4. Gempa di masa Nabi Syuaib
Kaum Madyan di zaman Nabi Syuaib Alaihissallam juga runtuh setelah menerima azab dari Allah berupa gempa bumi dan guntur. Selain gemar menentang dakwah Nabi Syuaib, mereka juga kerap melakukan hal-hal merugikan.
Misalnya saja berbuat curang ketika berdagang serta merampok kafilah pedagang. Kisah gempa bagi penduduk Madyan ini bisa dilihat dari Surat Al Ankabut Ayat 36–37:
وَاِلٰى مَدۡيَنَ اَخَاهُمۡ شُعَيۡبًا ۙ فَقَالَ يٰقَوۡمِ اعۡبُدُوا اللّٰهَ وَ ارۡجُوا الۡيَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَلَا تَعۡثَوۡا فِى الۡاَرۡضِ مُفۡسِدِيۡنَ
"Dan kepada penduduk Madyan, (Kami telah mengutus) saudara mereka Syuaib, dia berkata, 'Wahai kaumku, sembahlah Allah, harapkanlah (pahala) hari akhir, dan jangan kamu berkeliaran di bumi berbuat kerusakan'." (36)
فَكَذَّبُوۡهُ فَاَخَذَتۡهُمُ الرَّجۡفَةُ فَاَصۡبَحُوۡا فِىۡ دَارِهِمۡ جٰثِمِيۡنَ
"Mereka mendustakannya (Syuaib), maka mereka ditimpa gempa yang dahsyat, lalu jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka." (37)
5. Gempa pada zaman Nabi Muhammad
Ada dua peristiwa gempa yang terjadi pada masa Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam bersama para sahabat. Pertama, gempa terjadi ketika Rasulullah berada di Gunung Tsabir. Seperti diriwayatkan Imam Tirmidzi, Ibnu Khuzaiman, Ad-Daruquthni, dari Utsman bin Affan menyebutkan:
"Apakah kalian tahu Rasulullah pernah berada di atas Gunung Tsabir di Makkah. Bersama beliau Abu Bakar, Umar, dan saya. Tiba-tiba gunung berguncang hingga bebatuannya berjatuhan. Maka Rasulullah mengentakkan kakinya dan berkata: 'Tenanglah Tsabir, yang ada di atasmu tidak lain kecuali Nabi, Shiddiq, dan dua orang Syahid'."
Kedua, gempa dialami Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam ketika beliau sedang naik ke Gunung Uhud. Dari hadits Imam Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik mengatakan:
"Nabi naik ke Uhud bersamanya Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Tiba-tiba gunung berguncang. Maka Nabi mengentakkan kakinya dan berkata: 'Tenanglah Uhud, yang ada di atasmu tiada lain kecuali Nabi, Shiddiq, dan dua orang syahid'."
Wallahu a'lam bisshawab.
(Hantoro)