Share

Heboh Petinggi Partai Anti-Islam Jadi Mualaf, Alasannya Sangat Mengejutkan

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Kamis 04 November 2021 02:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 03 621 2496338 heboh-petinggi-partai-anti-islam-jadi-mualaf-alasannya-sangat-mengejutkan-5WVe4j08eI.jpg Kisah petinggi partai anti-Islam Arnoud van Doorn mantap jadi mualaf. (Foto: YouTube Ape Astronaut)

HIDAYAH Islam bisa datang kepada siapa saja dan kapan saja, seperti dialami Arnoud van Doorn. Mantan politikus Belanda yang anti-Islam sekaligus eks anggota terkemuka Partai Kebebasan (PVV) milik Geert Wilders tersebut kini menjadi mualaf yang taat. Bahkan, kerap menyebarkan agama Islam di negara asalnya.

Sebelumnya sebagai politikus yang kritis terhadap Islam, Arnoud van Doorn bersama PPV kerap menyebarkan propaganda kebencian serta isu Islamofobia di seantero Belanda. Bahkan, dia sempat terlibat dalam pembuatan serta penyebaran film 'Fitna' yang menghina Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam dan memicu kemarahan umat Islam dunia.

Baca juga: Kisah Mualaf Nathalie Holscher Istri Komedian Sule, Dapat Hidayah Usai Dengar Azan 

Lantas, apa yang membuat Arnoud van Doorn mantap masuk Islam?

Dikutip dari kanal YouTube Ape Astronaut, Kamis (4/11/2021), Arnoud van Doorn terlahir dari pemeluk agama Kristen yang taat. Dia mengaku dulu memiliki prasangka buruk terhadap Islam seperti pandangan masyarakat negeri Barat lainnya.

Menurut dia kala itu, Islam kejam, selalu menindas wanita, teroris, dan lain sebagainya. Ketika diajak Geert Wilders untuk membangun partai bersama, dia pun tertarik hingga akhirnya resmi menjadi anggota. Di sisi lain, Arnoud van Doorn juga menjadi anggota Dewan Kota Den Haag karena menang dalam pemilihan.

Kisah petinggi partai anti-Islam Arnoud van Doorn mantap jadi mualaf. (Foto: YouTube Ape Astronaut)

Setelah bergabung di PVV selama 3 tahun, Arnoud van Doorn merasakan beberapa keraguan dalam dirinya. Banyak Muslim yang meluruskan bahwa pandangannya terhadap agama Islam adalah salah. Mendengar pernyataan itu, tentu dia tidak heran, mereka tentu berbicara seperti itu karena adalah bagian dari Islam.

"Setelah berada di PVV selama mungkin 3 tahun, kemudian saya memiliki beberapa keraguan. Para Muslim berbicara kepada saya, 'Anda salah tentang Islam. Anda salah tentang gagasan-gagasannya. Sebenarnya ini adalah agama yang sangat damai. Islam adalah agama yang bijaksana.' Di pikiran saya, 'Ya, benar. Tentu saja. Sudah seharusnya Anda mengatakan itu'," ujar Arnoud van Doorn.

Baca juga: Cerita Mualaf Cantik Selebgram Julia Prastini, Dulu Benci Islam Sekarang Hafidz Quran 

Meski sempat tidak peduli mendengar perkataan kaum Muslimin, Arnoud van Doorn tiba-tiba merasakan gejolak dalam dirinya. Dia merasa bahwa apa yang dilakukan selama ini adalah sebuah kesalahan.

"Ada sesuatu di dalam diri saya berkata, 'Ini tidak baik, ada sesuatu yang salah. Saya ingin tahu lebih banyak tentang ini, apakah Islam benar-benar jahat?'," kata Arnoud van Doorn.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sejak perasaan itu muncul, dia mulai mencari tahu banyak hal tentang ajaran agama Islam. Arnoud van Doorn membaca buku, kitab suci Alquran, sunah, hadis, dan lain sebagainya. Saat itulah pandangannya terhadap Islam berubah. Dia merasa bahwa banyak hal bijaksana dan indah dalam agama Islam. Arnoud pun makin giat mempelajari agama Islam.

