Di masyarakat Muslim, sebagian juga menambah puasa sunnah di bulan Rajab sebagai bentuk pengagungan terhadap salah satu bulan haram, meski ulama berbeda pendapat mengenai kekhususan rajin berpuasa sepanjang Rajab secara spesifik. Karena itu, sejumlah dai biasanya menganjurkan format aman: memperbanyak puasa yang memang disepakati keutamaannya (Senin-Kamis dan ayyaamul bidh).
Secara kalender, akhir Januari 2026 sudah mulai bersinggungan dengan Sya’ban 1447 H, yang tradisionalnya dikenal sebagai bulan “pemanasan” menjelang Ramadhan. Sebagian ulama menilai Sya’ban adalah waktu penting untuk mengisi “celah” antara Rajab dan Ramadhan dengan memperbanyak puasa dan tilawah, sebagaimana sejumlah riwayat menyebut Nabi sering memperbanyak puasa di bulan tersebut.
Dari sisi praktis, dua bulan sebelum Ramadhan—mulai Rajab hingga Sya’ban—sering disarankan sebagai fase pembiasaan: membangun stamina, mengatur pola makan, dan melatih konsistensi ibadah agar tidak kaget ketika Ramadhan tiba. Awal Januari 2026 yang jatuh di pertengahan Rajab dengan jarak sekitar enam pekan ke 1 Ramadhan 1447 sangat cocok dijadikan titik start pribadi.
Menjelang Ramadhan, umat Muslim dianjurkan memperbanyak puasa, terutama di bulan Sya'ban seperti yang dilakukan Nabi Muhammad SAW. Bulan Rajab bisa dianggap sebagai awal mula latihan menuju ke bulan Ramadhan, yang dilanjutkan ke bulan Sya'ban sebagai pemanasan.
قَالَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ إِنِّي قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَقَدْ رَأَيْتُكَ تَصُومُ فِي شَعْبَانَ قَبْلَ رَمَضَانَ فَلَوْ صُمْتَ فِيهِ مَعَ رَمَضَانَ لَكَانَ ذَلِكَ صِيَامًا دَائِمًا قَالَ «الشَّهْرُ الَّذِي بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ شَعْبَانُ يَصُومُهُ نَاسٌ وَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أُصَادِمَهُمْ بِصَوْمِي»
Qāla Usāmatu bnu Zaidin innī qultu yā Rasūlallāh laqad ra’aytuka taṣūmu fī sya‘bāni qabla Ramadān fa law ṣumta fīhi ma‘a Ramadān lakāna dzālika ṣiyāman dā’iman qāla "Asy-syahru alladzī bayna Rajabin wa Ramadān sya‘bānun yaṣūmuhu nāsun wa anā uḥibbu an uṣādimahum biṣawmī."
Artinya: Usamah bin Zaid berkata, "Aku berkata: 'Wahai Rasulullah, aku melihat engkau banyak berpuasa di bulan Sya'ban sebelum Ramadhan. Kalau engkau berpuasa di bulan itu bersamaan Ramadhan, niscaya itu menjadi puasa yang terus-menerus.' Beliau bersabda: 'Bulan yang berada di antara Rajab dan Ramadhan, yaitu Sya'ban, banyak orang berpuasa di bulan itu, dan aku ingin bersaing dengan mereka dalam berpuasa.'". (HR. Nasa’i dan Ahmad)