nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Yuk Puasa Tasua dan Asyura, Ini Niat dan Keutamaannya

Novie Fauziah, Jurnalis · Senin 09 September 2019 00:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 09 09 616 2102243 yuk-puasa-tasua-dan-asyura-ini-niat-dan-keutamaannya-qS76qHfH45.jpg Puasa Tasua dan Puasa Asyuro (Foto: Diabetes Warrior)

Puasa Tasua dan Asyura pada tahun ini jatuh pada Senin 9 September dan Selasa 10 September. Umat Muslim sangat dianjurkan untuk berpuasa karena keutamaan yang terkandung di dalamnya. Bahkan, untuk Puasa Asyura sendiri pernah menjadi puasa wajib sebelum turunnya perintah puasa Ramadan.

Rasulullah sangat menganjurkan untuk menunaikan Puasa Asyura karena terdapat banyak sekali keutamaan yang bisa Anda dapatkan. Salah satunya, pahalanya melebur dosa selama setahun.

مَا رَأَيْتُ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ، إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ. يَعْنِى شَهْرَ رَمَضَانَ

“Saya belum pernah melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan perhatian terhadap puasa di satu hari yang beliau istimewakan, melebihi hari Asyura, dan puasa di bulan ini, yaitu Ramadan”. (HR Bukhari : 2006).

Berikut niat puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatil âsyûrâ lillâhi ta‘âlâ. Artinya, “Aku berniat puasa sunah Asyura esok hari karena Allah SWT.”

Sebelum melaksanakan puasa Asyura pada Selasa 10 September, umat Islam juga dianjurkan untuk puasa Tasu’a atau puasa di hari ke-9 Muharram. Alasannya, untuk membedakan dengan kaum Yahudi yang juga berpuasa pada hari Asyuro atau 10 Muharam.

Berikut ini niat puasa Tasua:

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُعَاءْ سُنَّةَ ِللهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatit Tasû‘â lillâhi ta‘âlâ. Artinya: Saya niat puasa hari Tasua, sunah karena Allah ta’ala.

Lantas apa keutamaan menjalankan Puasa Tasua?

Pertama, menjalankan sunah Rasul, karena Nabi SAW selalu berpuasa pada 9 Muharam. Kedua, mendapatkan pahala di sisi Allah. Nabi SAW bersabda:

“Barangsiapa yang menghidupkan satu sunah dari sunah-sunahku, kemudian diamalkan oleh manusia, maka dia akan mendapatkan (pahala) seperti pahala orang-orang yang mengamalkannya, dengan tidak mengurangi pahala mereka sedikit pun."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini