Kisah Mantan Bos Samsung Jadi Mualaf di Indonesia, Ternyata Kejadian Spiritual Ini yang Dialami

Novie Fauziah, Jurnalis · Selasa 16 November 2021 01:11 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 621 2502298 kisah-mantan-bos-samsung-jadi-mualaf-di-indonesia-ternyata-kejadian-spiritual-ini-yang-dialami-6VJfIdK7w9.jpg Kisah mantan bos Samsung Lee Kang Hyun jadi mualaf. (Foto: YouTube Ilham TV)

KISAH seorang mualaf masing-masing memiliki pengalaman spiritualnya tersendiri. Salah satunya yang membuat heboh adalah Lee Kang Hyun, mantan vice president Samsung Indonesia.

Perjalanan karier Lee dan kecintaannya terhadap Indonesia berawal dari ajang pena. Saat itu ia memiliki sahabat pena berasal dari Indonesia. Pada tahun 1989, akhirnya ia memutuskan mengunjungi temannya itu di Aceh.

Baca juga: Cerita Mualaf Cantik Teguh Jalankan Ajaran Islam meski Diperlakukan Tidak Wajar 

Sambutan hangat dan keramahan keluarga sahabat penanya tersebut membuat Lee betah berlama-lama di Indonesia. Bahkan saat pulang ke Korea, dirinya selalu terbayang dan teringat keramahan orang Indonesia, khususnya keluarga sahabat penanya. Hal inilah yang membuatnya ingin kembali ke Indonesia.

"Ketika pulang ke Korea, mereka selalu muncul dalam mimpi saya. Benar-benar ingat terus," ujar Lee, seperti dikutip dari kanal YouTube Ilham TV, Selasa (16/11/2021).

Kisah mantan bos Samsung Lee Kang Hyun jadi mualaf. (Foto: YouTube Ilham TV)

Supaya mudah berkomunikasi, kemudian Lee belajar bahasa Indonesia. Menariknya, ia mengambil pendidikan khusus selama 1 bulan di Universitas Indonesia (UI). Ini karena keinginan dan ketertarikannya untuk bekerja di Indonesia.

Pada tahun 1991, Lee diterima di Samsung. Berhasil bergabung di perusahaan elektronik dan gawai kenamaan, Lee makin senang karena ia bisa kembali lagi ke Indonesia, yakni tepatnya pada tahun 1993 ia ditugaskan di Samsung Indonesia.

Baca juga: 5 Artis Berdarah Tionghoa yang Mantap Jadi Mualaf, Ada si Raja Podcast 

Kala itu di usianya yang masih terbilang muda, Lee harus menanggung tanggung jawab yang lebih besar dibandingkan karyawan lainnya yang ditugaskan ke luar negeri. Terlebih lagi ia diharuskan menguasai pengetahuan pasar bisnis serta kebijakan Pemerintah Indonesia.

Berkat tekad dan rasa ingin tahunya yang tinggi, akhirnya Lee lancar berbahasa Indonesia dan mengenal beragam budaya di Nusantara. Akan tetapi Lee masih merasa ada dinding yang menghalanginya dengan masyarakat sekitar. Ternyata pengetahuannya tentang Islam sebagai agama mayoritas.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Lee mengatakan, "Agama di sini (Indonesia) sudah menjadi bagian kehidupan. Berbeda sekali dengan di Korea. Di Korea mayoritas memilih tidak beragama, dan hal itu tidak jadi masalah."

Kemudian Lee mulai mengenal Islam dari temannya. Ada beberapa hal yang menarik perhatiannya, yaitu ayah temannya selalu mengajarkan keagamaan setiap hari (pengajian). Sementara ibunya mendirikan panti asuhan.

Baca juga: Kisah Mathius Masuk Islam Berkat Kalimat "Ash-Sholaatu Khairum Minan-Nauum" di Azan Subuh 

Sejak itulah Lee ingin mempelajari Islam lebih dalam. "Jadi saya benar-benar melihat sendiri bagaimana Muslim berperilaku. Kemudian saya diajari sholat," ujarnya.

Perlahan Lee makin yakin dengan Islam. Akhirnya pada tahun 1994, ia memutuskan menjadi mualaf dan mengucapkan dua kalimat syahadat di Masjid Agung Sunda Kelapa, Jakarta Pusat.

Mulanya menjalani menjadi seorang Muslim, Lee cukup berat, apalagi saat pulang ke Korea tepat pada bulan Ramadhan, berbagai godaan ia alami. Namun perlahan Lee mulai terbiasa, karena teman-temannya di Korea Selatan sangat menghormati keyakinannya saat ini.

Menariknya Lee mendapat panggilan pak haji, khususnya dari karyawan di kantornya. Padahal, Lee belum pernah naik haji. "Nama saya KH Lee, mungkin orang-orang memanggil 'Kiai Haji Lee', jadi sekalian didoakan," katanya.

Baca juga: Kisah Drumer Senior Jelly Tobing Jadi Mualaf, Hampir Mati tapi Diselamatkan Malaikat 

Lee mengatakan, sementara ini ia belum tahu kapan pastinya akan berangkat menunaikan ibadah haji. Namun, dirinya sendiri sudah melaksanakan umrah sebanyak dua kali, namun Lee tetap berniat ingin pergi haji.

Saat menjalankan ibadah umrah, Lee mengatakan banyak hal besar dan luar biasa sehingga tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata. Terpenting saat ini Lee merasa bersyukur karena telah mengenal Islam.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini
Adzan Shubuh Adzan Dzuhur Adzan Ashr Adzan Maghrib Adzan Isya