Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wapres KH Ma'ruf Amin Ingatkan MUI Soal Khithah Islahiyah Nabawiyah

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 26 Agustus 2021 |09:14 WIB
Wapres KH Ma'ruf Amin Ingatkan MUI Soal Khithah Islahiyah Nabawiyah
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)
A
A
A

Kiai Ma’ruf menjelaskan hal-hal konkret apa saja yang harus dilakukan dalam penyusunan program di Mukernas.

Pertama, harus dilakukan verifikasi keadaan lapangan (tahqiqul waqi’).

Kiai Ma’ruf menyampaikan bahwa Dewan Pertimbangan (Wantim) MUI kembali merekomendasikan peta dakwah untuk dimuat. Dijelaskan Kiai Ma’ruf, peta dakwah dapat dibuat dengan menggunakan pendekatan per provinsi.

Dengan demikian, strategi dan langkah-langkah yang dilakukan oleh MUI nantinya dapat disesuaikan dengan keadaan unit per provinsi tersebut.

Kedua adalah tahqiqul Manath. Maksudnya, melakukan verifikasi masalah yang akan diperbaiki dengan melihat sebuah masalah itu apakah masih relevan atau sebaliknya.

Bagi Kiai Ma’ruf, penting untuk tidak meng-copy program yang terdahulu dan program baru yang berdasarkan pada peta lapangan yang dihadapi. Karena itu, pada saat Mukernas, Kiai Ma’ruf mengusulkan agar perlu dilakukan langkah ketiga yakni, kegiatan telaah ulang.

“Hal ini tak kalah penting supaya program yang ada dapat terus di-update sesuai dengan kondisi yang sedang dihadapi,” ujarnya.

Langah kokret keempat dijelaskan Kiai Ma’ruf, harus adanya pemangku program yang berperan untuk melakukan upaya perbaikan-perbaikan.

Kata Kiai Ma’ruf, para pemangku ini harus diisi pemangku dan orang-orang yang berilmu. Pengampu adalah pemikul atau pendukung utama. Dalam konteks ini, Kiai Ma’ruf nenyebutkan bahwa pemikul utamanya adalah ormas-ormas (organisasi masyarakat Islam) khususnya yang di bawah naungan MUI.

“Tercatat ada 61 Ormas dibawah naungan MUI. Sebenarnya untuk menyatukan seluruh kekuatan ajarannya sudah ada di dalam Islam. Tetapi dalam implementasinya gerakannya belum menyeluruh atau menyatu. Oleh sebab itu Wantim sedang menyusun konsep untuk ini, apa saja yang harus diperbaiki sehingga semua bisa utuh dan menyatu,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan MUI ini.

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement