Share

Mantap Jadi Mualaf, Eks Pramugara Ini Sekarang Berpenghasilan 15 Kali Lipat

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 16 November 2022 15:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 11 16 621 2708656 mantap-jadi-mualaf-eks-pramugara-ini-sekarang-berpenghasilan-15-kali-lipat-XW1lq4MgRU.jpg Kisah mualaf ganteng Muhammad Ilham eks pramugara (kiri). (Foto: YouTube Kasisolusi)

INILAH kisah mualaf eks pramugara salah satu maskapai Indonesia. Ia memilih berjualan kepak sayap ayam makanan khas Malaysia bersama rekan kerjanya saat masih menjadi awak kabin. Bahkan penghasilannya kini sampai 15 kali lipat dari gaji sebelumnya yaitu mencapai Rp90 juta per bulannya.

Dilansir kanal YouTube Kasisolusi, mualaf ganteng itu bernama Muhammad Ilham. Ia mengatakan ada banyak alasan hingga akhirnya memutuskan memeluk Islam.

BACA JUGA:Perjuangan Mualaf Cantik Sandra, Jadi Ojek Online hingga Sukses Bisnis Kuliner 

Kisah mualaf ganteng Muhammad Ilham eks pramugara (kiri). (Foto: YouTube Kasisolusi)

BACA JUGA:Kisah Mualaf Ganteng Elvandio: Berasal dari Keluarga Beragam Agama, Dapat Hidayah saat Masih SD 

Mulanya Ilham merasa bingung dengan konsep Tuhan di keyakinan sebelumnya. Kemudian juga kitab yang dibacanya memiliki berbagai terjemahan dan juga versi.

"Jadi ada banyak alasan, setelah saya pelajari. Alhamdulillah (Islam) mengajarkan Tuhan itu satu, tidak disekutukan dan tidak beranak," ungkap Ilham. 

Dengarkan Murrotal Al-Qur'an di Okezone.com, Klik Tautan Ini: https://muslim.okezone.com/alquran

Follow Berita Okezone di Google News

Ia melanjutkan, di agama sebelumnya, dia selalu bertanya kepada siapa pun untuk mengetahui konsep banyak Tuhan yang dianutnya. Namun jawaban yang didapat selalu berbeda-beda, bahkan tidak pernah selesai. Sehingga, membuat dirinya kebingungan dengan agamanya dulu.

Hingga akhirnya pada 2014, Ilham memutuskan untuk menjadi mualaf. Sayangnya, pilihannya itu kurang mendapat dukungan dari keluarga besarnya, yaitu ditentang. Namun seiring berjalannya waktu, akhirnya keluarga Ilham mau menerima keputusannya menjadi mualaf.

"Awalnya tidak mudah diterima oleh keluarga. Tapi sekarang sudah bisa," pungkasnya.

Wallahu a'lam bisshawab. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini