AMALAN dan doa malam Lailatul Qadar, dapat menjadi cara umat Islam untuk mendapatkan keberkahan malam istimewa tersebut.
Mengingat malam lailatul qadar berada di penghujung bulan Ramadhan, tak ada salahnya umat Islam menutup bulan suci ini dengan ibadah yang melimpah ruah.
BACA JUGA:
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan contoh dengan lebih semangat melakukan amalan salih pada akhir-akhir bulan Ramadhan.
Ada dua alasan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam lebih giat beribadah pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan. Pertama, setiap amalan dinilai dari akhirnya; kedua, supaya meraih malam Lailatul Qadar.

(Amalan dan doa malam lailatul qadar, foto: Freepik)
Salah satu amalan yang baik untuk dilakukan di malam lailatul qadar adalah berdoa. Adapun doa malam Lailatul Qadar yang harus dibaca kaum Muslimin adalah sebagaimana dijelaskan dalam riwayat hadits berikut ini:
BACA JUGA:
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ إِنْ عَلِمْتُ أَىُّ لَيْلَةٍ لَيْلَةُ الْقَدْرِ مَا أَقُولُ فِيهَا قَالَ قُولِى اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى
"Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, 'Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, yaitu jika saja aku tahu bahwa suatu malam adalah malam lailatul qadar, lantas apa doa yang mesti kuucapkan?' Jawab Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Berdoalah: ALLAHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN TUHIBBUL ‘AFWA FA’FU ’ANNII (Ya Allah, Engkau Maha Memberikan Maaf dan Engkau suka memberikan maaf —menghapus kesalahan, karenanya maafkanlah aku—hapuslah dosa-dosaku)."
(HR Tirmidzi nomor 3513 dan Ibnu Majah: 3850. Abu 'Isa At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan sahih. Al Hafizh Abu Thahir mengatakan hadits ini sahih)
Tak hanya dengan doa, ada beberapa amalan yang dapat dilakukan untuk menambah keberkahan malam lailatul qadar. Imam Masjidil Haram, Syaikh Mahir Al Mu’aiqily, memberikan 13 pesan penting sebelum Ramadhan beranjak pergi agar bisa meraih keutamaan dan keberkahan malam Lailatul Qadar.
1. Sedekahkan kepada siapa saja setiap hari minimal 1 real atau kalau di Indonesia Rp1.000 dalam 10 malam terakhir ini sehingga apabila Lailatul Qodr jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau menyedekahkan sebanyak Rp 1.000 selama 84 tahun atau Rp 1.000 x 365 hari x 84 tahun.
2. Kerjakan sholat sunah minimal 2 raka'at tiap malam sehingga jika Lailatul Qodr jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau shalat 2 raka'at selama 84 tahun atau 2 raka'at x 365 hari x 84 tahun.
3. Bacalah Surah Al-Ikhlas minimal 3 kali setiap malam hingga apabila Lailatul Qodr jatuh pada 10 malam terakhir maka sama dengan engkau mengkhatamkan Quran selama 84 tahun.
4. Bacalah tafsir surat Al-Qodr dan pahami apa yang sesungguhnya terjadi pada Lailatul Qodr, akan kita rasakan keagungan dan kekuatannya, insya Allah.
5. Jangan menunggu hingga malam ke 27 untuk memperbanyak 'amal sholeh dan beribadah semaksimal mungkin. Karena seluruh malam dari sepuluh malam terakhir seharusnya jadi targetmu. Bangunlah setiap malamnya. Jangan sampai kesempatan meraih Lailatul Qadar terlewati begitu saja.
6. Hafalkan doa malam Lailatul Qodar yang diajarkan oleh baginda Rosululloh shollalloohu ‘alaihi wa sallam ini:
اللهم إنك عفو تحب العفو فاعف عني
ALLOOHUMMA INNAKA ‘AFUWWUN, TUHIBBUL ‘AFWA FA’ FU’ANNI
Artinya: "Ya Alloh, Engkau Maha Pengampun dan menyukai pengampunan, maka ampunilah aku."
7. Sempatkan tidur siang (qaylulah) sejenak jika memungkinkan.
8. Jangan lupakan keluargamu! Nabi Muhammad senantiasa membangunkan para istrinya pada malam-malam ini. Anak-anak pun bisa diajak beribadah untuk beberapa saat walau mungkin tidak selama orang dewasa. Semangati dan berilah motivasi pada mereka!
9. Cara kita berpakaian dan mempersiapkan diri akan berpengaruh secara psikologis. Pakailah pakaian yang bagus dan wewangian yang syar’i ketika beribadah.
10. Jagalah perut agar tidak terlalu kenyang dan tidurlah segera setelah 'Isya' dan Tarawih sekadar untuk menyegarkan diri. Lalu bangunlah untuk mendirikan sholat malam.
11. Seluruh ibadah di bulan Romadhon ini bukan lah ajang untuk pasang status (misalnya : “Alhamdulillaah, nikmatnya bermunajat kepada-Nya malam ini” dsb) di Facebook atau media sosial lainnya. Biarlah itu jadi rahasia indah antara engkau dengan Allah.
12. Sabar adalah kunci untuk mendapatkannya. 10 malam terakhir mungkin akan sangat melelahkan. Di siang hari anda mungkin masih harus bekerja, sekolah atau aktifitas lainnya. Ini adalah saat untuk mengerahkan kesabaran semaksimal mungkin. Ingatlah Alloh telah memberi kita kesempatan berharga (akan luasnya ampunan) yang mungkin saja tidak datang lagi.
13. Ini yang paling penting: Berbaik sangkalah pada Allah. Ketika bermunajat, ingatlah kau sedang meminta pada Raja Yang Maha Pemurah dan Pengampun. Jika kau berharap yang terbaik, Dia akan memberimu yang terbaik. Jangan ragu-ragu, yakinlah dan tumpahkan seluruh isi hatimu di hadapan-Nya. Jangan biarkan keragu-raguan dan prasangka buruk menjauhkanmu dari-Nya.
Allahu a'lam bisawab.
(Vivin Lizetha)