Share

MUI Prihatin 131 Anak Indonesia Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius, Minta Pemerintah Cepat Cari Penyebabnya

Hantoro, Jurnalis · Kamis 13 Oktober 2022 12:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 13 614 2686228 mui-prihatin-131-anak-indonesia-alami-gangguan-ginjal-akut-misterius-minta-pemerintah-cepat-cari-penyebabnya-WZirQEKDO8.jpg MUI prihatin 131 anak Indonesia mengalami gangguan ginjal akut misterius. (Foto: Shutterstock)

WAKIL Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Abbas menyatakan prihatin dengan ditemukannya 131 anak Indonesia mengalami gangguan ginjal akut misterius, sebagaimana diungkapkan Juru Bicara Kementerian Kesehatan. Ini memaksa setiap orang harus lebih waspada.

"Penyebabnya belum diketahui secara pasti, namun kata Jubir (Kemenkes) tersebut berat dugaan pemicu awalnya adalah konsumsi obat yang mengandung etilen glikol. Tetapi di samping itu tentu juga tidak tertutup kemungkinannya hal demikian dipicu oleh faktor makanan dan minuman karena banyak dari makanan dan minuman yang mereka konsumsi tersebut tidak sehat dan tidak thoyyib," ungkap Buya Anwar –sapaan akrabnya– dalam keterangannya yang diterima Okezone, Kamis (13/10/2022).

BACA JUGA:131 Balita Alami Ginjal Akut Misterius, KPAI: Ini Tidak Main-Main! 

Waketum MUI KH Anwar Abbas prihatin 131 anak mengalami gangguan ginjal akut misterius. (Foto: Istimewa/Sindonews)

Ketua PP Muhammadiyah ini melanjutkan, dikarenakan tugas negara atau pemerintah adalah melindungi serta menyejahterakan rakyat, maka pemerintah harus turun secepatnya untuk mengetahui sebab musabab mengapa hal demikian sampai terjadi.

Ini supaya semua pihak secara bersama-sama bisa menentukan dan menempuh langkah-langkah konkret yang rasional serta empirik guna menghambat dan menghentikan fenomena tersebut.

BACA JUGA:131 Anak di 14 Provinsi Indonesia Alami Gangguan Ginjal Akut Misterius, Akankah Ditanggung BPJS? 

"Sebab kalau hal demikian terus berlangsung maka besar kemungkinan anak-anak yang terkena gangguan ginjal tersebut tentu akan menjadi tidak atau kurang produktif, sehingga hal itu jelas akan sangat mengganggu dan merugikan tidak hanya terhadap diri sang anak yang bersangkutan tapi juga terhadap kehidupan keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara. Dan kita tentu saja tidak mau hal demikian terjadi," jelasnya. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Data dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat ada sebanyak 131 kasus gangguan ginjal akut misterius pada anak. Ditemukan dengan sebaran di 14 provinsi di Tanah Air.

Sekretaris Unit Kerja Koordinasi (UKK) Nefrologi IDAI dr Eka Laksmi Hidayati SpA(K) mengatakan 14 provinsi tersebut adalah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Banten, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kepri (Kepulauan Riau), Papua Barat, dan NTT.

Dokter Eka mengatakan, kondisi kritis atau terparah dari gangguan ginjal ini, anak bahkan bisa harus sampai melakukan cuci darah.

"Pada aki (gangguan ginjal akut misterius) berbeda ini kondisi kita tidak melihat ada kehilangan cairan yang berlebihan. Maka tidak disarankan untuk memberikan cairan berlebihan, tapi disarankan segera ke rumah sakit untuk diberikan terapi obat, dipantau kemudian bila tidak berhasil tapi harus melakukan cuci darah," papar dr Eka dalam Media Briefing Gagal Ginjal Akut Misterius pada Anak baru-baru ini. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini