Muhasabah dan taubat: Mengisi Rajab dan Sya’ban dengan istighfar, perbaikan hubungan dengan sesama, dan penguatan niat agar Ramadhan nanti tidak hanya menjadi rutinitas tahunan.
Menguatkan tilawah: Menyetel target bacaan Al-Qur’an sejak Rajab sehingga saat Ramadhan tiba sudah terbiasa dengan ritme baca harian.
Menata waktu dan finansial: Menyusun agenda kerja, jam istirahat, dan persiapan zakat/infak lebih awal mengingat Ramadhan 1447 H di Indonesia diproyeksikan berlangsung dari 18 Februari hingga 19 Maret 2026, beririsan dengan aktivitas rutin dan tahun ajaran.
Dengan memanfaatkan awal Januari 2026 sebagai fase awal latihan puasa dan amalan pendukung, umat Islam dapat menyambut Ramadhan 1447 H dalam kondisi yang lebih siap—baik secara fisik maupun ruhani—serta terhindar dari budaya “kaget Ramadhan” yang sering muncul ketika persiapan dilakukan terlalu mepet.