5 Muazin di Zaman Rasulullah, Termasuk Bilal si Pemilik Suara Merdu dan Lantang

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 16 September 2021 06:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 15 614 2471926 5-muazin-di-zaman-rasulullah-termasuk-bilal-si-pemilik-suara-merdu-dan-lantang-L56xqwrVWA.jpg Ilustrasi muazin menyeru sholat di masjid. (Foto: Wirestock/Freepik)

MUAZIN adalah orang yang mengumandangkan azan atau panggilan menunaikan sholat wajib. Muazin bertugas memanggil dan mengingatkan kaum Muslimin bahwa waktu sholat telah tiba. Syariat azan datang setelah turunnya perintah sholat.

Sholat disyariatkan di Kota Makkah, sedangkan azan disyariatkan di Madinah. Hal itu berarti ada masa yang dilalui umat Islam masuk waktu sholat tanpa mengumandangkan azan. Demikian dikutip dari laman Suara Muhammadiyah.

Baca juga: Kisah Bilal bin Rabah Bikin Penduduk Madinah Menangis saat Kumandangkan Azan 

Azan disyariatkan pada tahun pertama hijrah Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim bahwa Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhuma berujar:

كَانَ الْمُسْلِمُونَ حِينَ قَدِمُوا الْمَدِينَةَ يَجْتَمِعُونَ فَيَتَحَيَّنُونَ الصَّلاةَ لَيْسَ يُنَادَى لَهَا فَتَكَلَّمُوا يَوْمًا فِي ذَلِكَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ اتَّخِذُوا نَاقُوسًا مِثْلَ نَاقُوسِ النَّصَارَى وَقَالَ بَعْضُهُمْ بَلْ بُوقًا مِثْلَ قَرْنِ الْيَهُودِ فَقَالَ عُمَرُ أَوَلاَ تَبْعَثُونَ رَجُلاً يُنَادِي بِالصَّلاَةِ فَقَالَ رَسُولُ الله يَا بِلاَلُ قُمْ فَنَادِ بِالصَّلاَةِ

Artinya: "Dulu kaum Muslimin saat datang ke Madinah, mereka berkumpul. Mereka memperkirakan waktu sholat tanpa ada yang menyeru. Hingga suatu hari mereka berbincang-bincang tentang hal itu. Ada yang mengatakan, 'Gunakan saja lonceng seperti lonceng Nashara.' Dan yang lain menyatakan, 'Gunakan saja terompet seperti terompet Yahudi.' Umar berkata, 'Tidakkah kalian mengangkat seseorang untuk menyeru sholat?' Lalu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wassallam bersabda, 'Wahai Bilal, berdirilah dan serulah untuk sholat'."

Berdasarkan hadis tersebut bisa diketahui bahwa Bilal bin Rabah adalah muazin Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Lalu yang menjadi pertanyaan, apakah hanya Bilal?

Di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam setidaknya kaum Muslimin memiliki tiga masjid: Masjidil Haram, Masjid An-Nabawi, dan Masjid Quba. Letaknya berjauhan sehingga tidak mungkin hanya Bilal yang menjadi muazin Rasulullah.

Lantas, siapa saja muazin-muazin di zaman Rasulullah? Berikut ini ulasannya:

Baca juga: Biografi Umar Bin Khattab, Dapat Julukan Al-Faruq Langsung dari Rasulullah  

1. Bilal bin Rabah

Bilal bin Rabah memiliki suara merdu dan lantang, maka itu diangkat oleh Rasulullah menjadi muazin. Bilal merupakan orang yang pertama-tama memeluk Islam. Ia merasakan siksaan Quraisy di awal datangnya agama suci ini.

Bilal menjadi muazin Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Ada yang menyatakan Bilal sempat beberapa saat menjadi muadzin di masa Abu Bakar.

Tentu saja pernah satu kali mengumandangkan azan di zaman Umar bin Khattab. Sebab, para sahabat rindu dengan azannya, dan ingin mengingat Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Tentu banyak keutamaan Bilal. Banyak pula ayat-ayat suci Alquran yang turun, dan Bilal menjadi bagian dari kandungan ayat tersebut.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

2. Ibnu Ummi Maktum

Beliau adalah Amr bin Qays bin Zaidah bin Al Asham. Ia memeluk Islam di Makkah. Meski buta, tapi Amr termasuk orang yang pertama menyambut seruan Nabi untuk hijrah ke Madinah.

Diriwayatkan dari jalan Ibnu Ishaq dari Al Barra, ia berkata, "Yang pertama datang kepada kami adalah Mush’ab bin Umair. Kemudian datang Ibnu Ummi Maktum. Rasulullah mengangkatnya sebagai pemimpin Madinah apabila pergi berperang. Az-Zubair bin Bakar mengatakan, 'Ibnu Ummi Maktum pergi menuju Perang Qadisiyah. Di sanalah ia syahid. Saat itu ia memegang bendera."

Ibnu Ummi Maktum sama seperti Bilal bin Rabah, muazin Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam di Madinah.

Baca juga: Kisah Tabiin Abul Aswad ad-Duali, Bapak Ilmu Nahwu Belajar Langsung dari Ali bin Abu Thalib 

3. Abu Mahdzurah

Dia adalah Aus bin Mughirah al Jumahi. Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam memerintahkannya mengumandangkan azan di Makkah sekembalinya beliau dari Hunain. Saat Makkah berhasil ditaklukkan kaum muslimin, Rasulullah memerintahkan Bilal mengumandangkan azan dari atas Kakbah.

Sebagian pemuda Quraisy, yang masih belum lapang dada menerima Islam, menirukan suara Bilal. Mereka marah dan bermaksud mengejeknya. Sampai salah seorang pemuda yang bernama Abu Mahdzurah al Jumahi pun meniru-niru adzan Bilal.

Abu Mahdzurah, pemuda 16 tahun, termasuk orang Quraisy yang paling merdu suaranya. Saat ia mengangkat suara mengumandangkan azan dengan maksud ejekan, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mendengarnya. Nabi kemudian memanggilnya dan mendudukkannya di hadapan beliau. Abu Mahdzurah menyangka inilah akhir riwayat hidupnya karena ulahnya itu.

Tapi, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam justru mengusap dada dan ubun-ubun pemuda itu dengan tangan beliau yang mulia. Abu Mahdzurah mengatakan, "Demi Allah, hatiku terasa dipenuhi keimanan dan keyakinan, dan aku meyakini bahwa ia adalah utusan Allah."

Setelah Abu Mahdzurah beriman, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam mengajarinya azan. Jadilah ia orang pertama yang mengumandakan azan setelah Rasulullah meninggalkan Makkah menuju Madinah.

Ia terus menjadi muadzin di Masjidil Haram hingga akhir hayat. Kemudian dilanjutkan oleh para keturunannya sampai waktu yang lama. Ada yang mengatakan hingga masa Imam Syafii.

4. Saad al Qarazh

Saad al Qarazh adalah mantan budak Ammar bin Yasir. Ia muazin Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam di Masjid Quba. Ada cerita tersendiri pada laqob al Qarazh pada nama Saad. Diriwayatkan oleh Al Baghawi bahwasanya Saad pernah mengadu kepada Rasulullah tentang sulitnya perekonomiannya.

Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam lalu memberi masukan agar ia berdagang. Kemudian Saad pergi ke pasar dan membeli sedikit Al Qarazh (daun pohon yang dapat dibuat untuk menyamak). Kemudian ia jual lagi. Dari penjualan itu, Saad mendapat keuntungan yang banyak. Ia pergi menemui Nabi Muhammad untuk mengabarkan hal ini. Beliau menasihati agar Saad menekuni perdagangannya.

Di zaman Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam, Saad merupakan muazin di Masjid Quba. Pada masa pemerintahan Abu Bakar, sang khalifah menugaskannya untuk azan di Masjid Nabawi, karena Bilal enggan menjadi muazin setelah Rasulullah wafat.

Setelah Saad wafat, anaknya yang melanjutkan rutinitas sang ayah mengumandangkan azan di Masjid Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Demikian dinukil dari kitab 'Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah' Juz 3 Halaman 65.

Baca juga: Begini Sikap Tegas Umar bin Khattab Hadapi Pandemi 

5. Ziyad bin al-Harits ash-Shuda-I

Ziyad juga merupakan muazin Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam. Berdasarkan hadis riwayat Imam Ahmad dalam Musnad-nya bahwa Ziyad pernah azan di hadapan Nabi Muhammad. Namun, hadis tersebut tidak shahih.

Kelima nama muadzin tersebut kemudian dikumpulkan oleh Syekh at-Tawudi bin Saudah dalam syairnya:

عمرو بلال و أبو محذورة

سعد زياد خمسة مذكورة

قد أذنوا جميعهم للمصطفى

نالوا بذاك رتبة و شرفا

Artinya:

"Amr, Bilal, dan Abu Mahdzurah

Saad, Ziyad, lima orang yang disebut

Semuanya beradzan atas perintah baginda Rasulullah

Mereka mencapai derajat dan kemuliaan karena amalan tersebut."

Wallahu a'lam bishawab.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya