Share

Siapa Saja yang Boleh Menjadi Wali Nikah Perempuan?

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Senin 05 Desember 2022 14:00 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 05 330 2720792 siapa-saja-yang-boleh-menjadi-wali-nikah-perempuan-Ah0UiaQdoC.jpg Ilustrasi orang yang boleh menjadi wali nikah perempuan. (Foto: Shutterstock)

MASALAH yang kerap dihadapi oleh perempuan ketika hendak menikah adalah persoalan wali nikah. Terlebih lagi jika memang dirinya tidak lagi memiliki ayah atau sang ayah tidak memenuhi syarat sah sebagai wali, misalnya beragama non-Islam.

Jika hal tersebut terjadi, maka perempuan Muslim membutuhkan saudara lain untuk menjadi wali nikah. Tapi tidak bisa sembarangan mengenai siapa saja yang boleh jadi wali nikah perempuan. Itu semua sudah ditetapkan dalam Islam.

Sebagaimana penjelasan Ustadz Firman Arifandi, inilah pihak-pihak yang boleh menjadi wali nikah perempuan Muslim.

BACA JUGA:Hukum Menghadiri Undangan Pernikahan Menurut Islam, Benarkah Wajib? 

 

BACA JUGA:Doa untuk Pengantin Baru, Cocok Diberikan ke Kaesang Pangarep dan Erina Gudono 

1. Ayah

Wali nikah perempuan Muslim di urutan pertama adalah ayah. Tapi perlu diperhatikan lagi, jika ayah tidak memenuhi syarat sah atau telah tiada boleh digantikan oleh saudara lain.

2. Kakek

Ketika ayah berhalangan, pihak yang pertama kali harus dicari untuk menjadi wali nikah perempuan adalah kakek. Bukan sembarang kakek, melainkan kakek dari sisi ayah dan merupakan ayah kandung dari ayah, bukan angkat.

3. Saudara laki-laki kandung atau satu ayah beda ibu

Apabila kakek tidak ada, saudara laki-laki kandung (satu ayah dan satu ibu) boleh menjadi wali nikah perempuan. Jika tidak punya saudara laki-laki kandung, saudara laki-laki satu ayah (beda ibu) dibolehkan.

"Saudara tiri tapi satu ayah, sekalipun beda ibu, maka tidak apa-apa," kata Ustadz Firman Arifandi, dikutip dari kanal YouTube Rumah Fiqih, Senin (5/12/2022).

4. Keponakan laki-laki

Keponakan laki-laki atau anak laki-laki dari saudara laki-laki sekandung boleh menjadi wali nikah perempuan. Apabila saudara laki-laki sekandung tidak punya saudara laki-laki, diizinkan pula keponakan laki-laki dari saudara laki-laki satu ayah (beda ibu).

5. Paman dari ayah kandung

Selanjutnya pihak yang dibolehkan menjadi wali nikah perempuan adalah paman. Tapi perlu diperhatikan, paman yang dimaksud harus kakak atau adik dari ayah kandung.

6. Paman dari ayah seayah

Ustadz Firman Arifandi kemudian menjelaskan, apabila paman dari ayah kandung tidak ada, maka diizinkan paman dari ayah seayah menjadi wali nikah perempuan.

7. Anak laki-laki paman sekandung dan anak laki-laki paman seayah

Urutan wali nikah perempuan Muslim berikutnya jatuh pada anak laki-laki paman sekandung. Jika tidak ada, boleh diwakilkan oleh anak laki-laki paman seayah. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Harus Sesuai Urutan

Urutan wali nikah ini harus diperhatikan betul-betul. Tidak diizinkan langsung melompati urutan yang telah ditentukan, apalagi langsung meminta wali hakim padahal masih ada saudara yang lebih berhak menjadi wali nikah perempuan.

"Misalkan ada saudara kandung laki-laki masih tersisa, dia harus jadi wali terlebih dahulu. Tapi seandainya dia meridhoi perwaliannya kepada hakim, baru diperbolehkan menjadi wali," ujar Ustadz Firman.

Adapun mengenai urutan wali nikah perempuan, dikutip dari Kemenagmajalengka.id, dijelaskan pula oleh Imam Abu Suja' dalam kitab Matan Al Ghayah wa Taqrib yakni:

"Wali paling utama ialah ayah, kakek (ayahnya ayah), saudara lelaki seayah seibu (kandung) saudara lelaki seayah, anak lelaki saudara lelaki seayah seibu (kandung), anak lelaki saudara lelaki seayah, paman dari pihak ayah, dan anak lelaki paman dari pihak ayah. Demikianlah urutannya, apabila tidak ada waris ashabah, maka hakim."

Perlu diketahui, wali hakim merupakan pejabat yang ditunjuk dari Kementerian Agama sebagai wali nikah perempuan yang tidak memiliki wali.

Wallahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini