Share

Hukum Puasa Ayyamul Bidh Hanya 1 Hari, Bolehkah?

Intan Afika Nuur Aziizah, Jurnalis · Sabtu 13 Agustus 2022 18:13 WIB
https: img.okezone.com content 2022 08 13 330 2647270 hukum-puasa-ayyamul-bidh-hanya-1-hari-bolehkah-7F0XiSW6vX.jpg Ilustrasi puasa Ayyamul Bidh. (Foto: Shutterstock)

PUASA Ayyamul Bidh disebut juga ibadah sunah hari-hari putih. Dikerjakan setiap tengah bulan tanggal 13, 14, 15 hijriah.

Adapun pada bulan ini jadwal puasa Ayyamul Bidh bertepatan pada tanggal 11, 12, dan 13 Agustus 2022 Masehi. Lalu muncul pertanyaan, bagaimana hukum puasa Ayyamul Bidh hanya satu hari?

Baca juga: Niat Puasa Ayyamul Bidh Agustus 2022 Dibarengi Puasa Senin Kamis Beserta Keutamaannya 

Ustadz Isnan Ansory Lc MA mengatakan bahwa pada hakikatnya puasa Ayyamul Bidh tidak disyaratkan harus pada tanggal 13, 14, 15 hijriah setiap bulannya. Apabila puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada tanggal 13, tetapi di tanggal 14 dan 15 tidak bisa berpuasa karena suatu hal, maka bisa diganti di tanggal lain selama bulan tersebut.

"Bisa juga diganti dengan hari yang tidak berurutan, misalnya puasa Ayyamul Bidh tanggal 13, lalu yang kedua di tanggal 20-an, atau tanggal berapa pun di sisa waktu yang ada, maka itu diperbolehkan," kata Ustadz Isnan, dikutip dari kanal YouTube Rumah Fiqih, Sabtu (13/8/2022).

Baca juga: Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh Tidak Berurutan? 

Bahkan, lanjut dia, jika dalam satu bulan hanya bisa berpuasa satu hari juga tidak masalah. Hal ini didasarkan pada sebuah riwayat di mana Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam pernah bersabda.

"Kata Rasulullah kepada Abdullah bin Amr bin Al Ash, 'Berpuasalah kamu satu hari dalam satu bulan maka itu bisa mendatangkan pahala dari hari lain di mana kamu tidak berpuasa.' Nah, maksudnya adalah puasa yang satu hari itu bisa saja jika mewakili puasa lain kalau sudah diniatkan. Karena satu hari itu dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan," ujar Ustadz Isnan.

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Sementara Ustadz Abdullah Mujahid pun mengatakan hal yang sama. Hanya saja, menurut dia, puasa Ayyamul Bidh lebih afdhol jika dilakukan secara sempurna, yakni tiga hari berturut-turut.

"Kalau hanya dua hari atau satu hari ya mau gimana, karena itu puasa sunah. Artinya, dikerjakan dapat keutamaan, tidak dikerjaan ya kehilangan, rugi. Jadi sebaiknya tiga hari, tapi kalau tidak dapat, ya apa boleh buat," ucap Ustadz Abdullah Mujahid dalam tayangan di kanal YouTube Pak Guru Muja.

Baca juga: Masya Allah! Penggawa Timnas Indonesia U-16 Rajin Setor Hafalan Surat Alquran, Coach Bima Sakti: Yang Juara Dikasih Jersey 

Kemudian Ustadz Dzulqarnain Muhammad Sunusi mengatakan semua amal ibadah tergantung niatnya. Jika diniatkan untuk puasa Ayyamul Bidh, namun ada udzur yang menyebabkan puasa tersebut dilaksanakan hanya satu atau dua hari, maka tidak masalah.

"Tidak perlu diganti karena dia (Ayyamul Bidh) sudah lewat waktunya, tidak disyariatkan untuk di-qadha. Kalau dia puasa hanya sehari, dua hari, lalu luput karena udzur, dia boleh puasa satu hari di tanggal lain, tapi bukan Ayyamul Bidh lagi namanya, itu puasa tiga hari dalam sebulan," ucap Ustadz Dzulqarnain dalam kanal YouTube-nya.

Baca juga: Ini Hukum Musafir Sholat Jamak Sekaligus Qashar 

Puasa tiga hari dalam sebulan ini didasarkan dalam sebuah riwayat, Rasulullah Shallallahu alaihi wassallam bersabda, "Sungguh cukup bagimu berpuasa selama tiga hari dalam setiap bulan, sebab kamu akan menerima sepuluh kali lipat pada setiap kebaikan yang kau lakukan. Karena itu, maka puasa Ayyamul Bidh sama dengan berpuasa setahun penuh." (HR Bukhari dan Muslim)

Demikian penjelasan terkait hukum puasa Ayyamul Bidh hanya satu hari. Wallahu a'lam bisshawab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini