nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ustadz Felix Siauw: Al-Qur'an Itu Pembawa Kabar Gembira dan Peringatan

Wilda Fajriah, Jurnalis · Sabtu 04 April 2020 13:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2020 04 03 330 2193616 ustadz-felix-siauw-al-qur-an-itu-pembawa-kabar-gembira-dan-peringatan-PI9eugovbv.jpg Foto: Instagram @felixsiauw

USTDAZ kondang mengatakan Al-Qur'an itu berisi kabar gembira dan peringatan. Siapa yang tidak mengindahkan ayat dalam kitab suci tersebut maka akan menyesal saat hari abadi tiba.

"Al-Qur'an itu berisi kabar gembira dan peringatan, siapa yang gagal menangkap keduanya, akan jatuh dalam penyesalan, bahagia tak dapat, sengsara yang dirasa," katanya lewat tulisan yang diunggah ke akun Instagram @felixsiauw pada 19 Maret 2020.

Felix menambahkan, tidak semua mau meyakini peringatan, sejelas apapun itu. Jangankan peringatan wabah penyakit, peringatan Al-Qur'an saja bisa didebat dan diabaikan banyak orang

Karena itu, di dalam Al-Qur'an, penyesalan mereka yang kafir dan munafik baru muncul ketika mereka sudah melihat, sesuatu yang mereka ingkari saat belum melihat

"Dalam Surah Al-Mulk misalnya, penghuni neraka berkata: 'Andai dulu kami mendengar atau berpikir, tidaklah kami menjadi penghuni neraka.' Mereka menyesal," tutur Felix.

Kemudian Dalam Surah An-Naba, ketika melihat siksa yang dekat di depan mata, mereka berkata "Andaikan aku menjadi tanah". Penyesalaan itu ketika sudah melihat dengan mata

Ketika datang peringatan, meski dari yang paling berwenang, meski sangat jelas sekalipun, pasti akan ada yang mendebat.

"Saya ingin membawa pada situasi yang sekarang, dimana hanya yang ahli yang tahu persis sebetapa mengerikan kondisi Indonesia akibat wabah Covid-19 ini," kata Felix.

Ia melanjutkan, para pekerja kesehatan terus-menerus berkurang, sementara pasien positif tertular COVID-19 terus bertambah, sedang fasilitas kesehatan kita sangat kurang

"Tapi sebagian kita masih tidak melihat semua itu, lalu menganggap biasa saja untuk keluar dan berkerumun, berkumpul dan beraktivitas, karena kita belum merasa sakit," tutur Felix.

"Padahal ahli sudah menjelaskan, ulama sudah berikan fatwa, bahwa yang merasa sehat bisa jadi sekali sudah tertular, dan akhirnya jadi beban pekerja kesehatan yang kelelahan," tambahnya.

Felix menjelaskan bahwa peringatan sudah diberikan oleh yang berwenang dalam menghadapi pandemi COVID-19, yaitu petugas kesehatan dan ulama sudah meminta agar di rumah saja sementara.

Ia mengatakan mumpung masih peringatan atau diperingatkan, maka sebaiknya mengikuti arahan tersebut agar tidak menyesal.

"Kalau kita sudah lihat, itu berarti sudah terlambat. Mumpung masih peringatan, bismillah," tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini