Share

Bukan Almarhum, Ini Sebutan Lebih Tepat untuk Orang yang Sudah Meninggal Dunia

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Rabu 09 Februari 2022 11:11 WIB
https: img.okezone.com content 2022 02 09 330 2544401 bukan-almarhum-ini-sebutan-lebih-tepat-untuk-orang-yang-sudah-meninggal-dunia-aE99RIwhsp.jpg Ilustrasi sebutan untuk orang yang sudah meninggal dunia menurut ajaran Islam. (Foto: Okezone)

KIAI Haji Yahya Zainul Ma'arif atau akrab disapa Buya Yahya, pengasuh Lembaga Pengembangan Dakwah dan Pondok Pesantren Al Bahjah Cirebon, mengatakan sebutan Almarhum tidak tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia. Penyebutan ini memang seolah sudah menjadi gelar dalam budaya Indonesia, yakni Almarhum untuk laki-laki dan Almarhumah untuk perempuan.

Ternyata sebutan Almarhum ini kurang tepat jika digunakan untuk orang yang sudah meninggal dunia. Pasalnya dalam bahasa Arab, Almarhum berarti 'Orang yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa ta'ala, dan tidak memiliki makna doa untuk orang yang telah wafat.

Baca juga: Kisah Lucu Abu Nawas Menangkap Harimau Berjenggot Genit yang Menggoda Istrinya 

Lantas, apa penyebutan yang lebih tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia?

Dikutip dari kanal YouTube Al Bahjah TV, Rabu (9/2/2022), Buya Yahya menjelaskan bahwa penggunaan Rahimahullah lebih tepat untuk orang yang sudah meninggal dunia. Dalam bahasa Arab, kata Rahimahullah mengandung doa yang berarti 'Semoga Allah merahmatinya'. Ini lebih dianjurkan oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam.

"Rahimahullah itu artinya 'Ya Allah berikan kasih sayang kepada dia'. Bagaimana hukum baca Rahimahullah? Dianjurkan, dianjurkan mendoakan rahmat kepada orang meninggal dunia," terang Buya Yahya.

Baca juga: Waspada! Percaya Ramalan dan Dukun, Sholat Tidak Diterima 40 Hari 

Meski demikian, penggunaan kata Almarhum juga tidak bisa disalahkan. Ini termasuk berhusnuzan atau berprasangka baik kepada orang tersebut. Namun, Buya Yahya lebih menyarankan untuk memakai Rahimahullah yang mengandung makna doa terbaik.

"Apakah salah? Ya enggak juga karena itu husnuzan. Semoga dia termasuk orang yang dikasih sayang oleh Allah. Tapi yang benar, dan itu (Almarhum) bukan salah, yang lebih benar adalah yang ada makna doa, Rahimahullah," tutur Buya Yahya.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Lebih lanjut Buya Yahya tetap memperbolehkan pemakaian sebutan Almarhum. Namun, sebaiknya ditambah dengan ucapan insya Allah. Dengan begitu, sebutan tersebut tetap mengandung doa.

"Kalau pakai Almarhum, Anda tambahi insya Allah. Almarhum, orang yang telah diberi kasih sayang, insya Allah," tandasnya.

Wallahu a'lam bishawab.

Baca juga: Kisah Mualaf Gadis Cantik Mantan Ateis, Berawal Anggap Orang Beragama Bodoh 

Baca juga: Jadwal Sholat Hari Ini, Rabu 9 Februari 2022M/8 Rajab 1443H 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini