholat lebih bermakna," terangnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Dikutip dari buku Kuliah Fiqih Ibadah bahwa dalam hal ibadah jika masih ada dasar hadisnya maka tidak ada masalah. Menurut Ustadz Syakir, persoalan beda pemahaman itu wajar, tidak perlu diperselisihkan apalagi dipertengkarkan. Hal yang paling penting adalah adanya dalil dari Alquran dan hadis.

Selain menjelaskan tentang sholat, Ustadz Syakir juga menguraikan perbedaan gerakan sholat. Contoh yang dijelaskan yakni ketika sholat berjamaah maka gerakan imam dan makmum adalah sama.

Baca juga: Surat Al Waqiah Lengkap Bacaan Arab Latin, Tafsirnya Ayat 1-96, Buka di Alquran Digital Okezone 

Lalu bagaimana jika imam melakukan qunut? Maka jamaah dapat mengikuti sang imam atau tidak juga tidak mengapa.

Ketika imam menggerak-gerakkan jari pada saat tahiyat apakah makmum wajib mengikuti? makmum tidak mengikuti tidak mengapa.

Baca juga: Surat Al Mulk Lengkap Bacaan Arab Latin, Maknanya Ayat 1-30, Buka di Alquran Digital Okezone 

Gerakan yang dimaksud tidak boleh berbeda adalah gerakan-gerakan besar. Seperti ketika berdiri maka makmum ikut berdiri bukan melakukan gerakan yang lain.

Allahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini