Mengapa Luar Angkasa Sangat Gelap? Ini Penjelasan Alquran dan Sains

Tim Okezone, Jurnalis · Rabu 15 September 2021 00:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 614 2471131 mengapa-luar-angkasa-sangat-gelap-ini-penjelasan-alquran-dan-sains-8NtljlYCVN.jpg Ilustrasi luar angkasa. (Foto: Tawatchai07/Freepik)

Pada kalimat sukkirat absharuna (pandangan kami dikaburkan) dalam Surah Al Hijr Ayat 15 tersebut terdapat banyak kemukjizatan. Dari ayat itu, kita bisa pahami bahwa orang yang naik ke langit akan mengatakan bahwa matanya seakan-akan buta. Ini menandakan bahwa alam semesta secara keseluruhan diselimuti oleh kegelapan buta.

Seorang pakar astronomi mengunjungi salah satu pusat peluncuran pesawat antariksa di suatu negara maju. Pesawat antariksa ini senantiasa menjalin kontak terus-menerus dengan pusat peluncuran. Ketika itu, pesawat antariksa baru beberapa saat diluncurkan. Tiba-tiba ada pesan masuk ke kotak surat pusat peluncuran dari pesawat yang baru diluncurkan itu.

Baca juga: Langit Dipenuhi Pintu-Pintu, Ini Buktinya Menurut Alquran dan Sains 

Awak pesawat berkata, "Sungguh, kami menjadi buta, tidak bisa melihat apa-apa." Padahal, pesawat itu diluncurkan di tengah terang matahari. Sesaat setelah meninggalkan atmosfer bumi, pesawat itu memasuki wilavah hampa udara dan cuaca menjadi sangat gelap pekat. Sang astronot pun berteriak, "Sungguh, kami menjadi buta, tidak bisa melihat apa-apa. Apa yang terjadi?"

Hal yang terjadi adalah sinar matahari apabila sampai di atmosfer, ia akan terurai dan tercerai-berai di antara partikel-partikel udara dan debu. Inilah yang oleh para pakar fisika dinamakan penguraian cahaya. Sinar matahari tersebut lalu dipantulkan oleh partikel-partikel udara dan debu sehingga partikel-partikel itu tampak bercahaya.

Inilah yang dalam istilah di dunia dinamakan daerah yang terkena cahaya matahari atau daerah yang bercahaya tanpa kehadiran matahari. Hal ini seperti yang terjadi di dalam masjid. Di dalam masjid umat bisa saling melihat. Ada cahaya di sana, tetapi tak ada matahari. Itu karena sinar matahari telah terurai. Ketika pesawat antariksa telah meninggalkan atmosfer, tidak ada penguraian cahaya di luar sana sehingga antariksa menjadi sangat gelap dan tak ada sesuatu pun yang bisa dilihat di sana.

Kalau melihat kembali Kitabullah yang diturunkan pada 1.400 tahun lalu, di mana waktu itu orang-orang belum mengenal perjalanan ke langit, invasi antariksa, perjalanan melewati atmosfer, dan seterusnya, tentu ayat-ayat di atas adalah suatu kemukjizatan ilmiah.

Baca juga: Tawaf Selaras Rotasi Alam Semesta, Ini Penjelasan Alquran dan Sains 

Firman Allah Subhanahu wa ta'ala dalam Alquran Surah Al Hijr Ayat 14–15, "Dan kalau Kami bukakan kepada mereka salah satu pintu langit, lalu mereka terus-menerus naik ke atasnya, tentulah mereka berkata, 'Sesungguhnya pandangan kamilah yang dikaburkan, bahkan kami adalah orang yang terkena sihir'."

Inilah yang dikatakan oleh sang astronot, "Sungguh, kami menjadi buta." Hal ini telah diberitakan Alquran pada 1.400 tahun lalu. Bukankah ini bukti nyata (qath'i) bahwa ayat-ayat itu adalah firman Sang Pencipta manusia?

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya