Share

Kisah Mualaf Suporter Manchester United, Berawal Kagum Dengar Adzan di Afrika

Melati Septyana Pratiwi, Jurnalis · Rabu 28 Desember 2022 14:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 28 621 2735758 kisah-mualaf-suporter-manchester-united-berawal-kagum-dengar-adzan-di-afrika-CnjP09A9g0.jpg Kisah mualaf John Fontain suporter Manchester United. (Foto: YouTube Towards Eternity-Indonesia)

JOHN Fontain adalah seorang suporter klub raksasa Inggris Manchester United sekaligus penyanyi jazz yang memutuskan menjadi mualaf. Pria asal Kota Manchester ini telah mengarungi perjalanan panjang hingga yakin memeluk Islam.

Keraguan pada agama lamanya bahkan dimulai dari usianya yang masih menginjak 7 tahun. Kala itu John Fontain diminta menuliskan lagu tentang Tuhan di sekolah keagamaannya.

Dia membuat lagu bertema Tuhan. Tapi tiba-tiba saja seorang pemuka mengubah liriknya. John yang masih sangat belia sangat kaget. Dia merasa sosok yang ada di liriknya bukanlah Tuhan, melainkan utusan Tuhan. Di sinilah John mulai ragu pada agama lamanya.

"Hal itu menyadarkanku, di mana aku tidak yakin dengan agama ini. Aku tidak percaya ia adalah Tuhan. Bagiku, dia adalah seorang manusia, sebagai utusan Tuhan," kata John Fontain, dikutip dari YouTube Towards Eternity-Indonesia, Rabu (28/12/2022).

BACA JUGA:Viral Ibu Eva Ucap Syahadat Diantar Tetangga Sekampung, Sebulan Kemudian Anak-anaknya Ikut Mualaf 

Pertama Kali Menemukan Islam

Dalam benak John Fontain, Islam adalah agama para teroris. Ini bermula ketika dia menyaksikan berita-berita di televisi tentang kejadian 9/11 yang menimpa Gedung World Trade Center.

Banyak media membuat narasi buruk tentang kaum Muslimin. "Seseorang menabrakkan pesawat ke Gedung World Trade Center dan yang aku dengar hanya Muslim, Muslim, Muslim," ujar John.

Saat itu dia benar-benar meyakini bahwa Islam begitu buruk. Semua ini terjadi lantaran John belum tahu betul apa itu agama Islam. 

Kisah mualaf John Fontain suporter Manchester United. (Foto: YouTube Towards Eternity-Indonesia)

Perjalanan Bertemu Hidayah Islam 

Suatu ketika John Fontain harus bertandang ke Senegal. Di sana dia cukup terkejut karena di Afrika pun banyak Muslim.

Hal sederhana ini lantas membuatnya tertarik untuk memahami bagaimana bisa Islam sampai ke Afrika. Untuk pertama kalinya juga, ketika berkunjung ke Senegal, John dapat mendengar adzan.

"Sangat mengagumkan. Aku sangat senang mendengar panggilan beribadah," ungkap John Fontain.

BACA JUGA:Cerita Mualaf Rita: Dulu Benci Muslim, Ternyata Mereka yang Ikhlas Membantu 

Dia sempat pula diundang ke rumah salah seorang kawan Muslim. Lewat momen itu, John pun mengetahui aktivitas yang dilakukan kaum Muslimin.

Tapi tetap saja, hatinya belum tergerak dan bahkan John gemar melakukan diskusi dengan para Muslim guna mencari keburukannya. Bukannya menemukan sisi buruk Islam, dia malah makin dibuat penasaran.

"Jadi aku mulai mencari-cari keburukan Islam lewat diskusi dengan para Muslim. Namun makin aku penasaran dengan Islam, makin aku terpesona oleh ajarannya dan pesan-pesan dari Alquran. Lalu aku rasa aku bersedia menerima Islam," ucapnya.

Hingga suatu ketika nenek dari salah temannya yang beragama Islam meninggal dunia. Teman John itu menangis bukan karena ditinggal pergi oleh sang nenek. Ternyata dia sangat berharap neneknya bisa bertemu John Fontain dan mendoakan agar menjadi seorang muslim. Kejadian itu dirasa begitu penting dan membekas bagi John. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Makin Yakin pada Islam

Ketika usianya menginjak 23 tahun, John Fontain merasa makin bisa menerima agama Islam. Namun, ia masih tidak tahu bagaimana caranya menjadi seorang Mualaf.

Keyakinannya untuk mualaf kian kuat manakala John melihat video-video di YouTube dan menemukan banyak orang Inggris atau Amerika yang berpindah ke agama Islam.

"Jadi itulah yang mendorong aku berpikir: Aku harus mencari tahu tentang ini," tuturnya.

Perjalanannya menemukan hidayah Islam akhirnya berakhir di Mesir. Ketika sudah yakin betul pada Islam, John meminta seorang teman untuk diajarkan sholat.

Tapi sang teman menolak dengan alasan John belum masuk Islam. Temannya lalu menjelaskan dia harus mengucap dua kalimat syahadat terlebih dahulu jika ingin menjadi Muslim. Sepakat dengan itu, John Fontain akhirnya resmi menjadi seorang Muslim pada tahun 2008.

"Aku merasa seolah ada beban berat yang diangkat dari pundakku. Aku merasa bersih dan Alhamdulillah aku sudah percaya," bebernya.

Sejak saat itu John Fontain mulai mendalami Islam. Dimulai dari mempelajari Surat Al Fatihah dan juga mendirikan sholat.

Meskipun sempat merasa kesulitan karena harus beribadah lima kali dalam sehari, John tidak pantang menyerah dan tetap istikamah memeluk Islam.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis Okezone.com tidak terlibat dalam materi konten ini.

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini