Share

Zakat Penghasilan dari Gaji Kotor atau Gaji Bersih? Ini Penjelasannya

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Jum'at 23 September 2022 10:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 23 330 2673377 zakat-penghasilan-dari-gaji-kotor-atau-gaji-bersih-ini-penjelasannya-e6q9cCQLSM.jpg Ilustrasi zakat penghasilan dari gaji kotor atau gaji bersih? Ini penjelasannya. (Foto: Shutterstock)

ZAKAT penghasilan dari gaji kotor atau gaji bersih? Ini penjelasannya yang sangat penting diketahui setiap Muslim. Zakat sendiri wajib dikeluarkan dari pendapatan rutin, misalnya gaji. Namun terkadang masih ada saja yang bingung apakah zakat penghasilan dibayarkan berdasarkan gaji bersih atau kotor.

Sebelum menjawab hal itu, perlu diketahui bahwa anjuran membayar zakat sudah dijelaskan dalam ayat suci Alquran. Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman:

BACA JUGA:Kapan Batas Paling Akhir Mengeluarkan Zakat Fitrah? 

خُذْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَاتَكَ سَكَنٌ لَهُمْ ۗ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (QS At-Taubah, 9 : 103) 

 

Jika sudah paham tentang perintah zakat, selanjutnya tidak perlu pusing memikirkan apakah zakat penghasilan dibayar dari gaji kotor atau bersih. Pasalnya, keduanya boleh dilakukan.

BACA JUGA:5 Orang yang Tidak Diwajibkan Berzakat, Siapa Saja? 

Penghasilan Kotor (Bruto)

Dilansir Baznassalatiga.or.id, Dr Yusuf Al Qardhawi menjelaskan dalam bukunya bahwa zakat yang mencapai nisab 85 gram emas dalam jumlah setahun, harus dikeluarkan 2,5 persen ketika menerima gaji. Hal ini berarti sebelum gaji tersebut dikurangi kebutuhan apa pun. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Penghasilan Bersih (Netto)

Jika mengikuti ketentuan ini, berarti zakat dikeluarkan berasal dari pendapatan/harta yang sudah dikurangi kebutuhan pokok (pangan, utang, dan lainnya) namun masih mencapai nisab. Ketika dihitung ternyata masih mencapai nisab, maka seseorang wajib berzakat.

Jadi begitulah jawaban dari kebimbangan apakah zakat penghasilan dikeluarkan dari gaji kotor atau bersih. Namun, lebih utama atau afdhal zakat dikeluarkan dari penghasilan kotor. Pasalnya, dikhawatirkan ada harta yang sebenarnya wajib zakat namun tidak dizakati.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini