Share

Maulid Nabi 2022 Tanggal Berapa? Simak di Sini

Hantoro, Jurnalis · Selasa 04 Oktober 2022 08:29 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 04 614 2680111 maulid-nabi-2022-tanggal-berapa-simak-di-sini-mT9J1HNprK.jpg Ilustrasi maulid Nabi 2022. (Foto: Shutterstock)

MAULID Nabi 2022 tanggal berapa? Hal ini teryata banyak ditanyakan kaum Muslimin. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Maulid Nabi adalah peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam. Diperingati setiap 12 Rabiul Awal dalam kalender Hijriah. Lalu berdasarkan penanggalan, tanggal 12 Rabiul Awal 1444H bertepatan dengan 8 Oktober 2022 Masehi.

BACA JUGA:Ini Bacaan serta Keutamaan Memperbanyak Sholawat Nabi di Hari Jumat 

Peringatan maulid Nabi masih terjadi perbedaan pendapat di kalangan umat Islam. Dalam kolom Tanya Jawab Keislaman di situs resmi Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijelaskan bahwa hukum memperingati Maulid Nabi adalah boleh dan tidak termasuk bid'ah dhalalah (mengada-ada yang buruk) tetapi bid'ah hasanah (sesuatu yang baik).

Sebab, tidak ada dalil-dalil yang mengharamkan peringatan maulid Nabi. Bahkan jika diteliti, terdapat dalil-dalil yang membolehkannya. 

Bid'ah hasanah adalah sesuatu yang tidak dilakukan oleh Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wassallam maupun para sahabatnya, namun perbuatan itu memiliki nilai kebaikan. Sedangkan bid'ah dhalalah adalah perbuatan baru dalam agama Islam yang bertentangan dengan Alquran dan hadis. 

 

BACA JUGA:6 Peninggalan Nabi hingga Sahabat yang Sangat Menakjubkan, Salah Satunya Ada di Indonesia 

Sementara dikutip dari Muslim.or.id, dalam fatwa ulama besar Syekh 'Abdul 'Aziz bin 'Abdullah bin Baaz rahimahullahu Ta’ala dijelaskan bahwa memperingati hari ulang tahun (maulid) tidak memiliki dasar (landasan) dalam syariat. Bahkan hal itu termasuk bid'ah berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

من أحدث في أمرنا هذا ما ليس منه فهو رد

"Barangsiapa yang membuat perkara baru dalam urusanku ini (agama) yang tidak ada dasarnya, maka hal itu tertolak." (Hadis ini disepakati keshahihannya)

Dalam lafadz Imam Muslim dan Bukhari meriwayatkan secara mu’allaq dalam kitab Shahih-nya dengan shighah jazm (tegas):

من عمل عملا ليس عليه أمرنا فهو رد

"Barangsiapa yang mengerjakan suatu amal yang tidak ada dasarnya dari kami, maka amal tersebut tertolak." 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Telah diketahui bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak merayakan hari lahirnya sepanjang hidup beliau dan beliau tidak pula memerintahkan hal itu. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pula mengajarkan kepada para sahabat dan juga khulafaur rasyidin (tidak mengajarkan atau mencontohkannya).

Seluruh sahabat tidak merayakan maulid Nabi. Padahal, mereka adalah orang yang paling mengetahui sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, paling mencintai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan orang yang paling bersemangat dalam mengikuti ajaran Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Jika merayakan maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu disyariatkan, tentu mereka akan bersegara melaksanakannya. Demikian pula tidak ada satu pun sahabat di masa kejayaan (Islam) yang mengerjakannya dan tidak pula memerintahkannya.

Sehingga, bisa diketahui bahwa hal itu bukanlah termasuk bagian dari syariat yang dibawa oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Demikian penjelasan mengenai maulid Nabi. Semoga seluruh Muslim mendapat keteguhan di atas kebenaran dan diselamatkan dari berbagai hal yang menyelisihi syariat Allah Subhanahu wa ta’ala.

Wallahu a'lam bisshawab

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini