Bolehkah Puasa Syawal Digabung dengan Puasa Bayar Utang? Begini Penjelasannya

Rahman Asmardika, Jurnalis
Jum'at 27 Maret 2026 13:53 WIB
Ilustrasi.
Share :

JAKARTA - Setelah Ramadhan berlalu, banyak umat Muslim yang masih memiliki utang puasa wajib yang harus dibayar. Di saat yang sama, ada keinginan untuk menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan Syawal yang memiliki pahala besar. Lantas muncul pertanyaan: apakah boleh puasa Syawal digabung dengan puasa bayar utang?

Berikut penjelasan mengenai hal ini menurut para ulama.

Dalil utama puasa Syawal

Dasar utama keutamaan puasa Syawal adalah hadis Rasulullah SAW:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Artinya: “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan, kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka seakan-akan ia berpuasa satu tahun penuh.” (HR. Muslim).

Dari hadis ini, para ulama menekankan bahwa puasa Syawal harus “mengikuti” Ramadhan, dan agar pahalanya sempurna, sebaiknya seseorang sudah menyelesaikan kewajiban puasa Ramadhan (termasuk qadha) sebelum mengamalkan enam hari Syawal.

 

Prioritas puasa wajib daripada sunnah

Beberapa ulama, termasuk penjelasan yang dikutip Majelis Ulama Indonesia, menyebut bahwa secara hukum puasa tetap sah jika seseorang menggabungkan puasa Syawal dengan niat qadha Ramadhan. Namun, para ulama juga menegaskan bahwa tidak ada dalil yang secara tegas membolehkan “menggabung niat” antara puasa wajib qadha dan puasa sunnah Syawal, sehingga penggabungan sebaiknya tidak dijadikan jalan utama.

Perlu dicatat bahwa utang puasa Ramadhan adalah kewajiban (fardhu), sedangkan puasa Syawal hukumnya sunnah. Karena qadha adalah kewajiban, maka menurut banyak ulama sebaiknya didahulukan sampai selesai, baru kemudian menjalankan enam hari puasa Syawal dengan niat khusus.

Ini juga merujuk pada hadis di atas, di mana disebutkan bahwa puasa Ramadhan diutamakan untuk ditunaikan, diikuti dengan puasa sunnah di bulan Syawal.

 

Jadi, jika Anda masih memiliki utang puasa Ramadhan, sebaiknya selesaikan dulu qadha, baru laksanakan enam hari puasa Syawal. Tetapi, jika ingin sekaligus mengamalkan puasa Syawal, lakukan enam hari tersebut dengan niat khusus Syawal, tanpa menggabung niat qadha, agar pahala keutamaan hadis lebih terjamin. Wallahu A’lam.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Muslim lainnya