JAKARTA - Ibadah haji adalah salah satu rukun Islam kelima yang wajib ditunaikan oleh umat Islam yang telah mampu. Sebagai salah satu ibadah utama, haji memang memiliki keutamaan luar biasa dalam menyucikan jiwa, asal memenuhi syarat tertentu.
Karena itulah kerap muncul pertanyaan mengenai apakah ibadah haji mampu menghapus dosa besar maupun kecil? Berikut penjelasannya menurut para ulama.
Keutamaan Haji Mabrur
Haji mabrur adalah ibadah haji yang diterima dan dipuji oleh Allah SWT, sehingga memperoleh pahala yang sempurna. Menurut istilah syar’i, haji mabrur adalah pelaksanaan rukun haji yang sah dan sempurna, yang akan mendapat balasan surga.
Rasulullah bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قال سَمِعْتُ رسولَ الله صلى الله عليه وسلم يقول مَنْ حَجَّ، فلَمْ يَرْفُثْ، وَلم يَفْسُقْ، رَجَعَ مِنْ ذُنُوْبِهِ كَيَوْمَ وَلَدْتُهُ أُمُّهُ
Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, beliau berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa berhaji lalu tidak melakukan rafats (perkataan atau perbuatan keji) dan tidak fasiq (berbuat maksiat), maka ia kembali dari dosa-dosanya seperti hari ibunya melahirkannya.’”
Dari hadis ini bisa disimpulkan bahwa ibadah haji dapat menghapus dosa baik besar maupun kecil, asalkan mencapai ibadah yang mabrur.
Hadis lain berbunyi:
الْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ
Artinya: “Haji mabrur tidak ada balasannya kecuali surga.”
Meski begitu, para ulama mengingatkan bahwa meski haji mabrur menghapus dosa besar, hal itu bukan alasan untuk sengaja bermaksiat sebelumnya. Para ulama juga mengutamakan taubat nasuha sebagai upaya untuk memohon ampunan Allah SWT dan menghapus dosa.
Perlu diingat bahwa mencapai ibadah haji yang mabrur bukanlah perkara mudah, dan penghapusan dosa adalah hak Allah SWT. Jamaah haji disarankan bertaubat terlebih dahulu, melunasi hak orang lain, serta menjaga ihram dari larangan agar ibadah haji bisa dijalankan dengan baik dan sempurna.
///
(Rahman Asmardika)