Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Wapres KH Ma'ruf Amin Ingatkan MUI Soal Khithah Islahiyah Nabawiyah

Tim Okezone , Jurnalis-Kamis, 26 Agustus 2021 |09:14 WIB
Wapres KH Ma'ruf Amin Ingatkan MUI Soal Khithah Islahiyah Nabawiyah
Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin. (Foto: Setwapres)
A
A
A

Menurut Kiai Mar’uf perbedaan yang ada di ormas bukan berarti tidak bisa disatukan. Kiai Ma’ruf menyinggung bahwa perbedaan ini sudah ada sedari dahulu sehingga menurutnya perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu.

Dalam pandangan Kiai Ma’ruf, perbedaan tidak boleh menjadi suatu yang memantik konflik. Kembali menekankan, Kiai Maruf mengatakan bahwa sekali pun berbeda tapi keutuhan itu tidak boleh hilang.

“Tidak dikhawatirkan perbedaan dalam mencari jalan kebenaran yang dikhawatirkan itu pengaruh hawa nafsu. Hal yang dapat memicu konflik itu adalah perbedaan yang tercampur hawa nafsu. Kalau kita lepas dari ini, insyaAllah perbedaan itu bisa diintegrasikan,” pungkasnya.

Selain berasal dari Ormas, pemangku kedua yang posisinya tak kalah strategis adalah orang-orang yang berilmu dan memiliki daya tahan lebih. Nantinya mereka akan menjalankan tugas melakukan upaya-upaya perbaikan masalah umat.

Ia menjelaskan bahwa tantangan zaman kini semakin besar. Dengan demikian, sudah seharusnya MUI membantu mempersiapkan juru-dakwah yang mampu menghadapi tantangan tersebut.

“Paling tidak ia memiliki ilmu, orang yang kita lepas jadi juru dakwah adalah orang-orang zu Ilmi (berilmu) dan orang yang memiliki daya tahan kemudian orang yang sabar, karena kalau tidak sabar dalam menghadapi medan dakwah, ada kemungkinan ia mundur teratur atau mengambil langkah-langkah emosional yang dapat merusak tatanan,” tutur Kiai Ma’ruf.

Kiai Ma’ruf mengingatkan tugas dan peran ulama dan umara dalam MUI adalah mengawal. Bila ada tanda kerusakan, Kiai Ma’ruf meminta MUI harus cepat tanggap dalam mengambil perannya.

(Vitrianda Hilba Siregar)

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita muslim lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement