Sebagai pelaku industri fesyen muslim Indonesia, ujar Ali, ia tak menampik bahwa industri busana muslim lokal belum menguasai pasar di Indonesia sendiri. Salah satu contoh nyatanya para hijabers kalangan anak-anak muda lebih condong membeli produk-produk fesyen muslim keluaran berbagai perusahaan retail fast fashion besar yang ada di mal-mal. Mereka berani menjual produk fesyen beragam dengan material bahan nyaman, desain model trendi, namun harganya tetap terjangkau bagi kantong anak muda.
“Berikutnya, secara realistis bagaimana busana muslim bisa menguasai pasar Indonesia yang sebenarnya. Para hijabers muda kalau belanja mengejar brand luar, merasa lebih trendi, style, lebih keren dan bahan yang lebih nyaman. Kekurangan kita, gimana caranya brand lokal bisa head to head sama brand luar, dari segi harga dan merchandising gimana caranya kita bisa bersaing sama mereka. Ini yang kita lagi coba cari solusinya,” pungkas Ali.
(Dyah Ratna Meta Novia)