JAKARTA - Malam Nisfu Syaban adalah kesempatan emas untuk melakukan persiapan spiritual yang mendalam sebelum memasuki bulan suci Ramadhan. Doa-doa yang dipanjatkan pada malam istimewa ini dipercaya memiliki kemuliaan tersendiri, mengingat hadis yang menyatakan lima malam—termasuk malam Nisfu Syaban—merupakan waktu di mana doa tidak ditolak oleh Allah SWT.
Dengan mengamalkan doa-doa yang tepat, umat Muslim dapat membersihkan hati, menghapus dosa-dosa masa lalu, dan memohon taufik untuk menjalani ibadah Ramadhan dengan lebih khusyuk dan bermakna.
Sejak memasuki bulan Syaban, umat Muslim dianjurkan membaca doa berkah untuk menyambut Ramadhan. Berikut bacaannya:
اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
Allahumma baarik lanaa fii rajab wa sya'ban wa ballighna ramadhana
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, dan sampaikanlah kami kepada bulan Ramadhan."
Doa ini diriwayatkan dari doa Nabi Adam ketika turun ke bumi. Doa ini mengandung permohonan agar catatan amal yang buruk dihapus dan diganti dengan catatan yang baik:
اللهم يا ذا المن ولا يمن عليك يا ذا الجلال والإكرام يا ذا الطول والإنعام، لا إله إلا أنت، ظهر اللاجئين وجار المستجيرين وأمان الخائفين
Allahumma yā dzal manni wa lā yumannu alaika ya dzal jalāli wal ikrām, Yā dzath thauli wal in'ām, lā ilāha illa anta, zhahar al-lājīn, wa jār al-mustajīrīn, wa amān al-khā'ifīn
Artinya: "Wahai Tuhanku yang maha pemberi, engkau tidak diberi. Wahai Tuhan pemilik kebesaran dan kemuliaan. Wahai Tuhan pemberi segala kekayaan dan segala nikmat. Tiada tuhan selain Engkau. Engkau adalah kekuatan orang-orang yang meminta pertolongan, penolong orang-orang yang mencari perlindungan, dan tempat aman orang-orang yang takut."
Dilanjutkan dengan permohonan: "Tuhanku, jika Engkau telah mencatatku pada Lauh Mahfuzh sebagai orang celaka, sial, atau berrezeki sempit, maka hapuskanlah catatan tersebut. Dengan karunia-Mu, catatlah aku sebagai orang yang berbahagia, berrezeki luas, dan sukses dalam berbuat kebaikan."
Amalan inti ini kemudian diikuti denga memperbanyak istighfar berulang-ulang dan dua kalimat syahadat.
Selain doa, beberapa amalan pendukung yang dianjurkan adalah membaca Surat Yasin tiga kali berturut-turut dengan niat berbeda: pertama untuk memohon umur panjang dalam ketaatan, kedua untuk memohon rezeki halal dan perlindungan dari keburukan, dan ketiga untuk memohon ditetapkannya iman hingga akhir hayat. Melaksanakan shalat sunnah seperti Shalat Tahajud atau Shalat Hajat juga merupakan amalan yang baik tanpa perlu mengkhususkan bilangan tertentu.
Untuk melanjutkan momentum persiapan, berikut doa menyambut Ramadhan:
اللهم بلغنا رمضان وأعنا على الصيام والقيام واجعلنا فيه من المقبولين والمغفور لهم
Allahumma ballighna Ramadhan, wa a'inna 'ala as-siyami wal-qiyam, waj'alna fihi minal maqbulin wal maghfur lahum
Artinya: "Ya Allah, sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan, dan bantulah kami untuk berpuasa serta melaksanakan qiyam. Jadikanlah kami termasuk orang-orang yang diterima amalannya dan diampuni dosa-dosanya."
Pentingnya malam ini terletak pada niat yang ikhlas dan hati yang benar-benar ingin bertaubat. Ulama sepakat bahwa pengamalan hadits dhaif diperbolehkan untuk fadhail a'mal (keutamaan amalan) selama tidak dijadikan wajib atau berlebih-lebihan. Fokus utama adalah memperbanyak doa, istighfar, dan membersihkan hati dari dendam dan kebencian. Dengan begitu, doa-doa yang dipanjatkan pada malam Nisfu Syaban dapat menjadi jembatan menuju Ramadhan yang lebih bermakna, penuh berkah, dan pembersihan dosa yang mendalam.
(Rahman Asmardika)