Hingga akhirnya, seorang rekan Muslim di Dewan Kota Den Haag mengajaknya ke masjid. Dia sempat menolak lantaran takut banyak orang kejam dan berbahaya yang akan menyerangnya. Namun, rekan tersebut berhasil meyakinkannya untuk pergi ke masjid. Mereka pun pergi ke masjid di Kota Den Haag.

Baca juga: Kisah Mualaf Marcella Simon, Ada Andil Dukungan Artis Cantik Cut Meyriska 

Ketika sampai di masjid, Arnoud sadar bahwa selama ini prasangka buruknya sangat salah. Kaum Muslimin justru sangat baik, ramah, bahkan menerimanya dengan tulus meski tahu bahwa dia adalah seorang anti-Islam. Bahkan, Arnoud sempat diundang untuk berbincang bersama dengan mereka. Pada saat itulah dia benar-benar sadar bahwa orang Muslim tidak sejahat yang dipikirkan.

"Saya tak tahu persis apa yang terjadi, tapi sesuatu di dalam, sulit untuk dijelaskan, seakan berkata pada saya, 'Ini sebenarnya adalah agama yang bijaksana. Ini agama yang indah, ini sangat damai.' Ketika berada di masjid, saya benar-benar merasakan kehangatan. Saya tidak menyangkanya dan sedikit bingung," terang Arnoud.

Merasakan gejolak dalam dirinya, Arnoud benar-benar bingung harus melakukan apa. Dia bahkan tidak tidur semalaman karena otaknya terisi penuh dengan pertanyaan-pertanyaan itu. Hingga akhirnya Arnoud memutuskan kembali ke masjid dan berbincang kembali dengan orang Muslim di sana.

Baca juga: Kisah Mualaf DJ Katty Butterfly, Berawal Sering Dengar Suara Azan 

Kemudian dia mulai membaca, belajar, berbicara dengan banyak ulama dan orang Islam. Setelah melewati masa dilema selama 6 hingga 7 bulan, dia pun berpikir bahwa sesuatu yang indah telah memasuki jiwanya.

"Dalam proses ini, yang memakan waktu selama 6 sampai 7 bulan, saya mulai penasaran. Tapi pada akhirnya saya pikir ini bukan sekadar rasa ingin tahu. Ini sesuatu yang indah, yang sudah merasuki jiwa saya. Dan itu benar-benar sesuatu yang tidak saya harapkan akan terjadi, namun terjadi," ujar Arnoud.

Setelah 2 bulan berlalu, Arnoud memutuskan untuk keluar dari PVV karena merasa bahwa partai itu bukan tempat yang layak untuknya. Ini adalah langkah terbesar Arnoud. Pasalnya, setelah keluar dari PVV, dia tidak bisa memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap karena orang-orang sudah mengenalnya sebagai bagian dari anti-Islam itu.

Meski demikian, dia tetap tidak peduli. Akhirnya, kekuatan batinnya terus-menerus tumbuh dan berkembang seiring berlalunya bulan demi bulan. Setelah memperdalam agama Islam, dia merasa bahwa Islam adalah jati dirinya. Hingga akhirnya, dia pun memutuskan untuk menjadi mualaf.

Baca juga: Tentara Amerika Ditanya Rasanya Bersyahadat, Jawabannya Sangat Mengejutkan 

"Makin saya membaca tentang Islam, makin saya mempelajari Islam, berbicara dengan Muslim lain, makin terasa seperti, 'Inilah saya,' dan itu berakhir dengan syahadat tentu saja," kata Arnoud.

Sejak resmi menjadi mualaf, dia pun berpikir untuk membantu para Muslim lain di Belanda untuk menyebarkan agama Islam. Dia yakin bahwa dengan segala kekuatan Islam, para politikus serta media penentang Islam akan kalah saat melawan agama Islam.

Baca juga: Viral Mualaf Kembalikan Tas Berisi Rp25 Juta, padahal Tak Punya Uang dan Tempat Tinggal 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini