DPR Setujui Penambahan Anggaran Rp2,6 Triliun untuk Pesantren dan Diniyah

Rabu 08 Juli 2020 10:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 08 614 2242938 dpr-setujui-penambahan-anggaran-rp2-6-triliun-untuk-pesantren-dan-diniyah-ctNJEpKk7F.JPG Menag, Fachrul Razi saat raker dengan Komisi VIII DPR RI (Foto: Kemenag.go.id)

KOMISI VIII DPR menyetujui usulan Kementerian Agama (Kemenag) soal penambahan anggaran untuk penanganan dampak pandemi virus corona atau Covid-19 di pondok pesantren dan lembaga keagamaan Islam senilai Rp2,6 triliun.

Ketua Komisi VIII DPR, Yandri Susanto dalam rapat kerja dengan Kemenag mengatakan, pihaknya memahami penjelasan Menteri Agama (Menag), Fachrul Razi mengenai refocusing anggaran madrasah dan pesantren menanggulangi dampak Covid-19.

“Dan mendukung usulan penambahan anggaran penanganan dampak Covid-19 di pondok pesantren dan lembaga keagamaan Islam pada APBN tahun 2020 senilai Rp2,6 triliun,” ujarnya, melansir laman Kemenag.go.id, Rabu (8/7/2020).

Sementara, Menag Fachrul Razi menyebut, anggaran senilai Rp2,6 triliun tersebut akan diperuntukkan bagi empat hal. "Pertama, untuk bantuan operasional kepada 21.173 pondok pesantren," kata Menag.

Baca juga: Setiap Muslimin Wajib Memuliakan Tetangga, Ini Keutamaannya

Kedua, bantuan operasional kepada 62.153 Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT). Ketiga, bantuan operasional kepada 112.008 Lembaga Pendidikan Al-Qur'an (LPQ). Terakhir, bantuan pembelajaran online kepada 14.906 pondok pesantren.

Kemenag lanjut Fachrul, tak hanya memberi bantuan penanggulangan Covid-19 bagi pesantren dan lembaga keagamaan Islam saja. "Bantuan diberikan secara seimbang. Kita sudah hitung tidak hanya untuk pesantren saja, tapi juga untuk pendidikan agama lain," tuturnya.

"Makanya, awalnya Rp2,3 triliun usulannya menjadi Rp2,6 triliun. termasuk ada bantuan untuk taman seminari, SMA Katolik, tempat peribadahan keuskupan," ujar Menag menambahkan.

Ia menambahkan, dalam penyaluran anggaran, Kemenag juga melaksanakan hal yang sepantasnya dilakukan bagi seluruh lembaga keagamaan.

"Kami hanya ingin menunjukkan bahwa itu sudah dilakukan sepantasnya. Bantuan untuk Katolik sudah berjalan Rp6,2 miliar. Tahap kedua sudah Rp3,392 miliar sedang berjalan," tuntasnya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sebelumnya, DPR juga menyetujui usul Kementerian Agama (Kemenag) ikhwal realokasi anggaran penyelenggaraan haji yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Anggaran dari APBN ini nantinya bakal digunakan untuk penanganan Covid-19 di asrama haji, pesantren, termasuk membantu sertifikasi halal bagi Usaha Mikro Kecil (UMK).

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Kemenag, Nizar mengatakan, anggaran penyelenggaraan haji yang terdapat di APBN sudah tak relevan lagi sejak dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama Nomor 494 Tahun 2020 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji.

“Sehingga Kemenag meminta persetujuan Komisi VIII DPR untuk merealokasikan anggaran tersebut untuk program-program kruisal Kemenag,” tutur Nizar yang ditemui usai rapat kerja.

Menurut dia, salah satu program krusial terkait adalah memberikan dukungan operasional bagi asrama haji terdampak Covid-19.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya