Ini Alasan Target Indonesia Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia Belum Tercapai

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 28 Januari 2020 11:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 01 28 617 2159419 ini-alasan-target-indonesia-jadi-kiblat-fesyen-muslim-dunia-belum-tercapai-eoUfKSDOOp.jpeg Muffest 2020 (Foto: Pradita Ananda)

Industri fesyen muslim Indonesia sudah sejak lama memiliki target, tepatnya sejak 2011 telah mencanangkan Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia bisa menjadi kiblat fesyen muslim di dunia.

Apalagi melihat konsumsi fesyen muslim di Indonesia setiap tahunnya bertumbuh sekitar 18 persen per tahun. Ini seharusnya jadi peluang emas yang harus dimanfaatkan oleh para pemain industri untuk terus menghasilkan produk fesyen yang bisa memenuhi kebutuhan pasar lokal dan internasional. Tapi faktanya, target ini sepertinya belum bisa tercapai.

 Muffest 2020

Desainer Mode sekaligus Ketua Indonesia Fashion Chamber, Ali Charisma mengatakan, target Indonesia jadi kiblat fesyen Muslim di 2020 memang hingga saat ini belum tercapai.

“Namun bukan enggak tercapai, tapi belum. Pekerjaan rumah masih banyak untuk jadi pusat mode dunia. Sementara euforia tren busana muslim sudah besar, tapi di kalangan menengah ke atas. Sementara yang di bawah, masih pakai produk impor. Menengah ke bawah uangnya ada di situ, di situ yang belum dikuasai,” kata Ali kemarin.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sebagai pelaku industri fesyen muslim Indonesia, ujar Ali, ia tak menampik bahwa industri busana muslim lokal belum menguasai pasar di Indonesia sendiri. Salah satu contoh nyatanya para hijabers kalangan anak-anak muda lebih condong membeli produk-produk fesyen muslim keluaran berbagai perusahaan retail fast fashion besar yang ada di mal-mal. Mereka berani menjual produk fesyen beragam dengan material bahan nyaman, desain model trendi, namun harganya tetap terjangkau bagi kantong anak muda.

“Berikutnya, secara realistis bagaimana busana muslim bisa menguasai pasar Indonesia yang sebenarnya. Para hijabers muda kalau belanja mengejar brand luar, merasa lebih trendi, style, lebih keren dan bahan yang lebih nyaman. Kekurangan kita, gimana caranya brand lokal bisa head to head sama brand luar, dari segi harga dan merchandising gimana caranya kita bisa bersaing sama mereka. Ini yang kita lagi coba cari solusinya,” pungkas Ali.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya