Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Urusan Busana, Muslimah Indonesia Lebih Loyal Dibanding Negeri Jiran

Utami Evi Riyani , Jurnalis-Rabu, 25 September 2019 |03:17 WIB
Urusan Busana, Muslimah Indonesia Lebih Loyal Dibanding Negeri Jiran
Busana Muslim rancangan Lina Sukijo (Foto: Dimas Andhika/Okezone)
A
A
A

Seiring semakin banyaknya kesadaran wanita muslim mengenakan hijab, perkembangan modest fashion (busana santun) di Tanah Air pun semakin meningkat. Hal ini menguntungkan bagi para pelaku bisnis modest fashion.

Di Indonesia sendiri, banyak bermunculan brand-brand lokal yang menyediakan beragam pilihan busana muslim. Mulai dari busana santun hingga busana syar'i.

 Fashion show

Desainer busana syar'i premium, Lina Sukijo mengungkapkan perbedaan karakter muslimah Indonesia dan luar negeri dalam membeli pakaian rancangannya. Menurutnya, muslimah Indonesia cenderung memilih memakai busana syar'i dibanding muslimah dari negara-negara lain.

"Kalau dulu ada perbedaan desain untuk konsumen di dalam dan luar negeri, sekarang enggak. Hanya saja kalau di Indonesia mintanya syar'i, kalau di luar modest," ujar Lina saat ditemui dalam acara ModestFFFund di Jakarta Selatan baru-baru ini.

 Perempuan berhijab

Selain dari desain pakaian, Lina juga mengungkap perbedaan tujuan muslimah Indonesia dan luar negeri dalam membeli pakaian. Ia mengatakan orang Indonesia lebih loyal dalam membeli busana dibanding dari Negeri Jiran Malaysia dan Singapura.

"Untuk berbusana, orang Indonesia itu loyal. Mereka memang ingin kelihatan fashion. Kalau Singapura dan Malaysia, mereka lebih kepada kebutuhan. Di mana mereka butuh di situlah mereka, memang gayanya seperti itu. Kalau di Indonesia, sebulan keluar 100 kali pun tetap saja orang beli," ungkap desainer asal Batam ini.

Di Indonesia, minat wanita menggunakan busana syar'i bukan hanya terlihat di kota-kota besar, melainkan juga di pelosok. Bahkan menurut Lina, pesanan dari daerah-daerah, teruma daerah timur Indonesia selalu tinggi setiap harinya.

 Fashion show

"Cita-cita saya ingin orang Indonesia bangga dengan produk Indonesia, merasa keren," katanya.

Selain dari konsumen Indonesia, Lina juga memasarkan produknya ke beberapa negara yang memiliki penduduk muslim, seperti Shanghai di China, Vietnam, Singapura, dan Malaysia. Sementara untuk Timur Tengah, dirinya mengaku belum sanggup memenuhi permintaan mereka karena terlalu besar.

"Permintaan dari Timur Tengah masuk, tapi biasnaya permintaannya selalu banyak. Saya belum sanggup bikin sekian ribu piece. Saat ini masih memanfaatkan pasar Indonesia," pungkas Lina.

(Utami Evi Riyani)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement