Share

Dari Keluarga Beda Agama dan Korban Bully, Mualaf Cantik Putri Parera Temukan Ketenangan di Islam

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Sabtu 10 September 2022 10:37 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 10 621 2664714 dari-keluarga-beda-agama-dan-korban-bully-mualaf-cantik-putri-parera-temukan-ketenangan-di-islam-UAtXeDh1mP.jpg Kisah mualaf cantik Putri Parera. (Foto: YouTube Rukun Indonesia)

HIDAYAH Islam bisa datang kepada siapa saja atas kehendak Allah Subhanahu wa ta'ala. Inilah yang dialami Putri Parera, gadis cantik berusia 19 tahun yang mantap menjadi mualaf meski sempat di-bully teman sekolahnya saat masih kecil. 

Putri sebelumnya memeluk dua agama lantaran ibu dan ayahnya tidak seiman. Anehnya, ia justru lebih tertarik dan nyaman dengan agama Islam. Bahkan, Putri sempat masuk ke pesantren, walaupun tidak lama.

Kisah mualaf cantik Putri Parera. (Foto: YouTube Rukun Indonesia)

Di pesantren, ia memperdalam ilmu agama Islam, mulai sholat, puasa, hingga mengaji. Saat itulah Putri menemukan kedamaian dalam ajaran Islam. Dirinya merasa Allah Subhanahu wa ta'ala selalu memberi jalan keluar serta kemudahan dalam segala kesulitan yang dihadapi.

"Misalnya hari ini aku enggak ada duit, enggak tahu kenapa besoknya ada, entah dari teman, saudara, merasa ada Allah. Allah yang bikin tenang," ungkap Putri, dikutip dari kanal YouTube Rukun Indonesia, Sabtu (10/9/2022).

Sebelumnya Putri juga menjadi korban bullying karena ayah dan ibunya cerai. Cacian itu makin menjadi-jadi saat kondisi ekonomi keluarganya menurun drastis. Dia pun diejek habis-habisan oleh teman-teman sekolahnya karena tidak punya ayah.

Tidak hanya secara verbal, Putri juga pernah dijaili teman-temannya menggunakan petasan pada malam hari. Parahnya lagi, mereka sengaja mematikan listrik rumah Putri agar seluruh ruangan gelap dan wajah pelaku tidak terlihat. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Tidak pelak, Putri merasa sangat sedih dan stres mendapat perlakuan jahat serta cibiran pedas itu. Apalagi, ia masih duduk di bangku kelas V SD. Saking sedihnya, Putri sampai marah dan murka kepada Sang Pencipta, bahkan sempat memaki.

"Marah banget sama Tuhan, kok aku dikasih cobaannya banyak banget sih. Aku kan masih kecil. Bahkan, aku ngatain Tuhan saat itu, emangnya enggak ada orang lain yang bisa dibikin menderita?" kata Putri.

Hingga akhirnya ia coba mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Ketika itu ia merasa jauh lebih tenang menghadapi segala cobaan yang datang. Sebab, Putri selalu percaya bahwa dirinya tidak pernah sendirian, Allah Subhanahu wa ta'ala akan selalu ada di sisinya untuk membantunya.

"Jadi Islam itu lebih tenang, lebih merasa dikasih jalan sama Allah. Sebelum kenal agama kayaknya susah banget. Kita kadang kalau ingin menjadi lebih baik kan selalu dikasih cobaan berat. Tapi seberat-beratnya selalu bisa aku lewati," ujar Putri.

Akhir kata, ia hanya berpesan kepada orang-orang untuk selalu bersyukur dalam keadaan apa pun. Pasalnya dengan bersyukur, hidup akan terasa lebih tenang dan bahagia.

"Kita bahagia bukan untuk bersyukur, tapi bersyukur untuk bahagia. Kalau enggak bersyukur, kita enggak akan bahagia, hati kita enggak akan tenang," tandasnya.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini