HOS Tjokroaminoto, Raja Tanpa Mahkota Penentang Feodalisme

Rivaldy Maulana Alamsyah, Jurnalis · Senin 17 Agustus 2020 07:44 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 17 614 2263244 hos-tjokroaminoto-raja-tanpa-mahkota-penentang-feodalisme-fGgFEfTcRQ.JPG HOS Tjokroaminoto (Foto: Ist)

Alhasil, Presiden Soekarno terpaksa mengirim pasukan elite TNI yakni Divisi Siliwangi yang mengakibatkan Muso, pentolan PKI saat itu mati tertembus peluru pada 31 Oktober 1948.

Tak sampai di situ, pemberontakan berlanjut dimotori oleh Negara Islam Indonesia(NII) pimpinan Kartosuwiryo. Kartosuwiryo akhirnya dijatuhi hukuman mati atas pada 12 September 1962.

Tjokroaminoto dikenal dengan triloginya yaitu setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat. Trilogi itu benar-benar menggambarkan suasana perjuangan Indonesia pada masanya yang memerlukan tiga kemampuan pada diri seorang pejuang kemerdekaan.

Dinukil dari buki Yang Utama karangan Aji Dedi Mulawarman, Tjokroaminoto mengajarkan kita untuk menghormati persamaan kedudukan manusia di hadapan Allah Subhanahu wa Ta'ala, sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Namun demikian, pembelaannya bukan hanya terhadap orang kecil sebagaimana sosialisme Marx, tetapi ia tetap berusaha merangkul dan menyadarkan semua golongan.

Sehingga tak heran jika Sarekat Islam yang dipimpinnya beranggotakan dari semua lapisan masyarakat. Kebesaran Sarekat Islam sejak masih ormas hingga menjelma menjadi partai politik juga tak lepas dari pola pengkaderan ala Tjokroaminoto.

Dari sekian banyak muridnya, yang paling disukai Tjokroaminoto ialah Soekarno. Buktinya, Tjokroaminoto rela menikahkan putrinya, Siti Oetari dengan Bung Karno. Salah satu pesan yang masih sangat dikenal dari Tjokroaminoto ialah "Jika kalian ingin menjadi pemimpin besar, menulislah seperti wartawan dan bicaralah seperti orator,".

HOS Tjokroaminoto wafat di Yogyakarta pada 17 Desember 1934 di usia 52 tahun. Ia jatuh sakit seusai mengikuti Kongres SI di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Jenazahnya dimakamkan di TMP Pekuncen, Yogyakarta.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya