5 Contoh Kultum Ramadhan 2026 Singkat 7 menit

Rahman Asmardika, Jurnalis
Selasa 24 Februari 2026 17:19 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Di bulan Ramadhan ini, semakin banyak kesempatan bagi umat Islam untuk menambah pahala dan keberkahan. Salah satunya adalah dengan berdakwah melalui ceramah atau kultum singkat di depan majlis, terutama seusai sholat Subuh atau menjelang waktu berbuka puasa.

Berikut lima contoh materi kultum menarik yang bisa digunakan sebagai panduan untuk ceramah singkat

Judul: Hakikat Puasa Bukan Sekadar Lapar Haus

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.

Saudara-saudaraku yang dimuliakan Allah, puasa sering kita pahami sempit, hanya "pindah jam makan" dari siang ke malam. Padahal, menahan lapar haus saja belum lengkap jika mata, telinga, dan anggota tubuh lain masih memandang atau melakukan maksiat.

Imam Al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumuddin mengklasifikasikan puasa menjadi tiga tingkatan. Puasa umum (shaumul umum) hanya menahan perut dan kemaluan dari makan, minum, hubungan badan. Puasa khusus (shaumul khusus) menjaga pancaindra—mata dari zina pandang, telinga dari ghibah, lisan dari dusta, tangan-kaki dari dosa. Puasa khususul khusus adalah puasa hati, menjauhi pikiran duniawi, fokus hanya kepada Allah.

Rasulullah SAW tegas: كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْعَ وَالْعَطَشَ – "Banyak orang puasa hanya dapat lapar dahaga" (HR An-Nasa’i, Ibnu Majah). Puasa sempurna justru menahan seluruh tubuh dari maksiat seperti perut dari makanan.

Hadits lain peringatkan: خَمْسٌ يُفْطِرْنَ الصَّائِمَ الْكَذِبُ وَالْغِيبَةُ وَالنَّمِيمَةُ وَالْيَمِينُ الْكَاذِبَةُ وَالْنَّظَرَ بِشَهْوَةٍ – "Lima hal membatalkan pahala puasa: dusta, ghibah, namimah, sumpah palsu, pandang syahwat." (Riwayat Bidayatul Hidayah).

 

Syekh Nawawi al-Bantani menjelaskan, puasa saleh (shaumul khusus) jaga mata dari haram, lisan dari keji, telinga dari maksiat. Rasulullah waspadai: النَّظَرَ سَهْمٌ مَسْمُومٌ مِنْ سِهَامِ إِبْلِيسَ – "Pandangan haram anak panah beracun iblis. Meninggalkannya karena takut Allah, diberi iman yang manis di hati" (HR Ahmad).

Di era media sosial saat ini, menjaga pandangan lebih sulit. Bukan hanya jalanan, algoritma scroll tawarkan konten syahwat. Ini butuh puasa digital—tahan jari klik konten haram, jihad besar saat berbuka!

Syaikh Muhammad Mahfudh At-Tarmasi kutip al-Mutawalli: "Puasa mata dari haram, telinga dari maksiat, lisan dari dusta-ghibah." Era digital, tantangan berat tapi pahala besar.

Saudaraku, Ramadan momentum latih mata lihat kebaikan saja. Jangan hanya lapar haus, tapi jiwa suci taat. Rasulullah janjikan cahaya iman bagi yang tundukkan pandang. Jadikan puasa latihan total: perut, mata, hati untuk Allah. Semoga kita bukan puasa kosong, tapi juga mendapatkan ampunan dan takwa.

Judul: Sholat Tarawih dan Witir Penghidup Malam Ramadan

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah, Ramadan bulan penuh berkah diisi rangkaian ibadah istimewa. Salah satu amalan utama adalah sholat Tarawih dan Witir setiap malam setelah sholat Isya, dengan Witir lebih utama di akhir malam sebagai penutup ibadah sunnah. Bukan sekadar rutinitas, keduanya menghidupkan malam-malam Ramadan dengan ketaatan kepada Allah.

Sholat Tarawih sunnah muakkad sangat dianjurkan berjamaah di masjid, meski boleh sendiri. Keutamaannya luar biasa: Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

"Barang siapa melaksanakan sholat (Tarawih) di Ramadan dengan iman dan ikhlas karena Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang lalu." (HR Muslim).

 

Imam An-Nawawi menjelaskan:

وَالْمُرَادُ بِقِيَامِ رَمَضَانَ صَلاَةُ التَّرَاوِيْحِ

Artinya:"Qiyamul layl Ramadan adalah sholat Tarawih, disepakati ulama kesunnahannya" (Syarh Muslim).

Jadi, Tarawih bukan hanya pahala, tapi jalan ampunan dosa kecil dan penghidupan malam mulia.

Tak kalah pentingadalah sholat Witir, yang berarti ganjil, praktik sholat sunnah yang satu ini juga dianjurkan untuk dilakukan dengan rakat ganjil, misal satu, tiga, lima, tujuh rakat dan angka ganjil lainnya.

Hal ini berdasarkan salah satu hadits Riwayat Ibnu Khuzaimah, Rasulullah saw bersabda:

أَوْتِرُوا يَا أَهْلُ اَلْقُرْآنَ، فَإِنَّ اَللَّهَ وِتْرٌ يُحِبُّ اَلْوِتْرَ

Artinya, “Berwitirlah kalian semua wahai ahli Al-Qur’an, karena sesungguhnya Allah itu ganjil, dan menyukai hal-hal yang ganjil.” (HR Ibnu Khuzaimah).

Adapun keutamaan Sholat Witir adalah sebagaimana yang telah disebutkan oleh Rasulullah kepada semua manusia, bahwa Sholat Witir merupakan sholat sunnah yang sangat berharga dan sangat agung di sisi Allah swt, bahkan lebih berharga dari unta merah yang merupakan harta paling berharga di masa itu. Keutamaan ini sebagaimana dijelaskan dalam salah satu haditsnya, yaitu:

إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَمَدَّكُمْ بِصَلَاةٍ هِيَ خَيْرٌ لَكُمْ مِنْ حُمْرِ النَّعَمِ: الْوِتْرُ، جَعَلَهُ اللَّهُ لَكُمْ فِيمَا بَيْنَ صَلَاةِ الْعِشَاءِ إِلَىٰ أَنْ يَطْلُعَ الْفَجْرُ

​​​​Artinya, “Sesungguhnya Allah telah memberi kalian suatu sholat yang lebih baik bagi kalian daripada unta merah, yaitu Sholat Witir. Allah menjadikannya untuk kalian antara waktu sholat Isya hingga terbit fajar.” (HR Ahmad dan Abu Dawud).

Saudaraku, jadikan Tarawih dan Witir amalan utama! Berjamaah dapat ampunan, istiqamah dapat pahala monumental. Isi malam Ramadan dengan ini, karena tak tahu umur kita bertemu Ramadan lagi. Semoga kita termasuk hamba yang dirahmati, amin.

 

Judul: Meraih Keberkahan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah SWT, bulan Ramadan adalah bulan suci penuh keistimewaan dan keutamaan yang luar biasa. Di bulan ini, setiap amal saleh yang kita lakukan akan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda, jauh lebih baik daripada bulan-bulan lainnya. Umat Islam sangat dianjurkan untuk memperbanyak berbagai kebajikan, seperti sholat malam, membaca Al-Qur'an, sedekah, dan berlomba-lomba dalam kebaikan, sambil menjauhkan diri dari segala kemaksiatan.

Salah satu dalil keutamaannya adalah hadits Nabi SAW yang diriwayatkan Imam Ahmad:

قَدْ جَاءَكُمْ شَهْرُ رَمَضَانَ شَهْرٌ مُبَارَكٌ افْتَرَضَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ يُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَيُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ وَتُغَلُّ فِيهِ الشَّيَاطِينُ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

Artinya: “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan atas kalian puasanya. Pada bulan itu dibuka pintu-pintu surga, ditutup pintu-pintu neraka, dibelenggu setan-setan, dan terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan.” (HR Ahmad)

Kata "mubarak" atau berkah berasal dari akar "baraka", yang menurut Imam An-Nawawi berarti tumbuh, berkembang, bertambah, dan kebaikan yang terus-menerus. Ar-Raghib Al-Asfahani menyebutnya sebagai "keberadaan kebaikan ilahi". Imam Al-Ghazali menjelaskan sebagai "peningkatan kebaikan atas segala sesuatu". Dalam KBBI, berkah adalah karunia Tuhan yang mendatangkan kebaikan bagi kehidupan manusia.

Syaikh Abdul Malik Al-Qasimi dalam Durus al-'Am mendefinisikan:

 وَالْبَرَكَةُ هِيَ ثُبُوتُ الْخَيْرِ الْإَلَهِيْ فِي الْشَّيْءِ فَإِنَّهَا إِذَا حَلَّتْ فِيْ قَلِيْلٍ كَثَّرَتْهُ وَإِذَا حَلَّتْ فِيْ كَثِيْرٍ نَفَعَ

Artinya: “Berkah adalah kebaikan ilahi yang melekat pada sesuatu. Yang sedikit menjadi banyak, yang banyak menjadi sangat bermanfaat.”

Dari definisi ini, ada tiga indikator berkah. Pertama, yang sedikit terasa banyak: umur pendek Imam An-Nawawi (43 tahun) menghasilkan ratusan karya abadi; harta sedikit mencukupi seperti banyak; ilmu sedikit tapi diamalkan bermanfaat luas. Kedua, manfaat luar biasa: membersihkan hati dari prasangka buruk, optimis hadapi masalah, hingga Hari Raya penuh kemenangan (al-faizin). Ketiga, mengantarkan pada ketaatan: pernikahan berkah saat susah pun mendekatkan pada Allah, keluarga mendorong taqwa.

 

Ramadan disebut mubarak karena pahala dilipatgandakan—sunnah diganjar wajib, kebaikan bertumbuh berkesinambungan. Jika dimaksimalkan, puasa ini membersihkan jiwa, mendatangkan manfaat besar: hati tertata, pikiran jernih, optimisme kuat.

Saudaraku, Ramadan berkah bagi yang berubah: semakin takwa, dekat pada Allah. Jika tak berubah, koreksi puasa kita. Manusia tentukan perubahan dengan usaha mendekat—Allah pun mendekatkan.

Judul: Keutamaan Sedekah dalam Islam

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.

Sedekah adalah salah satu amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam. Sedekah bukanlah sekadar memberi sebagian dari harta kita kepada yang membutuhkan, tetapi juga merupakan salah satu bentuk ibadah yang penuh keberkahan di hadapan Allah SWT.

Sebagaimana Allah SWT berfirman dalam Al-Quran, Surah Al-Baqarah ayat 261:

مَثَلُ الَّذِيْنَ يُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍۗ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَنْ يَّشَاۤءُۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ

"Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui."

Melalui Ayat ini, Allah SWT menyampaikan kepada kita betapa besar keutamaan memberi sedekah. Bahkan, setiap sedekah yang kita berikan akan dilipatgandakan pahalanya hingga seratus kali lipat.

Selain itu, Rasulullah SAW juga memberikan banyak tuntunan tentang keutamaan sedekah. Beliau bersabda,

قال النبي صلعم : مَن فَطَرَفِيهِ صَا لِمَّا كَانَ لَهُ مَغْفِرَةً لِذُنُوبِهِ وَعِتْقٌ رَقَبَةِ مِنَ النَّار

Artinya: "Barang siapa yang memberi makanan atau minuman untuk berbuka puasa, maka diampuni dosa-dosanya, dan dibebaskan dari Api Neraka (Al Hadits)"

Saudara-saudaraku,

Dengan memberikan sedekah, kita tidak hanya membantu sesama yang membutuhkan, tetapi juga membersihkan diri kita dari dosa-dosa yang telah kita lakukan.

 

Sedekah juga merupakan salah satu cara untuk menunjukkan rasa syukur kita kepada Allah SWT atas nikmat-nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita.

Mari kita jadikan sedekah sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari. Meskipun dalam jumlah yang kecil, tetapi dengan niat yang tulus dan ikhlas, setiap sedekah yang kita berikan akan memiliki dampak yang besar, baik di dunia maupun di akhirat.

Sekian ceramah singkat dari saya tentang keutamaan sedekah dalam Islam. Semoga kita semua termotivasi untuk terus berbagi rezeki kepada sesama, dan semoga Allah SWT senantiasa meridhai setiap amal ibadah kita. Aamiin ya rabbal 'alamiin.

Judul: Pahala Menuntut Ilmu di Bulan Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim,

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, wa ash-sholatu wassalamu ‘ala Rasulillah, wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma'in. Amma ba'du.

Puji syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat Ramadhan kepada kita semua. Semoga rahmat dan keberkahan-Nya senantiasa menyertai kita dalam menjalani ibadah di bulan yang penuh berkah ini.

Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,

Sebagai umat Islam, kita memiliki kewajiban menuntut ilmu, baik yang berkaitan dengan urusan duniawi maupun akhirat. Menuntut ilmu tidak memandang usia, jenis kelamin, ataupun latar belakang.

Semua orang berhak dan wajib melakukannya, terlebih di bulan Ramadhan. Banyak keberkahan dan keutamaan bagi orang yang menuntut ilmu pada bulan suci ini.

Di sini, saya akan menjelaskan tentang macam-macam pahala atau keistimewaan menuntut ilmu sela bulan Ramadhan, yaitu

Mendapat Pahala seperti Ibadah Setahun

Sebagaimana Nabi Muhammad SAW. bersabda:

مَنْ حَضَرَ مَجْلِسَ اعِلْمِ فِي رَمَضَانَ كَتَبَ اللَّهُ تَعَالَى لَهُ بِكُلِّ قَدَمٍ عِبَادَةَ سَنَةٍ وَيَكُونُ مَعِي تَحْتَ العَرْشِ

Artinya: "Barang siapa menghadiri majelis ilmu untuk menuntut ilmu agama Islam di bulan Ramadhan, maka Allah catat untuknya setiap satu langkah kaki bernilai pahala ibadah satu tahun, dan ia akan bersamaku (kata Nabi SAW) berada di bawah Arsy Allah SWT. "

 

Meningkatkan Kualitas Ibadah

Dengan meningkatnya pemahaman kita tentang ajaran Islam, kita dapat menggali lebih dalam makna dan hikmah di balik ibadah-ibadah yang dilakukan selama bulan Ramadhan, seperti puasa, sholat tarawih, dan bersedekah.

Semakin kita memahami esensi dan tujuan dari ibadah-ibadah tersebut, semakin tulus dan berkualitas pula ibadah kita kepada Allah SWT.

Diridhoi Allah Allah SWT

Setiap langkah yang kita ambil dalam perjalanan menuntut ilmu membawa kita lebih dekat kepada keberkahan dan kasih sayang Allah SWT. Dengan kesungguhan dalam belajar dan mengembangkan diri, kita semakin mendekatkan hubungan kita dengan-Nya dan memperdalam cinta kita terhadap agama-Nya. Sebagaimana dalam HR Abu Daud

مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لاَ يَتَعَلَّمُهُ إِلاَّ لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنَ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

Artinya: "Barangsiapa yang mempelajari ilmu yang dengannya dapat memperoleh keridhoan Allah SWT, (tetapi) ia tidak mempelajarinya kecuali untuk mendapatkan kesenangan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya surga di hari kiamat nanti," (HR Abu Daud).

Dalam bulan Ramadhan ini, mari kita manfaatkan setiap momen untuk meningkatkan pengetahuan dan keimanan kita. Jadikanlah bulan yang mulia ini sebagai momentum untuk meraih keberkahan dan kesuksesan di dunia maupun di akhirat.

Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah-langkah kita dalam menuntut ilmu dan menjadikan kita hamba yang bertaqwa dan berilmu. Aamiin ya rabbal 'alamin.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya