Share

Cerita Haru Mualaf Cantik Afifah, Demi Pertahankan Akidah Hadapi Cobaan Berat dari Keluarga

Nurul Amanah, Jurnalis · Selasa 11 Oktober 2022 08:30 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 11 621 2684561 cerita-haru-mualaf-cantik-afifah-demi-pertahankan-akidah-hadapi-cobaan-berat-dari-keluarga-Vcofvu4OLl.jpg Kisah mualaf cantik Afifah alami cobaan berat dari keluarganya. (Foto: YouTube Annaba TV)

SETIAP manusia memiliki kisah perjalanan sendiri dalam menemukan keyakinan yang dianut. Termasuk ketika memantapkan hati untuk menjadi mualaf.

Inilah yang dialami wanita cantik bernama Debitania. Ia memutuskan memeluk agama Islam sejak Agustus 2019.

BACA JUGA:Inspiratif! Wanita Cantik Ini Mantap Jadi Mualaf Usai Saksikan ART-nya Baca Alquran dan Sholat 

Wanita cantik berusia 23 tahun ini memeluk Islam di Masjid Abdullah bin Umar, Sumatera Utara. Kala itu dia juga langsung mengganti namanya menjadi Nur Afifah.

Terlahir dari keluarga non-Muslim, Afifah sebenarnya sudah tertarik dengan ajaran agama Islam sejak SD. Mulanya ia hanya mengenal agama yang dianut sebelumnya. Tapi saat SD, dirinya memiliki banyak teman Muslim dan mulai tertarik dengan Islam, lalu mempelajarinya dengan coba membaca Alquran. 

Kisah mualaf cantik Afifah alami cobaan berat dari keluarganya. (Foto: YouTube Annaba TV)

"Saat SD, saya memiliki banyak teman di wilayah saya yang mayoritas Muslim. Di sana, saya mulai tertarik, apa sih itu Islam? Saya tertarik mempelajari, membaca isi Alquran, terjemahannya," ungkap Afifah dalam kanal YouTube Annaba TV.

"Saya baca hampir sedikit ada persamaan dengan kitab saya sebelumnya. Saya bertanya-tanya kenapa, tapi karena usia saya masih dini jadi tidak terlalu fokus memikirkan hal itu," imbuhnya.

BACA JUGA:Kisah Mualaf Selebgram Cantik Korea, Bermula Takjub Ibadah Puasa 

Ketika SMA, Afifah mulai ragu dengan agama yang dianut sebelumnya. Ia merasa seperti ada yang kurang dalam hidupnya, tidak ada ketenangan. Sejak saat itulah dia mendalami Islam dengan benar, namun secara diam-diam dari keluarganya.

Salah seorang kakak Afifah sebenarnya sudah menjadi seorang mualaf. Namun, kakaknya itu tidak bisa mengajari lebih dalam mengenai ajaran Islam karena kurang memahaminya. Afifah pun memilih mendalami ilmu Islam secara autodidak dan bertanya kepada teman-teman Muslim-nya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Sejak masuk perguruan tinggi, ia makin mantap memeluk agama Islam. Afifah sampai menangis setiap malam karena keinginannya memeluk Islam belum terwujud.

Keluarganya sampai heran mengapa mata Afifah selalu sembab, tapi mereka menganggap mungkin anak muda menangis hanya karena urusan cinta atau perasaan, sehingga tidak ada kecurigaan sama sekali.

BACA JUGA:Inspiratif! Pemuda Mualaf Ini Buka Pintu Hidayah Istri, Ibu, Neneknya hingga Ikut Bersyahadat 

Pada suatu malam Afifah sudah memantapkan diri dan yakin memeluk Islam. Tidak berselang lama, keesokan harinya ia langsung memeluk agama Islam setelah adzan dzuhur.

Perasaannya kala itu sangat lega setelah berhasil mengucap dua kalimat syahadat. Afifah langsung memeluk Islam tanpa memikirkan bagaimana konsekuensi yang akan diterima dari keluarga dan orang-orang sekitarnya.

Awalnya ia memeluk Islam secara diam-diam dan tetap mengikuti kegiatan agama sebelumnya karena masih memikirkan rasa sayang kepada orangtuanya. Namun akhirnya keluarganya tahu dan sangat menentang keputusan tersebut.

"Saya masih menyembunyikan hal itu (keputusan mualaf) sekitar beberapa hari kepada keluarga saya. Tapi pasti setiap hal yang disembunyikan itu akan ketahuan dan akhirnya keluarga saya tahu," lanjutnya.

BACA JUGA:Kisah Gadis Cantik Jadi Mualaf di Jepang: Dulu Harajuku Style Kini Mantap Pakai Niqab 

Mengetahui keputusan Afifah itu, jelas kemarahan keluarga tidak terbendung lagi. Sambil berlinang air mata, ia menyebut kemarahan yang sangat besar membuat mereka berencana memaksa Afifah kembali ke agama sebelumnya.

"Orangtua saya sangat tidak setuju dan marah besar kepada saya hingga orangtua saya ingin mempunyai rencana agar saya kembali ke agama saya sebelumnya," sambungnya. 

Afifah pun memutuskan pergi meninggalkan keluarganya demi menyelamatkan akidah yang telah diyakini, dan keluarganya sampai melapor ke aparat kepolisian untuk mencari keberadaan Afifah. Ia pun kabur setelah subuh dan dibantu oleh salah satu temannya.

Dengan segala rintangan yang menghadang, kini Afifah tidak takut lagi menyembunyikan keislamannya karena ia yakin bahwa Allah Subhanahu wa ta'ala akan membantu dan memberikan jalan untuk Afifah mempertahankan akidahnya.

Wallahu a'lam bisshawab.

BACA JUGA:Kisah Ustadzah Kembar Mengajar di Kampung Mualaf, Hadapi Bermacam Tantangan hingga Miliki Banyak Santri 

BACA JUGA:Kisah Mualaf Cantik Mellyana, Berawal Mimpi Diajak Sholat hingga Bangun Sahur 

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini