FEBI Eka Putri, Mahasiswi Indonesia di Serbia mengatakan, bahwa menikmati 10 hari terakhir Ramadhan di negara yang ditinggalinya ini sekarang sangat berbeda dengan Indonesia. Di mana tantangan demi tantangan ia harus lewati berpuasa di negara minoritas Muslim.
Febi mengatakan, bahwa muslim di Serbia saat melewati malam Lailatul Qadar sangat berbeda dengan di Indonesia, yang benar-benar tak ada persiapan dan tidak melakukan BB itikaf di masjid.
BACA JUGA:
"Sebenarnya tuh teman-teman udah nyoba itikaf di masjid di Beograd, tapi ternyata beda banget. Kalau di Indonesia bawa barang-barang untuk tiduran di masjid, seperti bawa kasur. Juga bawa anak dan keluarga," ujarnya saat live bersama Okezone dengan tema "Mencari Berkah Lailatul Qadar di Serbia", Jumat (14/04/2023).
Selain itu menurutnya, kebanyakan muslim di Beograd adalah laki-laki dan jarang ada perempuan yang datang ke masjid. Sehingga ketika ada wanita yang datang untuk itikaf atau sholat mereka akan bertanya-tanya.
BACA JUGA:
"Muslim di Beograd itu lebih banyak laki-lakinya, jadi kalau kita yang perempuan datang (ke masjid) ditanya kamu mau apa," katanya.