Kakek berusia 110 tahun ini tergabung dalam kloter 19 Surabaya (SUB). Meskipun usianya sudah senja, dia terlihat sehat dengan menggunakan kursi roda.
Nama Mbah Hardjo Mislan pun menjadi pembicaraan sejak nama dan usianya terekam dalam sistem komputerisasi haji terpadu (siskohat).
Bahkan, sejak tiba di Bandara AMAA, Mbah Hardjo menjadi pusat perhatian hingga dirinya banyak dimintai foto Bersama. Dia pun melayaninya dengan ramah, baik petugas Bandara AMAA maupun gadis-gadis bercadar, yang biasanya galak menegur jamaah.
Kepala Daerah Kerja Bandara ( Daker Bandara) PPIH Arab Saudi Abdillah M Tohir menyambut Hardjo Mislan di depan mesin X-Ray.
Mbah Hardjo mengaku senang sekali bisa tiba di Tanah Suci dengan selamat untuk menunaikan ibadah haji.
"Umur 110 tahun. Alhamdulilah sehat, kaki tidak sakit. Perut juga tidak sakit," kata Hardjo Mislan kepada Media Center Haji (MCH) 2024, dikutip, Jumat (17/5/2024).
Mbah Hardjo menunaikan rukum Islam kelima bersama tiga anggota keluarganya. Dia juga didampingi oleh anaknya Sirmad, menantu dan besannya.