Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Nabi Musa Berguru kepada Khidhir, Ini 12 Hikmahnya

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Selasa, 11 November 2025 |16:22 WIB
Kisah Nabi Musa Berguru kepada Khidhir, Ini 12 Hikmahnya
Kisah Nabi Musa Berguru kepada Khidhir, Ini 12 Hikmahnya (Ilustrasi/Freepik)
A
A
A

Ketujuh, menghargai guru sebagai perantara nikmat Allah. Dalam kalimat “عَلٰى أَنْ تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ” terkandung pengakuan bahwa guru adalah perantara nikmat ilmu dari Allah. Karena itu dikatakan: 

  أَنَا عَبْدُ مَنْ تَعَلَّمْتُ مِنْهُ حَرْفًا 

Artinya: “Aku adalah hamba bagi orang yang telah mengajariku satu huruf.” 

Kedelapan, tunduk dan tidak membantah guru. Permintaan untuk mengikuti menunjukkan kesiapan untuk menaati dan tidak membantah. Seorang murid hendaknya bersikap taslim, menerima bimbingan dengan lapang dada. 

Kesembilan, mengikuti guru secara total. Nabi Musa menunjukkan komitmen penuh untuk mengikuti dalam segala hal. Ini bukan ketaatan buta, tetapi kesungguhan dalam proses menuntut ilmu. 

Kesepuluh, rendah hati meski memiliki kedudukan tinggi. Meski Nabi Musa adalah rasul yang berbicara langsung dengan Allah dan membawa kitab Taurat, Nabi Musa tetap tawadhu. Semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin besar pula rasa hormatnya kepada para pemilik ilmu. 

Kesebelas, mendahulukan khidmah sebelum menuntut ilmu. Dalam ayat itu, Nabi Musa mendahulukan kata “mengikuti” sebelum “belajar”. Ini mengandung makna bahwa khidmah kepada guru adalah bagian dari proses memperoleh ilmu. 
Kedua belas, ikhlas dan tidak mengharapkan imbalan duniawi. Nabi Musa berkata kepada Khidhir:

 لَا أَطْلُبُ مِنْكَ عَلَى هَذِهِ الْمُتَابَعَةِ الْمَالَ وَالْجَاهَ وَلَا غَرَضَ لِي إِلَّا طَلَبُ الْعِلْمِ 

Artinya: “Aku tidak meminta kepadamu harta, kedudukan, atau kepentingan duniawi apa pun atas pengikutanku ini. Tujuanku semata-mata hanya untuk menuntut ilmu.” 

Dari satu ayat saja, tersimpan dua belas pelajaran adab yang luar biasa. Kisah Nabi Musa dan Nabi Khidhir adalah cermin bagi para penuntut ilmu di segala zaman. Ia menegaskan, keberkahan ilmu tidak hanya terletak pada banyaknya pengetahuan, tetapi pada adab yang menyertainya.


Wallahualam 

(Erha Aprili Ramadhoni)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement