Puasa Asyura Tanggal 10 September, Jangan Lupa Ya Pahalanya Luar Biasa

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 06 September 2019 18:08 WIB
https: img.okezone.com content 2019 09 06 616 2101564 puasa-asyura-tanggal-10-september-jangan-lupa-ya-pahalanya-luar-biasa-RHa5UvGwt0.jpg Ustadz Abdul Syakur Mughni menjelaskan tentang keutamaan puasa Asyura (Foto: Dimas/Okezone)

Umat Nabi Muhammad SAW adalah umat yang istimewa dibanding umat-umat sebelumnya. Walaupun umur atau usia umat ini paling pendek, tetapi Allah SWT menghargai amal yang ringan dengan balasan derajat yang tinggi dan ampunan yang luas. Salah satu amalan ringan berpahala besar adalah Puasa Asyura.

Menurut penuturan Ustadz Abdul Sakur Mughni dari Masjid Jami Nurul Huda, untuk mencapai derajat yang tinggi, seluruh umat Muslim sebaiknya menjalankan ibadah puasa selain puasa di bulan Ramadan seperti Puasa Asyura.

"Orang-orang yang bertakwa itu harus melihat ketinggian derajat orang-orang yang berpuasa sunah selain puasa Ramadan," terang Ustadz Abdul Sakur dalam khutbahnya, Jumat (6/9/2019).

Lebih lanjut ia menerangkan, Hujjatul Islam, Al-Imam Ghazali dalam kitabnya Bidayatul Hidayah menjelaskan puasa sunah dalam beberapa waktu. Pertama, puasa yang dapat mengampuni dosa dalam satu minggu seperti puasa hari Senin - Kamis.

Kedua, puasa yang mengampuni dosa bulanan seperti puasa awal bulan, pertengahan dan akhir bulan hijriyah dan juga puasa ayyamul bidh setiap tangal 13, 14, dan 14 bulan hijriyah.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Ketiga, puasa yang mengampuni dosa tahunan seperti Puasa Hari Arafah, sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, Rajab, Sya'ban dan Hari Asyura.

Sementara untuk tahun ini, Hari Asyura jatuh pada Selasa 10 September 2019 mendatang. Umat Muslim pun diharapkan dapat berpuasa pada hari tersebut karena balasannya adalah ampunan dosa satu tahun yang lalu.

Sebagaimana jawaban Nabi Muhammad SAW saat ditanya tentang Hari Asyura.

صِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ

“Puasa hari ‘Asyura, sungguh aku berharap kepada Allah agar menghapuskan dosa setahun yang telah lalu” (HR. Muslim no. 1975).

Ustadz Abdul Sakur pun menceritakan kisah Nabi Muhammad SAW saat mendatangi Kota Madinah. "Beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa hari Asyura. Beliau bertanya kepada mereka: 'Ada apa ini?' Mereka menjawab, 'Ini adalah hari yang baik. Pada hari ini Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka. Maka Nabi Musa berpuasa pada hari ini'," terangnya.

Nabi Muhammad SAW pun bersabda, "Aku lebih layak dengan Nabi Musa dibandingkan kalian,". Maka beliau berpuasa Asyura dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa. (HR. Bukhari dan Muslim). 

Ibnu Abbas pun pernah berkata:

مَا رَأَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَتَحَرَّى صِيَامَ يَوْمٍ فَضَّلَهُ عَلَى غَيْرِهِ إِلاَّ هَذَا الْيَوْمَ: يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَهَذَا الشَّهْرَ يَعْنِي شَهْرَ رَمَضَانَ

Aku tidak pernah melihat Nabi benar-benar perhatian dan menyengaja untuk puasa yang ada keutamaannya daripada puasa pada hari ini, hari ‘Asyura dan puasa bulan Ramadhon. (HR.Bukhari: 2006, Muslim: 1132)

"Maka dari itu, marilah kita berpuasa karena puasa merupakan pondasi ibadah dan kunci taqarrub (mendekatkan siri kepada Allah SWT)," pungkas Ustadz Abdul Sakur Mughni.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya